ACCESSTRADE Indonesia

Manfaatkan Layanan Pinjaman Online Boleh Saja, Asal…

Admin
others Sep 01, 2020

Baca Juga: 10 Strategi Bisnis Affiliate Marketing Bagi Pemula Yang Paling Direkomendasikan

Saat sedang membutuhkan dana cepat dan tabungan terasa tidak cukup, mengajukan pinjaman menjadi solusi yang seringkali dijadikan pilihan. Terlebih lagi saat ini telah hadir istilah fintech atau yang lebih sering disebut dengan pinjaman online. Dengan menggunakan layanan ini, Anda bisa mendapatkan pinjaman dana secara cepat dengan persyaratan yang simpel. Hanya dengan menggunakan KTP, Anda bisa langsung mendapatkan dana yang dibutuhkan saat itu juga. Memanfaatkan layanan pinjaman online tentu bukanlah kesalahan yang fatal, asalkan Anda memilih penyedia pinjaman online yang tepat dan tidak merugikan. Sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman online, simak beberapa hal berikut ini.

Daftar Isi

Perhatikan Perizinan Data Smartphone

Sebelum mengajukan pinjaman online, hal pertama yang perlu Anda lakukan tentu mengunduh aplikasi penyedia fintech terlebih dahulu. Proses pengunduhan ini tentu terbilang sangat mudah dan sepele, di mana Anda hanya membutuhkan kapasitas memori serta jaringan internet yang memadai. Langkah selanjutnya setelah proses pengunduhan inilah yang perlu Anda perhatikan dengan seksama.

Setelah melakukan pengunduhan, aplikasi fintech  akan meminta izin untuk mengakses beberapa data pribadi di smartphone Anda. Camera, location, dan microphone adalah tiga data yang boleh diajukan penyedia fintech kepada para penggunanya. Ketiga hal tersebut juga telah diatur langsung oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagai lembaga negara. Apabila aplikasi yang Anda unduh meminta izin pada galeri hingga daftar kontak, bisa dipastikan bahwa penyedia pinjaman online tersebut termasuk dalam golongan fintech ilegal.

Jika Anda melanjutkan proses peminjaman dan memberikan izin untuk mengakses data pribadi, bersiaplah untuk mendapatkan teror yang mengganggu jika Anda terlambat dalam mengembalikan pinjaman. Untuk menghindarinya, jangan gegabah dan perhatikan  secara seksama setiap perizinan data yang akan diakses oleh penyedia pinjaman online.

Ketahui Jenis Biaya yang Perlu Dibayarkan

Salah besar jika Anda beranggapan bahwa biaya yang perlu dipersiapkan untuk mengajukan pinjaman online hanyalah bunga dan denda saja. Terlepas dari kedua biaya tersebut, setiap fintech juga membebani biaya tambahan lainnya yang perlu Anda bayarkan. Beberapa diantaranya yakni biaya admin, early repayment, dan masih banyak lagi. Ketahui secara rinci ada tidaknya biaya lain yang akan dibebankan kepada Anda, sebagai si pengguna jasa.

Setiap fintech legal tentu akan menginformasikan mengenai berbagai macam jenis biaya yang perlu dibayarkan oleh pengguna jasanya. Jika jenis biaya yang ditetapkan tidak transparan, Anda perlu curiga terhadap layanan penyedia pinjaman online tersebut. Bukan tidak mungkin, Anda nantinya dituntut untuk mengeluarkan biaya cukup besar yang sebelumnya belum Anda persiapkan sama sekali.

Risiko Jika Telat Membayar Pinjaman

Setiap kali melakukan pinjaman dana, baik melalui bank maupun melalui fintech, Anda tentu perlu membayar pinjaman tersebut sesuai dengan tanggal jatuh tempo pembayaran. Jika terlambat, Anda akan dikenai biaya tambahan berupa denda. Denda tersebut wajib Anda bayarkan bersamaan dengan pelunasan biaya peminjaman. Baca juga secara mendetail peraturan pinjaman yang ditetapkan oleh para penyedia fintech, cari tahu apa saja risiko yang akan Anda terima jika melakukan keterlambatan terhadap pembayaran pinjaman. Jika merasa tidak ada masalah dari peraturan pinjaman tersebut, lanjutkan proses peminjaman Anda.

Perhatikan Ada Tidaknya Layanan Konsumen

Hal ini seringkali luput dari perhatian para pengguna layanan pinjaman online, di mana mayoritas dari Anda hanya berfokus pada cepatnya pengajuan dana pinjaman yang diberikan. Ada tidaknya layanan konsumen ini perlu Anda perhatikan di awal. Jangan hanya mencari tahu jika sudah mengalami permasalahan, seperti keterlambatan, permohonan keringanan, atau yang lainnya. Hindari mengajukan pinjaman online pada fintech yang tidak dilengkapi dengan layanan konsumen. Reputasi dan kredibilitas fintech tersebut perlu Anda pertanyakan. Selain layanan konsumen, informasi lainnya seperti alamat kantor hingga email perusahaan perlu Anda ketahui juga.

Pilih Fintech Legal dan Hindari Fintech Ilegal

Tahukah Anda bahwa kini jumlah fintech ilegal sudah mencapai angka ribuan? Hal ini tentu membuat Anda perlu lebih waspada setiap kali akan melakukan pinjaman online. Terlepas dari kemudahan yang ditawarkan, fintech ilegal hanya akan merugikan Anda nantinya. Selain bisa mengakses data pribadi yang ada di ponsel, fintech ilegal juga tidak segan-segan mematok biaya denda keterlambatan yang sangat tinggi. Hal ini tentu akan sangat merugikan Anda, bukan? Sehingga Anda perlu kembali mempertimbangkan pengajuan dana pinjaman pada fintech ilegal tersebut. Saat ini mengetahui fintech ilegal juga terbilang sangat mudah, Anda hanya tinggal mengecek apakah fintech tersebut masuk dalam daftar fintech legal OJK. Jika tidak terdaftar, tanpa pikir panjang lagi, tinggalkan fintech ilegal tersebut.

Setelah menerapkan tips yang telah disebutkan di atas, kini Anda bisa memanfaatkan layanan pinjaman online dengan lebih tenang tanpa khawatir akan terjadi hal tidak mengenakkan di kemudian hari.

Baca Juga: Afiliasi Pemasaran, Penjelasan dan Cara Memulai Jadi Afiliasi Marketer dari Pemula sampai Profesional

Content Author
M Khairul Rozzi

Sebagai penanggung jawab semua content artikel di Accesstrade, Saya ingin memastikan setiap penulisan memiliki value yang baik dan tersampaikan ke pada pembaca

Artikel Terkait
how to
30+ Ide Bisnis Online 2023 yang Menguntungkan untuk anda coba pelajari seperti affiliate marketing, dropshipper, reseller dan menjual foto secara online tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun
Jan 23, 2023
how to
Temukan cara paling ampuh untuk mendapatkan uang dari internet minimal 100rb. Dapatkan tips dan trik yang terbukti efektif dari para ahli dalam menghasilkan uang secara online. Mulai dari menjadi freelancer, menjual produk digital
Jan 23, 2023
affiliate marketing
Affiliate Marketing adalah program di mana Anda mempromosikan produk atau layanan perusahaan atau merek dan mendapatkan komisi untuk setiap pembelian. Jumlah komisi yang Anda terima bervariasi berdasarkan persentase produk dan harga jual.
Jan 07, 2023
how to
Setelah Anda bergabung sebagai Affiliate Marketer di Tokopedia, Anda harus mempunyai strategi dalam mempromosikan produk yang Anda jual pada platform media sosial pribadimu. Hal ini menjadikan keuntungan untuk Anda jika hal ini berhasil,
Jan 06, 2023
affiliate marketing
Saat ini, TikTok telah berkembang menjadi platform ecommerce. Bahkan TikTok telah membuka kemungkinan kepada pengguna untuk mendapat penghasilan tambahan lewat TikTok Affiliate. Berikut cara membuat affiliate marketing TikTok meraup untung jutaan rupiah.
Jan 06, 2023
affiliate marketing
Affiliate Marketing adalah program atau perusahaan yang membayar komisi untuk menawarkan dan menjual produk, layanan, atau situs web. Contoh umum dari bisnis Affiliate adalah menggunakan tautan rujukan. Affiliate marketer menempatkan tautan di blog.
Jan 06, 2023