blogs - bisnis & culture

Gojek dan Grab Merger?

10 Dec 10, 2020
Gojek dan Grab Merger?

Tentunya hampir tidak ada orang-orang di Indonesia yang tidak mengenal jasa layanan transportasi berbasis online, Grab dan Gojek. Ya, keduanya adalah layanan transportasi berbasis online yang untuk saat ini mendominasi di Tanah Air. 

Memang dari sisi basis perusahaannya, Grab dan Gojek merupakan startup yang didirikan di 2 negara berbeda. Grab di Singapura, sedangkan Gojek di Jakarta, akan tetapi keduanya tetap menjadi sarana transportasi umum yang sangat populer di masyarakat Indonesia.

Terlepas dari asal-usul Grab dan Gojek tersebut, ada kabar yang mengatakan bahwa keduanya sedang dalam proses negosiasi final untuk berkolaborasi bersama. Dan tidak hanya sekadar berkolaborasi saja, menurut Bloomberg yang mendapatkan informasi dari ‘orang dalam’ salah satu perusahaan, kedua startup ini ada kemungkinan besar akan melakukan merger dalam jangka waktu dekat.

Ketika proses merger sudah dilakukan dan final, bukan berarti nantinya akan ada satu perusahaan baru yang merupakan hasil dari gabungan dua startup tersebut, melainkan Grab dan Gojek tetap akan menjalankan bisnis mereka masing-masing. Hanya saja, pendiri Grab, Anthony Tan akan menjadi Chief Executive Officer-nya, sedangkan para eksekutif di Gojek akan terus menjalankan bisnisnya di Indonesia yang mana tetap di bawah brand Gojek sendiri. 

Dan untuk sementara, ketika merger sudah terjadi, Gojek dan Grab akan tetap menjadi 2 nama brand yang berbeda, akan tetapi berdiri di satu bendera. Akan ada waktunya nanti, keduanya akan benar-benar disatukan menjadi satu layanan yang baru.

Sayangnya, ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, pihak Grab, Gojek atau juga Softbank selaku investor menolak untuk memberikan komentar. 

Rumor mengenai akan dilakukannya merger antara Grab dan Gojek ini muncul ketika pandemi berlangsung. Terjadi penurunan pendapatan di segala lini. Layanan transportasi berbasis online cukup terkena imbasnya dengan bukti banyak driver-driver rekanan yang kemudian terpuruk dan jarang mendapatkan orderan seperti sebelum masa pandemi.

Untuk saat ini, Grab menjadi startup yang menjual layanan transportasi berbasis online terbesar di kawasan Asia Tenggara. Valuasi nilai jualnya melebihi angka Rp212 triliun dengan sebaran layanan di semua negara Asia Tenggara kecuali Laos dan Brunei Darussalam. Sedangkan Gojek sendiri adalah layanan yang sama dengan nilai valuasi sebesar Rp141,41 triliun dengan cakupan wilayah layanan Indonesia, Thailand, Vietnam dan Filipina.