blogs - bisnis & culture

10 Unicorn Asia yang Memiliki Nilai di Atas USD1 Miliar

10 Nov 22, 2020
10 Unicorn Asia yang Memiliki Nilai di Atas USD1 Miliar

Selain Eropa dan Amerika Serikat, wilayah Asia-Pasifik merupakan tempatnya banyak perusahaan yang memiliki inovasi hebat. Dari semua perusahaan yang ada di wilayah Asia-Pasifik, beberapa di antaranya patut untuk dilihat dan dipantau perkembangannya. Hal itu dikarenakan mereka mensinergikan inovasi teknologi, mampu membaca peluang pasar dan kemudian melahirkan unicorn-unicorn potensial.

Sampai dengan bulan Oktober 2020, tercatat ada 171 unicorn di wilayah Asia-Pasifik yang masuk dan terdaftar dalam CB Insights’ Global Unicorn List. Hal tersebut sangat berbeda dengan tahun lalu yang hanya mencatatkan sebanyak 31 buah saja. Dan dari banyaknya unicorn tersebut, beberapa di antaranya telah berkembang pesat dan menjadi perusahaan rintisan baru.

Berbicara masalah unicorn sukses, berikut ini ada beberapa unicorn yang masuk dalam daftar Top 10 Asia Unicorns by Valuation atau unicorn dengan nilai di atas USD1 miliar.

Bytedance (Toutiao), Cina (USD140 miliar)

Bytedance adalah sebuah perusahaan raksasa teknologi asal Cina yang bertanggung jawab atas demam TikTok di seluruh dunia. TikTok merupakan aplikasi non-game dengan pendapatan tertinggi secara global pada kuartal ketiga tahun 2020 di App Store Apple dan Google Play. Bytedance juga menjalankan banyak hal lain selain TikTok, seperti Flipagram, Toutiao, Topbuzz sampai dengan Lingxi. 

Didi Chuxing, Cina (USD62 miliar)

Didi Chuxing merupakan sebuah platform digital yang menyediakan layanan transportasi, pengembangan teknologi AI sampai dengan teknologi otonom berbasis di Beijing, Cina. Perusahaan ini tidak hanya mekar dan berkembang di wilayah Asia saja, melainkan juga sukses mengembangkan sayapnya sampai Australia dan di negara-negara Amerika Latin. Dana besar yang didapatkan dari beberapa investor seperti Tamasek Holdings, China Life Insurance, Softbank dan Toyota membuat Didi Chuxing mampu berkembang pesat dan sukses menjalankan bisnisnya di berbagai negara di dunia.

Kuaishou, Cina (USD18 miliar)

Aplikasi mobile untuk berbagi konten video bernama Kuaishou ini sukses menarik lebih dari 170 juta pengguna harian hanya dalam waktu paruh pertama tahun 2020 sejak bulan Desember 2019. Aplikasi yang dikembangkan oleh Beijing Kuaishou Technology Co., Ltd ini mendapatkan pendanaan dalam jumlah besar dari beberapa perusahaan raksasa, seperti Morningside Venture Capital, Sequoia Capital dan Baidu. 

One97 Communications, India (USD16 miliar)

One97 Communications adalah penyedia layanan pembayaran e-niaga yang sekarang ini sangat populer dan banyak digunakan di India. Layanan yang dimilikinya bernama Paytm. Dalam lima tahun terakhir, transaksi perseroan tumbuh dari 40 juta per bulan menjadi sekitar 400 sampai dengan 450 juta transaksi bulanan tahun ini. Beberapa investor di balik One97 Communications antara Alibaba Group, Intel Capital, dan Sapphire Ventures.

DJI Innovations, Cina (USD15 miliar)

Pembuat drone yang berbasis di Shenzhen, Cina bernama DJI Innovations, sukses menjadi perusahaan nomor satu dalam pasar drone dunia. Tercatat dominasi perusahaan satu ini adalah sebesar 70% dari pasar drone konsumen dan perusahaan global. Sampai saat ini, DJI memiliki perusahan dan kantor di berbagai kota atau negara di dunia, seperti Beijing, Shanghai, Hong Kong, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Belanda. Sebagai investor di baliknya antara lain Accel Partners, Sequoia Capital, dan Aeternam Stella Financial Holdings.

SHEIN, Cina (USD15 miliar)

Dengan visi dan misi penaklukan lanskap e-niaga global, SHEIN hadir dan sukses meraih keberhasilan melalui strategi khusus mereka. Dengan menggunakan aplikasi mobile untuk berbelanja berbagai hal seperti pakaian, produk rumah tangga, dan elektronik, transaksi yang telah dilakukan mencapai pendapatan sebanyak USD2,83 miliar pada tahun 2019. Untuk saat ini, aplikasi besutan SHEIN tersebut telah berhasil beroperasi di banyak negara Eropa.

Grab, Singapura (USD 14,3 miliar)

Grab adalah sebuah perusahaan transportasi berbasis online yang dengan kantor pusat di Singapura. Tidak hanya antar jemput penumpang atau sebagai media transportasi saja, Grab juga menyediakan layanan pengiriman makanan sampai dengan solusi pembayaran kepada konsumen. Sampai tahun 2020, Grab memiliki nilai jual sebesar USD14,3 miliar. Dan setelah mendapatkan suntikan dana investasi besar dari Stic Investments Inc,., Grab kemudian memperkenalkan serangkaian layanan baru mereka seperti pinjaman, investasi mikro, asuransi kesehatan dan layanan pembiayaan.

Bitmain Technologies, Cina (USD12 miliar)

Bitmain Technologies merupakan salah satu perusahaan swasta berbasis di Beijing, Cina yang menawarkan solusi untuk masalah server, chip, dan teknologi cloud yang dapat digunakan dalam pengembangan blockchain dan aplikasi kecerdasan buatan. Perusahaan ini telah menguasai sekitar 75% pasar global untuk pembuatan dan pengembangan application-specific integrated circuit chips. 

BYJU's, India (USD11 miliar)

BYJU's adalah perusahaan pengembang aplikasi yang menyediakan program e-learning untuk siswa taman kanak-kanak hingga kelas 12. Selain itu, aplikasinya tersebut juga menyediakan pelatihan khusus untuk tes masuk sekolah. Sampai sekarang ini, aplikasi tersebut telah memiliki lebih dari 70 juta siswa yang terdaftar dan 4,5 juta langganan berbayar tahunan. Pada September 2020, BYJU's menjadi sebuah adalah perusahaan Edtech paling bernilai di dunia.

Go-Jek, Indonesia (USD10 miliar)

Sama seperti Grab, Go-Jek adalah perusahaan penyedia layanan transportasi yang didirikan pada tahun 2010. Go-Jek menggemparkan Indonesia dan menjadi unicorn pertama di Tanah Air. Tidak hanya berkembang sebagai platform ride-hailing saja, Go-Jek kemudian menjelma menjadi penyedia layanan on-demand lainnya, seperti pembayaran seluler, logistik sampai dengan pengiriman makanan. Sampai saat ini, ada investor-investor besar yang berdiri di belakangnya, seperti Google, Tencent, Facebook dan Paypal.