blogs - media sosial

Tik Tok Diblokir di Pakistan, Ini Sebabnya

10 Oct 13, 2020
Tik Tok Diblokir di Pakistan, Ini Sebabnya

Pakistan menyusul langkah yang telah diambil oleh Amerika, Australia, Bangladesh, dan India. Di mana negara yang satu ini secara resmi telah memblokir aplikasi yang terbilang sangat populer, yakni Tik Tok. Indonesia juga sempat melakukan aksi pemblokiran lantaran adanya video kasus penistaan agama. Namun, pemblokirannya di Indonesia hanyalah bersifat sementara, bahkan kini aplikasi ini semakin populer karena banyak digunakan oleh para Influencer.

Meski begitu ramai diperbincangkan, namun kepopuleran media sosial ini memang terbilang sangat kontroversi. Beberapa negara mengklaim bahwa aplikasi ini tidak bisa mengamankan data penggunanya. Alasan inilah yang membuat banyak negara memutuskan untuk memblokir Tik Tok.

Namun, masalah keamanan bukanlah penyebab utama mengapa Pakistan memutuskan aksi pemblokiran. Sebelum secara resmi diblokir, pihak berwenang di Pakistan telah terlebih dahulu memberikan peringatan keras pada konten yang ada di Tik Tok. Khususnya konten tidak bermoral yang kerap mempertontonkan hal-hal yang terkesan vulgar.

Meski sempat memberikan tuntutan dan peringatan keras, sayangnya pihak TikTok masih belum melakukan tindakan yang nyata untuk mengatasi konten tidak bermoral tersebut. Hal inilah yang menjadi pemicu utama mengapa Pakistan langsung memutuskan untuk melakukan pemblokiran dan larangan penggunaan aplikasi. Terhitung, sejak 9 Oktober 2020, masyarakat Pakistan sudah tidak bisa mengakses aplikasi yang satu ini.

Kemudahan menggunakan Tik Tok, membuat aplikasi media sosial ini mudah disukai oleh pengguna internet. Baik anak-anak hingga orang dewasa sekalipun. Terlebih bagi mereka yang memang suka membagikan video berdurasi pendek. Di Pakistan, aplikasi ini didominasi oleh anak-anak yang sedang mencari akses hiburan. 

Kabar baiknya, PTA selaku pihak yang berwenang di Pakistan akan melakukan peninjauan pada keputusan mereka mengenai pemblokiran Tik Tok. Pihaknya mengaku bisa mencabut pemblokiran ini, jika telah dilakukan moderasi konten yang disebut tidak bermoral. Pihak Tik Tok pun ikut membuat sebuah pernyataan, di mana mereka ingin mencapai kesepakatan bersama agar masyarakat di Pakistan bisa kembali mengakses konten hiburan dan membuat konten kreatif di media sosial satu ini.

Selain TikTok, sebelumnya Pakistan juga telah melakukan pemblokiran atau larangan pada beberapa aplikasi yang juga dianggap tidak bermoral, diantaranya seperti Grindr dan Tinder. Beredar kabar juga jika YouTube akan melengkapi daftar aplikasi yang akan diblokir oleh pihak berwenang di Pakistan. Berkaca pada TikTok, YouTube harus membatasi adanya konten tidak bermoral agar pihak Pakistan tidak melakukan aksi pemblokiran ini.