blogs - web & programming

Kesalahan Umum Website eCommerce

10 Nov 10, 2020
Kesalahan Umum Website eCommerce

Selama bertahun-tahun, algoritma mesin pencari selalu menentukan web mana yang dapat berada di halaman pertama dan ada di urutan teratas. Bahkan algoritma tersebut juga menentukan bagaimana peringkat situs web di SERP Google dapat berubah-ubah seiring waktu. Saat mesin pencari menjadi lebih maju dan terus fokus untuk memberikan hasil yang lebih relevan bagi pengguna akhir, pekerjaan SEO menjadi semakin kompleks.

Selain masalah SEO dan artikel terkait, UX atau user experience adalah salah satu hal yang kerap dioptimalkan oleh pemilik web agar pengunjung yang datang akan dimanjakan oleh tampilan yang bagus. Hanya saja, khusus untuk web-web Commerce, ada beberapa di antaranya yang justru hanya fokus ada konten dan sering mengabaikan masalah UX ini. Hasilnya adalah terjadinya penurunan dari kunjungan dan imbasnya juga langsung pada penjualan produk merosot.

Nah, berikut ini adalah kesalahan-kesalahan umum pada website eCommerce terkait UX yang dimilikinya.

Halaman Tidak dapat Di Bookmark

Pada umumnya, ketika mengunjungi suatu web, banyak orang yang sering melakukan bookmarking atau disebut juga dengan istilah parkir halaman untuk suatu artikel, gambar atau bahkan video bagus. Untuk web-web eCommerce pun hal tersebut juga berlaku. Tidak sedikit yang melakukan bookmarking dengan tujuan agar nanti halaman terakit produk tertentu dapat dibuka lagi lain waktu.

Hanya saja, kesalahan yang biasa dilakukan oleh pengelola web eCommerce adalah tidak memberikan keleluasan kepada pengunjung untuk melakukan bookmarking halaman yag diinginkan dan ketika ditandai secara paksa, saat dibuka ulang, halaman tersebut sudah tidak ada dan harus kembali mencari lagi dari awal.

Gambar Produk Berkualitas Rendah

Menurut penelitian, gambar memiliki pengaruh sangat besar terhadap kesuksesan penjualan. Hal itu dikarenakan tidak semua orang ingin membaca penjabaran panjang mengenai produk tersebut, melainkan lebih suka melihat secara visual.

Ketika gambar atau foto produk yang dipasang memiliki kualitas rendah atau berukuran kecil dan di-resize seperti ukuran yang diinginkan, maka hasilnya pun tidak enak dipandang. Banyak pengunjung akan membatalkan niat mereka untuk membeli produk yang bersangkutan ataupun memberikan kesan buruk hanya gara-gara gambar produk berkualitas rendah.

Info Barang

Nah, hal satu ini juga sangat sering ditemui di berbagai situs eCommerce Tanah Air, yaitu mengenai status info barang. Banyak orang merasa kecewa ketika menghabiskan beberapa menit untuk mencari produk yang diinginkan dan ketika menemukan dan menekannya, ternyata barang sudah habis atau out of stock.

Kebanyakan orang yang menjadi korban seperti ini akan langsung menjauh dari web yang bersangkutan dan ada kemungkinan tidak pernah kembali lagi. Tentu saja, apabila hal tersebut dibiarkan berlarut-larut maka akan merusak citra dari produk dan seller yang bersangkutan, termasuk web eCommerce-nya secara tidak langsung.

Pilihan Kategori Terbatas

Ketika ingin membeli suatu produk dan saat menuliskan kata kuncinya di kolom search, pada umumnya akan dihadapkan pada berbagai macam produk yang memiliki unsur dari kata kunci tersebut. Dan untuk lebih langsung mendapatkan produk yang dimaksud, maka harus menggunakan sistem pengerucutan kategori.

Apabila Anda memiliki web eCommerce dan hanya memberikan pilihan kategori secara terbatas, maka akan menyulitkan bagi pengunjung untuk secara langsung mendapatkan produk yang diinginkan. Bahkan tidak menutup kemungkinan calon pembeli tersebut akan keluar dari web dan mencarinya di tempat lain.

Menyulitkan dalam Proses Pembayaran

Setelah menghabiskan waktu untuk mencari produk dan kemudian menambahkannya ke keranjang, rata-rata pembeli akan bersiap untuk membayarnya. Tapi masalah muncul ketika web ‘memaksa’ pembeli tersebut untuk mendaftar dan menjadi member, padahal mereka tidak membutuhkannya.

Memang ada untuknya jika web memiliki anggota yang dapat dijadikan parameter bahwa situs tersebut memiliki pengikut dan disukai banyak orang. Hanya saja, terkadang hal tersebut juga menjadi satu bumerang yang dapat merugikan web yang bersangkutan. Dikatakan merugikan karena calon pembeli akan memilih keluar dari web daripada harus mendaftar menjadi member terlebih dahulu sebagai syaratnya.

Website Belum Mengimplementasikan HTTPS

Memang terkesan sepele antara penggunaan HTTP dan HTTPS pada alamat domain web. Tapi tahukah Anda bahwa HTTPS itu memiliki tingkat keamanan yang lebih bagus dibandingkan dengan HTTP. 

Tentunya semua orang ketika ingin berbelanja online membutuhkan sisi keamanan yang terjamin dari web yang menjual suatu produk yang diinginkan. Terutama bagi mereka yang menggunakan kartu kredit. Ketika prioritas keamanan tersebut justru diabaikan, maka akan ada banyak calon pelanggan yang prospektif memilih mundur karena takut akan menjadi korban scam, carding atau hacking

Memang poin-poin di atas dirasa sangat sepele, akan tetapi dapat berakibat fatal jika memang benar-benar diabaikan. Dengan memperhatikan dan menyeimbangkan sisi konten, SEO, UI dan UX, maka akan berdampak positif tidak hanya pada webnya saja, melainkan juga pada produk yang dijual.