blogs - profil & sejarah

Mencengangkan! Inilah Sejarah Huawei yang Perlu Anda Ketahui

10 Dec 10, 2020
Mencengangkan! Inilah Sejarah Huawei yang Perlu Anda Ketahui

Merek Huawei pastilah tak terdengar asing di telinga Anda. Produsen asal China ini melesat dengan berbagai produk smartphone unggulannya. Harga smartphone Huawei yang terjangkau membuat gawai tersebut sangatlah diminati. Terutama, di kalangan masyarakat Indonesia yang memang sangat menyukai smartphone dengan harga terjangkau. Walaupun memiliki harga yang terjangkau, kualitas dari smartphone Huawei tidak perlu diragukan. Huawei saat ini memang jadi salah satu perusahaan gadget raksasa di dunia. Namun, percayakah Anda bahwa perusahaan ini awalnya berasal dari sebuah apartemen kecil? Untuk lebih jelasnya, simak sejarah Huawei berikut.

Sejarah Huawei, Berawal di Sebuah Apartemen

Ren Zhengfei

Siapa yang menyangka bahwa sejarah Huawei di masa lalu tidak langsung segemilang saat ini? Pendiri Huawei yaitu Ren Zhengfei mendirikan cikal-bakal perusahaan tersebut di sebuah apartemen kecil. Apartemen kecil tersebut berlokasi di kawasan Shenzhen. Kala itu, Ren Zhengfei yang memiliki latar belakang sebagai mantan teknisi militer China mendirikan perusahaan kecil yang dinamakan Huawei di tahun 1987. Saat itu, modal yang ia miliki hanyalah sekitar 21,000 yuan, atau sekitar 42 juta. Tentunya, jumlah uang tersebut sangatlah pas-pasan untuk ukuran pendirian perusahaan yang berbasis teknologi. Apalagi, kala itu pemerintah setempat tidak memberikan suntikan dana modal untuk usahanya. Jadilah, ia meminjam modal dari beberapa orang. 

Namun, bahkan orang-orang yang meminjamkan dana pada Ren memutuskan untuk menarik kembali modal tersebut. Sehingga, tak berlebihan jika pada 1 dekade pertama merupakan masa tersulit yang pernah dihadapi oleh Huawei. Kala itu, Ren hanya dibantu dengan sahabat karibnya yang bernama Lyu Ke. Lyu Ke, yang saat ini menjabat sebagai Corporate Advisory Committee dari Huawei menjadi saksi kegigihan dari sang founder dalam menjalankan bisnis kecilnya. Saat itu, bahkan Lyu Ke dan Ren sama sekali tidak meninggalkan apartemen tersebut hingga sebulan lamanya. 

Jatuh Bangun Perusahaan Huawei

Pada awalnya, Huawei merupakan bisnis rumahan kecil yang menjadi reseller dari produk saklar yang dikirim dari perusahaan di Hong Kong. Awal mulanya tentulah tidak mudah. Namun, begitu Huawei mampu mencapai kestabilan, tiba-tiba sang pemasok justru hengkang dan meninggalkan Ren. Hal tersebut tentunya membuat Ren merasa frustasi. Apalagi, ia tidak ingin Huawei mati begitu saja. Dimulailah kerja kerasnya dalam mempertahankan perusahaan kecilnya tersebut. Bagi Huawei, tidak ada jalan lain selain menciptakan produk gawai komunikasi milik mereka sendiri. Dari situlah, Ren dan Lyu Ke berjibaku dalam memproduksi perangkat elektronik yang mumpuni. Huawei mulai memproduksi perangkat elektroniknya di tahun 1990. 

Kerja keras Lyu Ke dan Ren pun berbuah manis. Perlahan namun pasti, Huawei mulai menarik minat pembeli. Bahkan, mereka berhasil mendapatkan pemasukan yang mencapai 610.8 yuan di tiga kuartal tahun terakhir 2019. Jika dikonversikan ke angka rupiah, keuntungan dari Huawei mencapai hingga 1.225 triliun. Suatu angka yang sangat fantastis. Terlebih jika Anda mengingat modal awal yang dimiliki Ren Zhengfei yang hanya mencapai puluhan juta saja.

Namun, lagi-lagi Huawei diterpa oleh cobaan. Perusahaan ini masuk ke daftar Entity List yang dibuat oleh Amerika Serikat pada tahun 2019 kemarin. Hal ini dikarenakan Huawei dianggap melanggar ketentuan yang ditentukan oleh peraturan ekspor pemerintah Amerika Serikat. Hal tersebut tentunya berdampak cukup besar terhadap produksi gawai dari perusahaan ini. Huawei terpaksa harus kehilangan pemasoknya dari negeri Paman Sam tersebut. Tak hanya itu, pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump juga melarang perusahaan AS apapun untuk menjalin kerjasama dengan Huawei. Ini tentunya jadi salah satu pukulan terberat. Apalagi, kini Huawei tidak dapat memanfaatkan fitur-fitur dari Google Android. Padahal, selama ini seluruh perangkat smartphone Huawei menggunakan software dari Android tersebut. 

