blogs - bisnis & culture

6 Hal yang Patut Dipertimbangkan Sebelum Mendirikan Startup Fintech

10 Dec 27, 2020
6 Hal yang Patut Dipertimbangkan Sebelum Mendirikan Startup Fintech

Dampak teknologi pada industri keuangan sangatlah kuat dari tahun ke tahun. Lembaga keuangan tradisional, seperti bank, telah memprediksikan bahwa bahwa perusahaan penyedia dana berbasis teknologi nantinya akan sangat mengganggu bisnis mereka. Dikarenakan hal itu, maka tidak heran sekarang ini cukup banyak bank yang bermitra dengan perusahaan financial technology atau juga menciptakannya sendiri untuk dapat terus eksis. 

Memang siapa saja dapat membuat perusahaan yang memberikan layanan jasa keuangan berbasis teknologi atau fintech. Hanya saja, untuk dapat membuatnya dari awal, dibutuhkan perencanaan dan pemikiran yang matang. Nah, berikut ini adalah tujuh hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum meluncurkan startup fintech.

Regulasi

Peraturan adalah alasan kenapa bisnis layanan jasa keuangan bisa menjadi industri yang sulit untuk ditembus. Hal itu dikarenakan birokrasi dan aturan khusus telah diberlakukan untuk melindungi sistem keuangan dari penyalahgunaan. Selain itu, jumlah kepatuhan yang dibutuhkan lembaga seringkali melibatkan kebutuhan akuntan dan pengacara.

Namun, fintech telah menghadirkan cara baru dalam memandang dan menangani masalah tersebut serta telah menjadi area abu-abu untuk regulasinya. Hal inilah yang menjadi perhatian para pembuat undang-undang karena dalam praktiknya fintech akhirnya menjadi “bank” bertaraf nasional dengan tujuan tertentu. Ditambah lagi, untuk setiap negara, regulasi dan aturan yang dibuat berbeda-beda.

Persaingan 

Walaupun banyak banyak yang akhirnya mengakui bahwa dengan keberadaan fintech, maka bisnis mereka akan menjadi terganggu, namun bukan berarti perusahaan-perusahaan tersebut akan diam saja dan mempersilakan jenis bisnis keuangan baru itu melenggang bebas. Pastinya akan ada ‘gangguan-gangguan’ kecil yang merintangi di tengah jalan. 

Terlebih lagi, pihak bank juga masih cukup kuat dalam hal pelayanan keuangan dan memegang aset penuh untuk hal tersebut, sedangkan perusahaan pemberi layanan jasa keuangan berbasis teknologi belum sampai ke tahap tersebut.

Kepercayaan Pelanggan

Sudah menjadi satu rumus pasti di mana sebuah bisnis yang bergerak dalam bidang keuangan wajib memberikan jaminan kepercayaan terhadap pelanggan. Para pelanggan akan merasa nyaman ketika perusahaan yang mereka tuju dapat memberikan rasa aman. Dan untuk fintech sendiri yang mau tidak mau berhubungan dengan data dan internet, salah satu risiko yang paling besar adalah faktor keamanan, seperti pembobolan data sampai dengan serangan siber dari para peretas.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh National Association of Retirement Plan Participants pada tahun 2016, menyatakan bahwa untuk masalah industri keuangan, faktor kepercayaan adalah unsur paling penting yang wajib dipunyai dan dijaga. Oleh karena itu, tidak sedikit yang masih memandang sebelah mata dan skeptis dengan layanan tekfin yang masih baru seumur jagung. Dikarenakan hal itu, diperlukan cara khusus untuk dapat meyakinkan pelanggan agar percaya dengan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan fintech.

Unik dan Memiliki Value

Industri fintech memang sudah mulai menjamur di mana-mana dan bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Akan tetapi ketika Anda membuat startup fintech baru dan tidak memiliki keunikan dalam layanannya, maka jangan harap dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan tekfin lain yang sudah lebih dulu berdiri.

Semua segmen yang terkait dengan uang adalah ranah permainan bagi industri fintech, mulai dari masalah pengaturan keuangan pribadi, penganggaran, pembayaran, pinjaman, investasi sampai dengan asuransi. Oleh karenanya, tidak sedikit perusahaan tekfin sekarang ini yang mencoba menelurkan inovasi baru untuk menemukan solusi dari masalah konsumen serta menawarkan cara baru dan unik serta memiliki value bagi mereka, dalam hal ini adalah keuntungan.

Teknologi

Tentu saja, seperti namanya, financial technology, maka industri fintech ini pastinya berbasis teknologi. Oleh karenanya, diharapkan jangan hanya menggunakan teknologi yang sudah lama dan banyak digunakan, melainkan mulai menerapkan penggunaan teknologi AI atau kecerdasan buatan yang dapat membantu perusahaan dalam segala hal.

Sebagai startup baru, Anda mungkin harus bertaruh pada teknologi yang akan memberdayakan layanan dan tentunya cost yang harus dibayarkan cukup mahal. Akan tetapi, sisi positifnya adalah teknologi seperti itu sekarang ini banyak digunakan oleh penyedia platform cloud seperti Microsoft Azure dan Google Cloud Platform, yang menurunkan penghalang untuk pengembangan. 

Jadi dapat dikatakan, tidak masalah apabila cost yang dikeluarkan merupakan investasi untuk masa depan. Hanya saja, Anda juga harus mengikuti perkembangan teknologinya, karena akan selalu ada upgrade baru terkait dengan hal tersebut.

Pendanaan

Sekarang ini, banyak konsumen atau pelanggan yang benar-benar cerdas. Sebelum menggunakan layanan fintech, mereka memeriksa menggali informasi terkait perusahaan tekfin tersebut terlebih dahulu, termasuk masalah pendanaannya. Hal itu cukup masuk akal karena tidak ada yang mau rugi atau berisiko menjadi rugi atau dirugikan.

Untuk itu, ketika membangun sebuah startup keuangan berbasis teknologi, maka dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Anda harus bermitra dengan banyak pihak serta memiliki pendana yang kuat sebagai penyokong ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.