blogs - digital marketing

Susah Kenalkan Produk UMKM? Saatnya Beralih ke Online Marketing

10 Sep 07, 2020
Susah Kenalkan Produk UMKM? Saatnya Beralih ke Online Marketing

Setengah tahun 2020 sudah berlalu, dan hingga saat ini pandemi COVID-19 pun masih belum berlalu. Pandemi ini mengakibatkan pukulan telak di bagian sektor, termasuk di dalamnya adalah sektor UMKM. Pelaku usaha mikro memang menunjukkan penurunan tingkat produktivitas, sehingga mengakibatkan industri ini menjadi lesu. Kebanyakan pelaku usaha mengeluh hasil pendapatan mereka mengalami penurunan semenjak COVID-19 melanda. 

Bahkan aktivitas pemasaran pun jadi terhambat sebagai efek samping dari kebijakan social-distancing yang diberlakukan pemerintah. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah pun menghimbau para pelaku usaha untuk mengalihkan metode pemasaran ke online marketing. Sarana online marketplace juga direkomendasikan untuk para pengusaha UMKM tersebut.

Hal ini juga direkomendasikan oleh Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, yaitu Priyo Suyono. Priyo mengemukakan bahwa tingkat aktivitas jual-beli online mengalami lonjakan peningkatan hingga mencapai 30 persen selama masa pandemi. Tak hanya itu, kegiatan berbasis daring seperti kursus dan training online pun mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal tersebutlah yang mendasari ajakan pemerintah untuk beralih ke sistem online marketing. 

Priyo menegaskan bahwa langkah online marketing ini sangatlah dibutuhkan. Apalagi, jika Anda ingin usaha UMKM yang didirikan mampu bertahan di tengah pandemi. Dengan menggunakan sistem ini, Anda dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Hasil penjualan pun tentunya akan semakin meningkat. Memanfaatkan online marketing juga dapat membantu Anda menghemat pengeluaran sebesar 11-12 %. Dengan pemasaran online, Anda tidak perlu membayar biaya pencetakan selebaran untuk mempromosikan usaha UMKM. Anda dapat mendesain sendiri pamflet digital untuk kemudian diunggah ke platform media sosial yang dimiliki. Selain itu, kegiatan promosi juga bisa Anda lakukan lewat email atau SMS. Anda juga bisa mengeluarkan sedikit biaya untuk iklan video, mobile ads, maupun membayar jasa influencer. 

Teten Masduki yang menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM pun menyatakan pendapat yang senada. Beliau menyatakan bahwa pelaku UMKM yang bersedia untuk melakukan adaptasi dengan mempraktekkan online marketing memperoleh peningkatan penghasilan selama pandemi berlangsung. Peningkatan tersebut terutama terjadi di sektor makanan dan minuman. 

Masuk akal, dengan berlangsungnya masa WFH yang sangat lama ini, masyarakat pun nampaknya beralih ke transaksi online dan food delivery untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Pemilik UMKM juga diharapkan melakukan pelatihan online untuk para pegawainya. Evaluasi juga tetap harus dilakukan. Dengan demikian, Anda pun dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang untuk menghadapi persaingan yang ketat pasca pandemi COVID-19 berakhir.