blogs - bisnis & culture

Cara Cerdas Menarik Minat Investor Terhadap Startup yang Kita Miliki

10 Dec 10, 2020
Cara Cerdas Menarik Minat Investor Terhadap Startup yang Kita Miliki

Boleh-boleh saja Anda memiliki ide yang menarik sampai dengan yang paling ekstrem sekalipun, akan tetapi tidak semua ide-ide tersebut juga terlihat menarik untuk kebanyakan orang terutama para investor. Para investor tersebut tentunya ingin mengetahui sebagus mana ide atau startup yang Anda ciptakan tersebut atau juga bagaimana perkembangannya sebelum mereka akhirnya memutuskan untuk  menggelontor banyak dana setelahnya.

Hanya saja, terkadang sebelum menemukan titik di mana ide atau startup yang sedang Anda bangun tersebut benar-benar berdiri, ada kalanya rasa tidak sabar dan akhirnya menyerah menyelimuti diri atau tim dan kemudian menguburkan semua yang telah dikembangkan tersebut.

Untuk itu, diperlukan strategi dan cara-cara khusus agar startup atau ide yang sedang Anda bangun itu dapat langsung menarik hati dan minat para investor.

Sederhanakanlah Apabila Memang dapat Disederhanakan

Dapat diistilahkan Anda ingin mempromosikan suatu produk ke anak berusia lima tahun, maka jangan gunakan istilah-istilah membingungkan agar anak tersebut mengerti dan kemudian tertarik. Hal itu sama seperti ketika Anda ingin presentasi di depan investor. Buatlah segalanya lebih mudah dipahami apabila memang dapat disederhanakan.

Memang terkadang agar terlihat keren dan canggih, Anda menggunakan istilah teknis rumit yang justru para investor akan kesulitan mencerna. Seorang penemu tentunya juga seorang komunikator yang baik dan seorang investor hanya akan mau berinvestasi ketika mereka paham akan apa yang ingin mereka danai.

Tunjukkan Gairah Anda!

Seperti halnya sebuah magnet, seseorang dengan gairah yang tinggi dan meletup-letup akan lebih mudah menarik perhatian orang lain daripada yang biasa-biasa saja. Jadi dapat dikatakan bahwa tidak cukup hanya bermodal semangat saja, Anda harus menunjukkan gairah di depan para investor ketika sedang mempresentasikan ide atau startup yang sedang dibangun. 

Walaupun sebenarnya Anda adalah seorang introvert, tapi dalam hal ini buatlah sebuah pengecualian agar goal dapat diraih. Buatlah para investor tertarik dengan gesture dan gairah yang Anda tunjukkan serta komunikasikanlah dengan sejelas mungkin.

Olah Nada dan Atur Tempo

Tidak hanya berlaku pada latihan vokal atau ketika sedang bernyanyi saja, Anda juga wajib mengolah nada dan mengatur tempo dalam berbicara, terutama saat di depan para investor. Jika Anda merasa kurang yakin, cobalah untuk berlatih di kamar mandi, di depan kaca atau di depan rekan-rekan kerja untuk mendapatkan chemistry dan rasa percaya diri yang tinggi. Setelah itu, dengan dapat mengatur nada serta tempo bicara, maka Anda dapat menguasai ruangan dengan cepat.

Ketika Anda berbicara dengan nada pelan maka akan mengisyaratkan bahwa Anda sedang dalam posisi kurang percaya diri. Seperti seorang Soekarno ataupun Adolf Hitler dalam berpidato, mereka dapat membuat para pendengarnya langsung terdiam ataupun bersorak secara bersamaan setelah pidato dilontarkan. Begitu pula di hadapan para investor. Dengan menguasai teknik komunikasi seperti itu, maka Anda dapat lebih cepat meyakinkan para investor.

Ciptakan Rasa Urgensi

Seorang komunikator atau orator yang bagus adalah yang dapat mempengaruhi pendengarnya. Hal itupun juga ada dalam dunia bisnis. Ketika Anda sedang ‘menjajakan’ ide atau startup yang sedang dibangun kepada investor, maka salah satu cara yang efektif adalah dengan menciptakan dan mensugestikan rasa urgensi di dalam benak dan pikiran mereka.

Dalam artian bahwa Anda dapat membuat kalimat-kalimat yang memiliki maksud bahwa ide atau startup yang sedang dibangun ini akan tetap berjalan sesuai jalurnya dan bakal berkembang pesat dengan atau tanpa bantuan para investor. Memang akan sedikit terasa riskan akan tetapi buatlah pengandaian-pengandaian atau juga solusi jika saja kesepakatan tidak tercapai dan startup itu harus berjalan sendiri.

Terus Bakar Emosi

Dalam hal ini, emosi yang dimaksud adalah rasa ketika investor sudah tertarik dan benar-benar berminat ingin memberikan dana agar nantinya ketika sukses dapat memperoleh hasil berlipat ganda. Jadi, jangan sampai emosi tersebut padam. Terus bakar emosi tersebut sampai kata deal tercapai.

Hal itu dirasa sangat perlu dilakukan karena ketika Anda berhasil menarik minat dan memikat para investor, akan tetapi kemudian gairah untuk ikut mengembangkan startup atau ide tersebut menjadi turun setelah promosi dan presentasi selesai. Oleh karenanya, terus jaga emosi dan gairah tetap ada dalam benak dan pikiran para investor serta bagikan informasi terbaru terkait dengan ide atau startup tersebut.

Jangan Berhenti Pada Sebuah Kesepakatan Saja

Terkadang, seseorang akan merasa cukup dan puas ketika sudah berhasil menarik dan memikat investor agar dapat mendanai startup yang sedang dikembangkan. Akan tetapi hal tersebut disarankan untuk dilakukan. Dalam artian bahwa jangan bangga ketika sebuah kesepakatan tercapai.

Seperti kata pepatah dalam dunia pemasaran, “It’s not in until it’s in<,” yang memiliki artian bahwa sebelum sang investor mengirimkan dana atau sebelum uang masuk ke rekening bank perusahaan rintisan, maka apapun dapat saja terjadi.

Artikel lain yang mungkin Anda akan tertarik untuk membacanya: