blogs - guest blog

Siapa Takut Dengan Pinjaman Online!

Admin Apr 10, 2019
Siapa Takut Dengan Pinjaman Online!

Akhir-akhir ini, media kembali diramaikan dengan berita kasus pinjaman online yang menyebabkan nasabah bunuh diri. Seluruh masyarakat Indonesia akhirnya mengetahuinya karena nasabah tersebut menuliskan di surat wasiat yang ditinggal bahwa penyebab bunuh diri karena terjerat utang pinjaman online.

Berita tentang pinjaman online yang merenggut korban ini juga sebelumnya pernah terjadi dan sudah banyak nasabah yang mendapatkan perlakuan buruk atau teror dari penagih utang. Konon, tingginya suku bunga dan biaya denda membuat banyak nasabah kesulitan melunasi utang. Padahal pinjaman online adalah terobosan mutakhir yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan dana pinjaman cepat melalui smartphone atau laptop tanpa harus lagi meninggalkan rumah ataupun kantor. Untuk mengetahui bentuk pinjaman online, Anda bisa melihat dan mengeceknya di sini.

Nah, Anda pasti bertanya dalam hati sebegitu menyeramkan kah pinjaman online? Namun, merujuk pepatah “tidak ada asap bila tidak ada api” sehingga jadinya tidak bijak apabila menyamakan bahwa semua pinjaman online “menyeramkan”. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara meminimalisir risiko transaksi dengan pinjaman online dan cara memanfaatkan pinjaman online. Berikut panduan jitu mendapatkan pinjaman online dengan aman yang dirangkum dari Financer.com :

"

Ajukan Pinjaman Online Yang Terdaftar Resmi di OJK

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengajukan pinjaman adalah memperhatikan dengan jeli aplikasi pinjaman online yang keamanannya terjamin dan risiko rendah. Jadi, jangan asal mengajukan pinjaman atau download aplikasi pinjaman online sebelum mengecek pinjaman online tersebut telah terdaftar resmi di OJK.

Dengan memilih pinjaman online yang terdaftar resmi di OJK, Anda tidak perlu takut lagi karena bank atau fintech yang memberikan pinjaman tersebut akan mengikuti tata cara dan prosedur yang berlaku, seperti ketentuan suku bunga yang tidak boleh melebihi 30%, cara menagih utang, dan sebagainya.

"

Pilih Pinjaman Online Yang Memberikan Informasi Transparan

Setelah mengecek bahwa pinjaman online terdaftar resmi di OJK, Anda harus memilih bank atau fintech yang memberi informasi seluruh biaya pada pinjaman secara transparan. Sebab, banyak korban yang terperangkap utang karena memilih bank atau fintech tanpa memperhatikan suku bunga dan biaya tambahan terlebih dahulu. Tidak heran banyak nasabah yang kaget dengan tagihan cicilan pinjamannya yang melambung tinggi. Bank atau fintech yang aman dan terpercaya seharusnya memberikan simulasi pinjaman di awal sebelum nasabah setuju mengajukan pinjaman.

"

Pertimbangkan Pinjaman Online Yang Menawarkan Bunga Rendah

Salah satu hal yang harus dipertimbangkan saat mengajukan pinjaman online adalah memilih bank atau fintech yang menawarkan bunga rendah. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, besaran suku bunga yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia seharusnya tidak lebih dari 30% dari jumlah pinjaman. Jadi, cobalah mencari pinjaman online yang menawarkan bunga lebih kecil dari 30%. Di Financer.com, Anda dapat melihat dan membandingkan berbagai pilihan pinjaman online lengkap dengan suku bunga dan biaya tambahannya.

"

Perhatikan Teliti Kebijakan Privasi dan Keamanan Pinjaman Online

Salah satu hal yang paling banyak dikeluhkan oleh nasabah adalah data pribadi mereka disebarluaskan oleh pihak pemberi pinjaman online. Tidak hanya disebarluaskan, pihak pemberi pinjaman juga mengakses daftar kontak di ponsel nasabah dan menghubungi orang-orang di daftar kontak tersebut. Pernah ada kasus dimana salah satu nasabah fintech dipecat dari pekerjaanya karena pihak fintech menelepon ke kantor nasabah tersebut.

