blogs - bisnis & culture

Android vs iOs: Operating System Mana yang Paling Tepat untuk Kembangkan Usaha Fintech?

10 Dec 04, 2020
Android vs iOs: Operating System Mana yang Paling Tepat untuk Kembangkan Usaha Fintech?

Jika Anda melihat-lihat di Google Play Store atau Apple App Store, tentunya sekarang ini sudah sangat banyak sekali aplikasi fintech yang sengaja diletakkan di dua penyedia aplikasi untuk perangkat berbasis Android atau iOS. Salah satu alasan kenapa semakin banyaknya aplikasi fintech di Google Play Store atau Apple App Store karena saat ini aplikasi seperti itu sudah semakin populer di kalangan masyarakat.

Hanya saja, ketika ada sebuah perusahaan atau startup yang ingin membangun sebuah aplikasi seluler, kira-kira platform mana yang lebih tepat untuk digunakan? Apakah Android ataukah iOS? Nah, untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya berikut

Android vs iOS, Platform Mana yang Ideal untuk Aplikasi Fintech?

Saat mempertimbangkan untuk membangun aplikasi fintech, sebuah perusahaan perlu memutuskan akan memilih menggunakan platform mana, iOS ataukah Android. Meskipun Android dari tahun 2016 telah menjadi platform seluler terkemuka dengan jumlah pengguna tertinggi di seluruh dunia, akan tetapi iOS juga masih cukup tangguh karena rata-rata penggunanya adalah orang-orang dengan penghasilan tinggi. Dikarenakan di setiap negara, dominasi antara kedua platform ini berbeda, maka menjadi satu hal yang tidak mudah untuk memilih antara keduanya sebagai prioritas.

Saat ini, ada sekitar 2,6 juta pengguna perangkat berbasis Android di seluruh dunia, sedangkan pengguna perangkat berbasis iOS adalah sekitar 2 jutaan. Tentunya berdasarkan jumlah pengguna, maka Android dapat dikatakan tepat untuk dijadikan platform utama dalam merintis usaha fintech.

Hanya saja, ketika menggunakan parameter pendapatan yang diperoleh, maka iOS adalah platform yang lebih tepat. Berdasarkan GSMA’s 2020 Mobile Economy report, cross-platform revenue antara iOS dan Android , operating system besutan Apple itu mendapatkan hasil dua kali lebih besar dibandingkan Android. 

Tidak hanya itu saja, pengukuran berdasarkan brand loyalty, pengguna perangkat berbasis iOS dianggap lebih loyal terhadap produk dari Apple tersebut dibandingkan dengan pengguna smartphone berbasis Android

Namun, ketika sebuah perusahaan fintech yang baru saja merintis, maka perlu juga memikirkan masalah lokasi di mana segmen pasar mereka. Hal itu dikarenakan setiap negara memiliki basis pengguna kuat untuk kedua platform tersebut. Contohnya saja, untuk kawasan Asia, Amerika Selatan atau juga Afrika, banyak orang yang lebih senang menggunakan Android daripada iOS. Akan tetapi di Amerika Serikat, sebagian besar negara di Eropa dan juga Inggris, iOS lebih populer.

Kenapa Tidak Membuat Aplikasi Fintech Memakai 2 Platform Sekaligus?

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah ketika perusahaan fintech tersebut masih berusia muda dan memiliki dana yang terbatas, maka akan membuang-buang waktu juga tenaga apabila harus membuat aplikasi dengan memakai 2 platform tersebut sekaligus. 

Jadi tentukan terlebih dahulu target audience yang bakal disasar dan juga pertimbangan mengenai hal-hal lain, termasuk masalah lokasi yang akan diterjuni. Dengan menganalisis semua hal, maka akan lebih mudah untuk menentukan platform mana yang dapat dijadikan prioritas utama dalam pembuatan aplikasi fintech di awal.