blogs - media sosial

Twitter Akan Munculkan Fitur Baru untuk Lawan Misleading Post

10 Nov 27, 2020
Twitter Akan Munculkan Fitur Baru untuk Lawan Misleading Post

Twitter merupakan salah satu sosial media yang sangat populer di dunia. Banyak orang tetap setia dengan Twitter walaupun sudah banyak media sosial lain yang juga tak kalah menarik, karena di jejaring sosial dengan logo burung biru ini, siapa saja dapat menuliskan segala sesuatu dengan cepat dan mudah dijangkau atau dibaca siapa saja.

Sayangnya, hal tersebut dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk menyebarkan berita hoax atau misleading post. Tidak sedikit orang yang secara langsung menelan mentah-mentah informasi salah atau hoax yang dia baca dari Twitter tersebut dan kemudian menyebarkannya. 

Contohnya saja, saat digelarnya pemilihan presiden di Amerika Serikat beberapa waktu lalu, banyak pihak yang membuat informasi bohong atau misleading post di Twitter dengan tujuan untuk mengacaukan suasana yang sedang memanas saat itu. Tidak hanya sekadar buzzer saja, banyak media-media abal-abal yang turut ikut andil dalam kekacauan tersebut.

Untuk itu, melalui akun resminya, Twitter Support, @TwitterSupport, pihak Twitter mengatakan bahwa mereka akan menggulirkan fitur baru yang dapat menandai mana saja misleading post atau berita-berita salah atau hoax yang beredar di platform mereka.

Jadi dalam penjelasannya, informasi atau twit yang salah nantinya akan diberikan tanda kemunculan pop-up text bertuliskan “This is disputed.” Dengan munculnya tanda tersebut, maka secara valid bahwa twit atau informasi tersebut ditandai sebagai misleading post.

Selain itu, dalam pop-up tersebut, terdapat juga tombol lain yang bertuliskan “Find out more” yang berfungsi untuk mencari informasi-informasi benar terkait apa yang sedang dicari oleh pengguna Twitter itu. Dan setelah ditemukan, maka akan muncul pop-up lain yang bertuliskan “Credible information” yang berarti bahwa informasi atau twit yang muncul adalah benar.

Hal seperti ini cukup penting untuk dilakukan atau ditambahkan oleh para pengelola media sosial besar di dunia. Karena menurut penelitian, ada banyak sekali informasi-informasi salah, hoax dan misleading post yang beredar bebas tanpa filter dan uniknya semakin disebarkan oleh pengguna media sosial lain tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.

Untuk sementara, nantinya Twitter akan memunculkan fitur tersebut seiring dirilisnya update terbaru untuk Twitter app di iOS. Untuk perangkat berbasis Android baru akan digulirkan beberapa hari setelahnya