blogs - games

Ternyata Microsoft Pernah Ingin Mengakuisisi Nintendo, Tapi Ditolak

10 Jan 29, 2021
Ternyata Microsoft Pernah Ingin Mengakuisisi Nintendo, Tapi Ditolak

Apa jadinya model dan desain dari perangkat konsol buatan Nintendo jika Microsoft mengakuisisi perusahaan asal Jepang tersebut sebelum lahirnya Xbox? Tentunya persaingan antar-konsol seperti sekarang ini akan berbeda ceritanya. Tapi tahukah Anda bahwa 20 tahun lalu, ternyata Microsoft yang sudah menjadi sebuah perusahaan raksasa pernah mencoba mengakuisisi Nintendo.

Keinginan Microsoft untuk mengakuisisi Nintendo itu diungkapkan oleh mantan direktur hubungan pihak ketiga dalam project Xbox sebelumnya, yaitu Kevin Bachus. Dia mengatakan bahwa memang benar Microsoft tertarik untuk membeli Nintendo 20 tahun lalu. Hanya saja, justru Nintendo menertawakan maksud dari Microsoft tersebut.

“Steve (Ballmer, mantan CEO Microsoft) mengajak kami menemui Nintendo untuk melihat apakah mereka mempertimbangkan (penawaran dari Microsoft) untuk diakuisisi. Mereka (Nintendo)hanya tertawa terbahak-bahak. Bayangkan selama satu jam Anda dijadikan bahan tertawaan. Begitulah yang terjadi dan pertemuan berakhir,” ungkap Kevin.

Salah satu tujuan Microsoft ingin mengakuisisi Nintendo adalah dengan melihat perusahaan tersebut sudah kalah jika dibandingkan dengan Sony dari sisi hardware, maka Microsoft ingin menjadikan Nintendo sebagai perusahaan yang fokus di bidang pengembangan dan pembuatan software di bawah bendera mereka.

Tidak berhasil melakukan tindakan akuisisi, pihak Microsoft masih belum berhenti untuk mendekati Nintendo. Pada bulan Januari 2000, menurut Bob Mcbreen, seorang kepala di divisi pengembangan bisnis Microsoft, mengatakan bahwa Microsoft kembali menemui pihak Nintendo dan mengajak untuk bekerja sama dalam project Xbox. Microsoft akan bekerja sebagai pihak yang bertanggung jawab pada pembuatan hardware, sedangkan Nintendo hanya membuat game yang nantinya dapat dimainkan di konsol tersebut. Sayangnya, penawaran permintaan kerja sama tersebut juga mendapatkan penolakan dari Nintendo.

“Kami (Microsoft) pada bulan Januari 2000 sudah mengajak mereka (Nintendo) untuk bekerja sama mengerjakan project Xbox. Kamu bahkan sudah menjelaskan dan memperlihatkan semua spesifikasi teknis Xbox itu. Tawaran kami adalah berbagi tugas karena jika ingin berhadapan dengan Sony dengan PlayStationnya, maka ide kerja sama tersebut sangatlah bagus. Kami akan mengurusi masalah perangkat kerasnya, mereka hanya membuat permainannya. Tapi itu tidak berhasil,” kata Mcbreen.

Setelah gagal mengakuisisi atau hanya sekadar bekerja sama dengan Nintendo, Microsoft kemudian mendekati EA dan Square (sekarang bernama Square Enix), sayangnya keduanya juga menolak tawaran dari perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itu. Dan akhirnya, salah satu keberhasilan Microsoft adalah sukses mengakuisisi sebuah perusahaan game yang tidak terkenal bernama Bungie.

Melalui Bungie dengan gamenya yang bernama Halo: Combat Evolved, Microsoft mulai masuk bersaing dengan Sony dan Nintendo yang kala itu mendominasi konsol dan dunia game.

Artikel lain yang mungkin Anda akan tertarik untuk membacanya: