Pentingnya Kualitas Produk dalam Affiliate Marketing, Cari Tahu Jenis dan Strateginya

Pentingnya Kualitas Produk dalam Affiliate Marketing, Cari Tahu Jenis dan Strateginya

Admin
affiliate marketing Dec 06, 2023
SHARE ON
1701932755_meta-description.jpg

Saat ini, ada banyak sekali bisnis yang menawarkan program affiliate marketing untuk mempromosikan produknya. kamu sebagai affiliate marketer pun tidak sulit menemukan produk-produk untuk dipromosikan. Namun, kamu harus jeli memilih produk. Jangan sembarangan mempromosikan produk. Bukannya cuan, tapi malah boncos.

Oleh karena itu pilih lah produk berkualitas bagus untuk mengikuti program affiliate marketing. Kenapa mesti produk berkualitas bagus? Berikut alasan pentingnya kualitas produk dalam affiliate marketing.

1. Pentingnya Kualitas Produk dalam Affiliate Marketing

Berikut alasan pentingnya kualitas produk dalam affiliate marketing:

1.1. Bangun Kepercayaan dengan customer

Kenapa kualitas produk bisa mempengaruhi kepercayaan customer? Alasannya karena customer berani membeli atau membayar produk atas kualitasnya. Mereka berharap bahwa kualitas produk tersebut bisa menjadi solusi atas permasalahan mereka. 

Kondisi ini menunjukan bahwa ada harapan dan ekspektasi. Jika harapan dan ekspektasi ini tidak tercapai, maka ada perasaan kecewa yang akan muncul. Di sisi lain, jika harapan dan ekspektasi tercapai, maka ada perasaan puas yang muncul.

Lalu, apa hubungannya kualitas produk dengan affiliate marketing? Nah, coba kamu jawab pertanyaan ini, “Bagaimana kamu mempromosikan produk yang kualitasnya rendah?” Kamu mungkin akan menjawab bahwa itu adalah hal yang sulit.

Kalaupun kamu bisa menjual produk tersebut, customer-mu mungkin saja akan kecewa dan kurang percaya dengan produk tersebut. Alhasil mereka akan berhenti repurchase. Bahkan, mereka juga tidak percaya lagi pada kamu sebagai affiliate marketer.

Mari kita analogikan agar lebih paham.

Kamu adalah seorang pekerja kantoran yang membutuhkan lipstik tahan lama untuk menunjang professional look tanpa ribet re-apply. Lalu, kamu melihat artikel review lipstik tahan lama dari beauty blogger A (affiliate marketer).

Beauty blogger A tersebut me-review lipstik brand X yang transferproof 12 jam. Alhasil Kamu terpengaruh dan membeli lipstik tersebut. Kamu pun berharap lipstik tersebut tahan at least 10 jam.

Namun, kenyataannya adalah lipstiknya hanya bertahan 6 jam saja. Nah, apa yang akan kamu rasakan? Kamu mungkin akan kecewa. Kecewa karena kualitas produknya tidak sesuai harapan. 

Kekecewaan tersebut akan mengurangi kepercayaanmu terhadap lipstik brand X. Kamu juga jadi kurang percaya terhadap beauty blogger A karena ia terlalu overclaim dan tidak honest review terhadap lipstik brand X

Alhasil, kamu juga bisa berhenti membeli produk lipstik brand X. Bahkan, kamu mungkin tidak akan terpengaruh lagi untuk membeli produk melalui beauty blogger A. Kondisi ini tentu akan berdampak pada penurunan komisi….

Lain hal, kalau lipstik tersebut benar-benar bisa tahan sampai 10-12 jam. Berarti produk tersebut memang berkualitas sesuai claim-nya. Kamu pun merasa puas dan senang.

Selain itu, kamu akan percaya dengan beauty blogger A karena ia sudah memberikan review yang jujur. Kamu pun mungkin akan repurchase lipstik X ataupun produk lain melalui referral link beauty blogger tersebut. 

Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan kualitas produk dalam program affiliate marketing. Tujuannya agar promosi berhasil dan menghasilkan komisi.

1.2. Meningkatkan Return of Investment (ROI)

Sebuah penelitian menunjukan bahwa ada keterkaitan antara kualitas produk dengan keuntungan. Kualitas tinggi akan berdampak positif pada peningkatan keuntungan dari return of investment.