Asal-Muasal Konflik Antara Huawei dengan Amerika Serikat

Huawei vs Trump

Walaupun konflik antara Huawei dengan pemerintah Amerika Serikat semakin meruncing hingga saat ini, akar dari permasalahan sebenarnya sudah ada sejak kepemimpinan Barack Obama. Kala itu, pemerintah Amerika Serikat mencurigai bahwa Huawei sedang melakukan tindakan penipuan terhadap sejumlah bank-bank di Amerika Serikat. Dugaannya mengarah bahwa Huawei tengah membantu perusahaan untuk bertransaksi dengan Iran, yang notabene, sedang menjalani sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat. Tersangka dari kasus penipuan tersebut tak lain adalah CFO Huawei yaitu Meng Wanzhou. Ironisnya, Meng Wanzhou merupakan anak dari sang pendiri Huawei. 

Tak hanya itu saja, Amerika Serikat juga menuduh teknologi 5G yang dikembangkan oleh China sengaja dibuat untuk memata-matai Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan perang teknologi antara Amerika Serikat dengan China yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Ren Zhengfei tentunya langsung menepis tuduhan yang dilancarkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Ren mengatakan bahwa Huawei merupakan perusahaan teknologi yang independen dan tidak terikat dengan pemerintah. Lebih lanjut, ia meyakinkan kepada para pengguna bahwa smartphone Huawei tidak dibekali dengan sistem spionase apapun. Sehingga, sangatlah aman untuk digunakan. Pencekalan yang dilakukan oleh Amerika Serikat tak lebih adalah imbas dari masalah politik dan bukan dari segi keamanan. 

Strategi Bertahan Huawei Setelah Kepergian Google

HMS

Dengan ditekennya larangan untuk menjalankan bisnis apapun antara perusahaan AS dengan Huawei, perusahaan ini pun harus memutar otak untuk tetap bertahan. Walaupun pasar Huawei di negara China sendiri tidak terlalu terdampak, pengguna Huawei di mancanegara tentulah sedikit banyak terpengaruh dengan kebijakan tersebut. Dengan cepat, Huawei pun mulai menyusun strategi bertahan sehingga produksi perangkat smartphonenya dapat terus berjalan walaupun tanpa kehadiran Google. Salah satunya adalah, Huawei mempersiapkan sistem HMS atau Huawei Mobile Services yang menggantikan peranan GMS (Google Mobile Services) yang diluncurkan oleh Google. 

HMS ini memiliki toko aplikasi yang dinamakan Huawei App Gallery yang dapat digunakan untuk mengunduh berbagai macam aplikasi. Huawei juga berusaha menarik minat para developer negara tersebut untuk membuat berbagai macam aplikasi smartphone menarik yang nantinya akan didistribusikan lewat app store tersebut. Perusahaan tersebut menawarkan program insentif dengan imbalan seharga 1 milyar dollar AS atau sekitar Rp 14 triliun untuk menarik perhatian para developer. Tak hanya itu, Huawei juga memberikan sharing revenue yang mencapai 85% untuk para developers yang memajang aplikasi karyanya di toko App Gallery tersebut.

Penawaran tersebut tentunya menjadi hal yang sangat menarik. Terlebih lagi, penawaran dari Huawei tersebut terbilang jauh lebih besar dibandingkan persentase revenue sharing yang diberikan oleh Google Play Store dan Apple App Store. Kedua perusahaan smartphone tersebut memang hanya memberikan pembagian keuntungan sebesar 70 persen saja. Tak heran, penawaran dari Huawei tersebut pun menarik perhatian para developer independen untuk mengembangkan aplikasinya melalui Huawei App Gallery. Saat ini, HMS milik Huawei sudah beroperasi lebih dari 5 tahun di negara China. Sedangkan, warga Internasional baru menikmati fitur tersebut baru selama 2 tahun saja. Saat ini, App Gallery dari Huawei sudah menampilkan lebih dari 45.000 aplikasi yang dikembangkan oleh developer sebanyak 1 juta orang.

Demikianlah sisi sejarah Huawei yang sangat menarik untuk Anda ketahui. Kegigihan Ren Zhengfei dalam mengembangkan usahanya tentu menjadi inspirasi tersendiri bagi Anda. Semoga ulasan sejarah tentang merek Huawei di atas dapat menghibur Anda.