Melakukan pengecekan terhadap data nasabah memang wajar dilakukan, khususnya saat melakukan proses verifikasi. Pada awal proses pengajuan, setiap calon nasabah akan dimintai persetujuan untuk diakses data pribadinya. Nah, jika nasabah memberikan izin, maka secara otomatis sistem pada aplikasi pinjaman online akan membaca data pribadi nasabah tersebut.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan pinjaman online sebaiknya Anda memperhatikan dan membaca lebih teliti tentang Kebijakan Privasi dan Keamanan, dan semua informasi yang berhubungan dengan cara bank atau fintech mengelola data nasabah. Sebab, secara hukum, pihak bank atau fintech tidak boleh menyebarluaskan data nasabah dan melakukan tindakan penagihan yang tidak beretika.

"

Ingat Jumlah Dana Yang Dipinjam

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mengingat jumlah tagihan yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Supaya Anda tidak lupa, Anda sebaiknya mencatat di buku catatan atau ponsel Anda. Kalau perlu, Anda menuliskan tanggal jatuh tempo cicilan di sticky note atau papan tulis dan gantung di dinding kamar agar Anda dapat melihatnya setiap saat.

"

Menghindari Membayar Lewat Tanggal Jatuh Tempo

Umumnya, batas akhir pembayaran utang adalah saat tanggal jatuh tempo. Sebisa mungkin bayarlah utang sebelum tanggal jatuh tempo agar tidak ditagih terus oleh debt collector.

Misalnya, cicilan kredit tanpa agunan (KTA) Anda akan jatuh tempo pada tanggal 5 Mei, maka paling lambat Anda harus membayar cicilan pinjaman tepat di tanggal tersebut. Apabila Anda membayar lewat dari tanggal tersebut, seperti tanggal 6 mei, maka bersiaplah Anda akan didenda dan ditagih oleh debt collector.

"

Aturan Pinjaman Offline dan Pinjaman Online Sama

Dalam kehidupan, ada hukum sebab-akibat. Apabila Anda melakukan sesuatu yang melanggar hukum, maka Anda akan mendapatkan sanksinya. Agar tidak mendapatkan masalah, jangan sekali-kali melanggar aturan yang telah dibuat.

Sudah menjadi hal lumrah apabila Anda meminjam uang, baik di pinjaman offline maupun pinjaman online, Anda akan ditagih jika belum melunasi cicilan saat jatuh tempo. Sebab, ada peraturan dan ketentuan yang harus dipatuhi jika tidak ingin mendapatkan sanksi atau denda.

Jadi, jangan pernah lalai atau menghindar dari kewajiban membayar cicilan pinjaman online. Intinya, jika Anda mematuhi segala peraturan dan ketentuan, maka debt collector tidak akan mengejar dan menagih Anda terus-menerus.

Nah, bagi orang-orang yang takut mengajukan pinjaman online biasanya tidak akan mengajukan pinjaman online. Jadinya, mereka tidak mendapatkan apa-apa disaat sedang kepepet. Hingga pada akhirnya mereka akan pusing dan kebingungan mencari dana pinjaman.

"

Cerdas dan Bijak Memilih Pinjaman Online

Dengan segala kemudahan mengakses teknologi sudah seharusnya membuat Anda melek informasi. Jadi, hindari mengunduh dan mengajukan aplikasi pinjaman online tanpa mengetahui status hukumnya terlebih dahulu. Sesuatu yang illegal tentunya akan menimbulkan masalah ke depannya yang tentunya akan merugikan nasabah. Oleh karena itu, cerdas dan bijaklah dalam memilih pinjaman online. Di Financer.com, kami membantu orang-orang untuk mendapatkan dan membandingkan pinjaman online yang resmi dan telah terdaftar di OJK.

Dapatkan perlindungan dan kenyamanan nasabah dari bank atau fintech yang terpercaya dan terdaftar di OJK. Apabila Anda menemukan dan mengalami perlakuan buruk dari pinjaman online, jangan sungkan untuk mengadukan hal tersebut pada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Nah, itu dia cara jitu mendapatkan pinjaman online dengan aman. Semoga bermanfaat dan tidak usah lagi takut akan pinjaman online ya guys.