blogs - komputer

Banyak Orang Masih Menggunakan "12345" Sebagai Kata Kunci Akun Mereka

10 Dec 03, 2020
Banyak Orang Masih Menggunakan "12345" Sebagai Kata Kunci Akun Mereka

Dari tahun ke tahun, banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa kata kunci “12345” merupakan password yang terburuk untuk digunakan. Uniknya, walaupun dikatakan terburuk, justru banyak orang yang masih memakainya sebagai kata kunci apapun yang terkait dengan kepemilikan pribadi, mulai dari akun jejaring sosial, PIN ATM sampai dengan password untuk membuka perangkat elektronik yang dimiliki.

Terkait dengan hal ini, sebuah perusahaan yang mengembangkan tools-tools untuk keamanan digital bernama NordPass melalui situs resminya mengungkapkan bahwa sampai tahun 2020 ini, ada sekitar 200 password yang sering dipakai oleh banyak orang di dunia. Yang menduduki urutan pertama adalah “123456” yang mana digunakan oleh sekitar 2,54 juta orang di seluruh dunia. Dan untuk dapat memecahkan atau membongkar password tersebut, hanya dibutuhkan waktu kurang dari satu detik saja menggunakan tools hacking tertentu.

Bahkan pihak NordPass mengatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dari tahun 2019 sampai 2020 ini terkait dengan penggunaan kata kunci tersebut. Dapat dikatakan bahwa, walaupun sangat berisiko dan rentan dibajak, akan tetapi banyak orang yang abai mengenai hal tersebut dan terus memakainya sebagai kata kunci.

Ketika kata kunci apapun, termasuk media sosial sampai dengan rekening bank memakai deret angka seperti itu, maka siap-siap saja kecewa dan bersedih karena data-data pribadi akan dapat dicuri dengan mudah. Saat ini ada banyak peretas jahat di seluruh dunia yang selalu bergerilya untuk dapat membobol apapun agar meraih keuntungan untuk diri sendiri atau kelompoknya.

Untuk itu, NordPass menyarankan agar menggunakan password yang lebih rumit lagi dengan mengkombinasikan antara huruf, angka sampai dengan karakter-karakter tertentu. Jangan memakai nama, tanggal lahir, nomor kendaraan sampai dengan deret abjad atau angka yang lebih mudah ditebak atau dipecahkan oleh orang lain. 

Ditambah lagi, ganti password secara berkala, satu bulan sekali atau 3 bulan sekali untuk menghindari peretasan. Dengan melakukan hal-hal preventif seperti itu, maka data-data penting Anda akan terselamatkan selamanya dari ulah jahil para peretas.