blogs - bisnis & culture

Serba Online Selama Pandemi, Bisakah Anak Kecanduan Gadget?

10 Sep 10, 2020
Serba Online Selama Pandemi, Bisakah Anak Kecanduan Gadget?

Kemunculan pandemi tentu memaksa Anda untuk lebih bersahabat dengan smartphone. Di mana berbagai macam aktivitas kini benar-benar tergantung akan gadget canggih yang satu ini. Jika sebelumnya berbelanja bisa dilakukan di mall, kini rasanya akan lebih nyaman dan aman jika Anda berbelanja secara online dari rumah. Hal ini juga berlaku bagi aktivitas bekerja dan belajar. Telah banyak perusahaan yang mulai menerapkan WFH pada beberapa karyawannya agar bisa mengurangi penyebaran virus. Para pelajar pun juga dituntut untuk melakukan proses belajar mengajar secara online. Hal ini juga menunjukkan bahwa ketergantungan akan smartphone kini tidak hanya dialami oleh orang dewasa, namun juga anak-anak.

Mulai dari melakukan conference hingga mengerjakan PR kini benar-benar dilakukan secara online menggunakan smartphone. Hal ini tentu membuat para orang tua terkadang merasa was-was dan takut buah hatinya akan kecanduan akan gadget. Terlebih smartphone memang memiliki dampak yang kurang baik jika digunakan secara terus-menerus. Dr. Aisah Dahlan, sebagai pakar neuro parenting mengungkapkan bahwa mata menjadi bagian dari tubuh yang paling terpengaruh akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Jika tidak dijaga dengan baik, kesehatan mata buah hati bisa jadi menurun.

Untuk menjaga kesehatan mata buah hati, dibutuhkan sebuah peregangan secara berkala. Terdapat dua cara peregangan yang bisa Anda ajarkan kepada buah hati. Peregangan pertama disebut dengan peregangan 20-20, melalui cara satu ini, buah hati bisa menatap layar smartphone selama 20 menit nonstop dan mengistirahatkannya pada 20 menit selanjutnya. Sedangkan peregangan kedua disebut dengan peregangan 40-10. Pada cara satu ini, anak Anda bisa menggunakan gadget selama 40 menit dan beristirahat selama 10 menit. Jika dipraktekkan dengan baik, kedua cara ini bisa membuat kesehatan mata buah hati menjadi lebih terjaga.

Tingkat kecanduan anak-anak terhadap gadget, tentu akan sangat dipengaruhi dengan kebijakan orang tuanya. Agar buah hati tidak ketergantungan terhadap smartphone, berikan aturan khusus mengenai berapa lama buah hati boleh menggunakan smartphone. Beri juga larangan untuk tidak menggunakan smartphone pada jam tertentu, seperti jam tidur maupun jam makan. 

Meski telah menerapkan aturan penggunaan smartphone setiap harinya, bukan berarti Anda melarang buah hati untuk memainkan game online. Dr. Aisah juga sempat mengungkapkan bahwa memberi waktu si kecil bermain game merupakan salah satu cara untuk mengistirahatkan otak. Setelah beberapa jam otak dibuat tegang selama proses belajar, beri otak buah hati Anda waktu beristirahat dan bersantai dengan memainkan game.