blogs - media sosial

Mulai Tahun Depan, Akan Ada Iklan di Telegram

10 Dec 27, 2020
Mulai Tahun Depan, Akan Ada Iklan di Telegram

Bersaing dengan WhatsApp sebagai aplikasi pengiriman pesan secara cepat, Telegram sekarang ini sudah berkembang pesat dan memiliki pengguna yang sangat banyak di seluruh dunia. Bahkan tidak sedikit yang lebih suka menggunakan Telegram daripada WhatsApp karena aplikasi satu ini menawarkan enkripsi end-to-end yang sangat bagus untuk orang-orang yang ingin privasinya benar-benar terjaga.

Dari dirilis ke publik sejak bulan Agustus 2013, sampai sekarang ini sudah ada kurang lebih 500 juta pengguna di seluruh dunia secara total. Bahkan sampai sekarang pun, perusahaan pengelolaannya pun hanya sedikit saja memonetisasi produknya tersebut. Tidak ada biaya tambahan ataupun iklan yang mengganggu penggunanya.

Hanya saja, ada kabar terbaru yang mengatakan bahwa mulai tahun 2021 mendatang, akan ada iklan di Telegram. Hanya saja, iklan tersebut tidak serta merta tiba-tiba muncul begitu saja. Iklan tersebut tidak muncul ketika pengguna memakai percakapan pribadi atau juga memulai obrolan dalam kelompok. Iklan baru akan muncul ketika pengguna memakai layanan massive public one-to-many channel atau layanan chanel umumnya.

Cukup beralasan kenapa Telegram akan memulai menampilkan iklan pada layanannya. Hal itu dikarenakan Pavel Durov selaku pendiri Telegram selama ini membiayai semua halnya menggunakan uang pribadinya sendiri. Ketika kebutuhan semakin tinggi, maka dana yang harus disiapkan tidaklah main-main. Oleh karenanya, apabila dana pribadi sudah tidak mencukupi untuk menangani operasionalnya. Maka opsinya hanya ada 2, menjual Telegram dengan harga tertentu atau mulai melakukan monetisasi.

Hanya saja, walaupun akan menghadirkan iklan pada produknya tersebut, akan tetapi Durov tetap menegaskan bahwa untuk pemakaian pribadi, layanannya ini akan tetap gratis selamanya. Namun, dia baru akan sedikit meminta bayaran kepada pengguna ketika Telegram akan digunakan oleh perusahaan atau untuk media bisnis. Hal itu dikarenakan akan ada tambahan fitur-fitur baru yang disematkan untuk versi bisnis.

Satu hal yang menjadi unik adalah ketika tidak dapat menggunakan dana pribadi untuk seterusnya, maka ada opsi untuk menjual Telegram ke pihak lain, hanya saja, Durov mengatakan tidak ingin merelakan produknya ini jatuh ke tangan Facebook sebagai pembeli. Dia ingin pihak lain yang lebih kompeten.