blogs - aplikasi

Intip Keunggulan Signal, Aplikasi Pengganti WhatsApp yang Banyak Dibicarakan

10 Feb 03, 2021
Intip Keunggulan Signal, Aplikasi Pengganti WhatsApp yang Banyak Dibicarakan

Beberapa waktu belakangan ini semakin banyak orang meragukan keamanan penggunaan aplikasi perpesanan, seperti Instagram, Facebook, Twitter, bahkan layanan SMS standar, usai merebaknya kabar yakni WhatsApp, aplikasi perpesanan paling populer di dunia mengubah aturan privasinya. Di tengah-tengah hilangnya kepercayaan pengguna WhatsApp, banyak orang yang mulai beralih menggunakan layanan dari perusahaan berbeda, salah satunya adalah Signal.

Signal yang bisa diunduh secara gratis ini dirancang untuk saling berkirim pesan teks,gambar, audio hingga video yang terenkripsi untuk individu maupun grup. Tak hanya itu, Signal juga bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon terenkripsi antara pengguna Signal untuk pengguna seluler. Berikut ini adalah sekilas tentang apa itu Signal dan bagaimana bisa tiba-tiba jumlah pengguna baru aplikasi ini mengalami lonjakan begitu besar:

Signal, Apa Itu?

signal

Asal Anda tahu saja, Signal bukan merupakan aplikasi yang baru-baru ini dibuat untuk menyaingi WhatsApp. Asal mula aplikasi ini sendiri kembali ke tahun 2012, di mana Whisper Systems, perusahaan pengembang perangkat lunak yang berkantor di San Francisco, California, Amerika Serikat, meluncurkan dua aplikasi Android, TextSecure dan RedPhone. Keduanya masing-masing dirancang untuk mengenkripsi pesan teks dan panggilan suara.

Kemudian pada 2011, perusahaan tersebut dibeli oleh Twitter dan aplikasinya dirilis sebagai open-source software gratisan. Pada tahun 2013, Moxie Marlinspike, salah satu pendiri Whisper Systems, meninggalkan Twitter dan mendirikan startup lain, Open Whisper Systems. Sejak saat itu ia berjuang untuk terus mengembangkan TextSecure dan RedPhone. 

Berselang 1 tahun setelahnya, perusahaan mengumumkan kedua aplikasi tersebut digabungkan menjadi satu dan diberi nama baru, Signal. Di tahun 2018, Marlinspike bersama Brian Acton, salah seorang pendiri WhatsApp membentuk Signal Foundation guna meneruskan pengembangannya dan menjaganya tetap sebagai open-source software dan gratis.

Belum lama ini terjadi peningkatan unduhan baru untuk aplikasi Signal. Hal tersebut dipercaya karena adanya perubahan layanan perpesanan terenkripsi populer WhatsApp yang pada awal Januari 2021 mengungkapkan bahwa mereka akan mengubah persyaratan dan layanan. Dikatakan bahwa pihak WhatsApp akan mulai mengirimkan data pribadi penggunanya ke perusahaan induknya, yang tak lain dan tak bukan adalah Facebook. Aturan tersebut akan mulai berlaku secara resmi pada 8 Februari 2021. Sontak hal tersebut membuat banyak dari pengguna menyesalkan keputusan WhatsApp dan memilih pindah ke Signal.

Signal Support untuk Platform Apa Saja?

Signal tak hanya tersedia untuk perangkat seluler iOS dan Android, namun juga untuk PC yang menjalankan Windows, Mac dan Linux.

Cara Kerja Aplikasi Signal

Kehebatan aplikasi ini adalah Signal Protocol untuk menyediakan komunikasi end-to-end antara pengguna Signal. Termasuk teks, obrolan grup, pesan suara, foto dan video terenkripsi untuk perangkat berbasis iOS, Android dan juga PC.

Uniknya, Signal versi Android juga bisa berfungsi sebagai aplikasi SMS atau MMS seluler, meski pesan-pesan tersebut tak akan dienkripsi. Versi selulernya juga support panggilan suara dan video terenkripsi.

Pada Oktober 2020, Signal Foundation mengumumkan secara resmi bahwa mereka telah menambahkan panggilan suara dan video untuk aplikasi PC dan iPad-nya. Terdengar keren?

Dan bukan itu saja, aplikasi Signal juga mendukung obrolan grup. Kini admin grup bisa dipilih dan bisa menambah atau menghapus orang di dalam grup. Ada juga fitur @mention jika Anda ingin ‘mencolek’ orang tertentu dalam obrolan grup. Tautan grup pun dapat dikirimkan kepada siapa saja untuk bergabung dengan grup Signal.

Hal yang paling disukai dari Signal adalah, tak hanya pesan saja yang dienkripsi, tapi ditekankan oleh para pembuatnya bahwa semua metadata dalam pesan pun disembunyikan. Artinya, jika Anda mengobrol dengan seseorang di Signal, maka hanya si penerima pesan itu saja yang akan melihat pesan Anda.

Dan yang lebih penting dari itu semua, karena proses pengembangan aplikasi didanai oleh perusahaan nirlaba, maka tidak ada penjualan data apa pun untuk insentif finansial. Tak ada iklan dan aplikasi akan tetap gratis untuk Anda download dan gunakan.

Begitu Populer, Siapa yang Merekomendasikan Aplikasi Signal?

Menjadi salah satu aplikasi perpesanan terenkripsi yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan, ternyata bukan orang sembarangan yang merekomendasikan penggunaan aplikasi ini, lho. Menurut laporan Verge pada Februari 2020, Komisi Eropa mengirim catatan pada anggota stafnya. Catatan itu berisi pesan bahwa aplikasi Signal sekarang ini menjadi ‘aplikasi pesan instan publik yang direkomendasikan’.

Bahkan pendiri sekaligus CEO Twitter Jack Dorsey merupakan pendukung besar Signal. Selama bulan Juni 2020, dilaporkan oleh Vox bahwa Signal menjadi salah satu dari 10 aplikasi sosial yang paling banyak diunduh di perangkat berbasis iOS. Hingga kini, menurut data terbaru, aplikasi Signal untuk Android telah diunduh lebih dari 10 juta kali di Google Play Store.

Bagaimana, Anda juga tertarik menahbiskan diri sebagai mantan pengguna WhatsApp yang berencana berpindah ke lain hati dan menggunakan aplikasi Signal?

Artikel menarik lainnya yang bermanfaat untuk Anda: