blogs - bisnis & culture

Alasan Umum Konsumen Membatalkan Transaksi Saat Belanja Online

10 Dec 04, 2020
Alasan Umum Konsumen Membatalkan Transaksi Saat Belanja Online

Mungkin akan jarang terjadi apabila seseorang benar-benar sedang membutuhkan suatu barang tertentu dan kemudian mendapatkannya akan tetapi tiba-tiba membatalkan transaksi alias tidak jadi membelinya karena suatu hal. Akan tetapi menjadi satu hal yang kemungkinan besar terjadi apabila orang yang bersangkutan sebenarnya tidak terlalu membutuhkan barang tersebut atau membeli hanya karena suka dan faktor gelap mata saja.

Salah satu permasalahan besar yang kerap kali muncul dalam proses transaksi di situs eCommerce adalah ketika seseorang ingin melakukan check out atau pembayaran. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Baymard Research Institute, hampir 70 persen para pembeli online di berbagai negara memutuskan membatalkan transaksi saat belanja online karena dipusingkan saat melakukan check out.

Dan berikut ini adalah beberapa hal lain yang akhirnya membuat konsumen batal membeli suatu barang di situs eCommerce ataupun Marketplace pada saat check out.

Ribet

Memang tidak dapat dipukul rata semua situs niaga memberlakukan hal yang sama, akan tetapi ada beberapa di antaranya yang meminta konsumen untuk menuliskan banyak informasi sekaligus mendaftarkan diri sebelum melakukan check out. Hal tersebut dirasa sangat tidak nyaman dan akhirnya banyak yang memutuskan untuk meninggalkan tempat dan membatalkan transaksi.

Membingungkan

Tentu saja, salah satu hal yang dapat membuat siapa saja yang masuk ke dalam suatu web itu adalah faktor kenyamanan dan kemudahan ketika mengakses satu halaman ke halaman lainnya. Hanya saja, terkadang karena ingin tampil menarik, maka pemilik web niaga membuat situsnya tersebut menjadi terlalu canggih yang mana justru akhirnya membingungkan konsumen dalam bertransaksi. Ketika navigasinya terlalu rumit dan akhirnya memakan waktu, maka konsumen memilih untuk keluar daripada meneruskan berada di situs yang bersangkutan.

Beban Ongkos Kirim

Sekarang ini mungkin sudah banyak website niaga yang menerapkan fasilitas free ongkir. Akan tetapi bukan berarti tidak ada situs-situs eCommerce ataupun marketplace yang masih bersikukuh untuk membebani konsumennya dengan biaya pengiriman. Bahkan salah satu yang membuat konsumen batal beli adalah karena biaya pengiriman cukup besar dan harus ditanggungnya sendiri.

Kurang Aman

Salah satu faktor terpenting dalam bertransaksi online adalah kepercayaan atau rasa aman. Mungkin semua konsumen akan mengatakan hal yang sama bahwa mereka tidak akan serta merta memberikan informasi mengenai data pribadi sampai dengan kartu kredit yang mereka gunakan untuk bertransaksi apabila web niaga yang sedang diaksesnya tidak dapat memberikan rasa aman, seperti tidak adanya sertifikasi SSL ataupun testimoni dari pelanggan lainnya.

Dengan sulitnya saat konsumen akan membayar, maka web niaga yang bersangkutan akan kehilangan calon pembeli dan dapat pula kehilangan imejnya di masyarakat karena testimoni negatif dari mulut ke mulut yang dapat dengan cepat menyebar.