Jadi, kualitas produk yang bagus akan berdampak pada kepuasan customer. Mereka pun mungkin akan repurchase produk tersebut karena puas. Customer juga bisa memberikan rating dan positif review untuk produk tersebut. Bahkan, mereka juga bisa merekomendasikan produk tersebut ke orang lain.

Alhasil, kualitas produk yang bagus bisa menghasilkan angka penjualan yang tinggi. Penjualan tinggi tentu akan mempengaruhi angka omzet, profit dan laba. Semakin besar angka tersebut dibanding biaya produksi dan biaya lainnya, maka semakin besar pula angka returnya.

Lalu, apa hubungannya affiliate marketing dengan ROI? Kamu mungkin berpikir bahwa kamu tidak melakukan investasi, menaruh saham, berbisnis, dan memproduksi produk. Eits… siapa bilang affiliate marketer tidak berinvestasi? 

Affiliate marketer juga berinvestasi loh. Mereka berinvestasi dari segi keahlian, tenaga, waktu, dan uang juga. Misalnya, kamu adalah make-up enthusiast, beauty blogger dan affiliate marketer. Kamu mungkin menginvestasikan hal-hal berikut:

  • Menginvestasikan waktumu untuk mengasah skill make-up
  • Menginvestasikan waktu, tenaga dan keahlian untuk membuat konten
  • Menginvestasikan produk make-up dan alat make-up pribadi untuk membuat konten
  • Menginvestasikan uang untuk membeli produk make-up dan alat make-up  baru sebagai pemula affiliate marketer 

Oleh karena itu, kamu perlu memilih produk berkualitas. Tujuannya agar kamu mudah mempengaruhi orang untuk membeli produk. Kamu pun bisa menghasilkan banyak komisi. Komisi-komisi tersebut bisa mengembalikan investasi atau modalmu sebagai affiliate marketer.

2. Jenis Produk yang Dipromosikan di Affiliate Marketing

2.1. Produk Digital

Produk digital adalah produk yang tidak terlihat secara nyata karena produk ini berbentuk digital. Produk jenis ini biasanya berkaitan dengan pembelajaran untuk meningkatkan skill. Berikut produk-produk digital yang bisa dipromosikan dalam program affiliate marketing, yaitu:

  • e-Book
  • Kursus online
  • Podcast
  • Tutorial

Misalnya kamu adalah student di sebuah boothcamp digital marketing. Lalu, kamu mendapatkan referral link untuk mempromosikan boothcamp tersebut. 

Nah, kamu bisa membuat konten terkait pengalaman selama boothcamp atau kesuksesanmu setelah mengikuti boothcamp. Hal ini tentu untuk mempengaruhi orang-orang agar mendaftar ke boothcamp tersebut.

2.2. Produk Fisik

Produk fisik merupakan produk yang bisa dilihat, disentuh, dan dipegang. Produk jenis ini sangat beraneka ragam, seperti pakaian, makanan, elektronik, skincare, make-up, dan lain-lain. Kamu mungkin sudah sangat familiar dengan affiliate marketing untuk produk fisik ini

3. Tips Memilih Produk yang Berkualitas dalam Affiliate Marketing

Oke, kamu saat ini mungkin sudah paham bahwa kualitas produk sangat penting dalam affiliate marketing. Lalu, bagaimana memilih produk yang berkualitas? Berikut ada beberapa pertanyaan yang bisa membantumu dalam mengidentifikasi kualitas produk:

3.1. Apakah produk tersebut bisa menyelesaikan masalah?

Semua produk sudah pasti tercipta untuk menyelesaikan masalah orang-orang (target market). Nah, hal yang perlu dicari tahu adalah tingkat kemampuan produk dalam menyelesaikan masalah. Semakin bagus kemampuannya, maka semakin bagus kualitasnya.

Misalnya, seseorang sedang membutuhkan lipstik  bisa menutupi warna bibir yang gelap. Lalu, ia menemukan lipstik X yang highly pigmented. Nah, orang tersebut akan menganggap lipstik X  berkualitas karena lipstik ini mampu menutupi bibir gelapnya.

3.2. Apakah mudah untuk digunakan

Produk tercipta sebagai solusi untuk permasalahan target market. Jangan sampai suatu produk justru menyulitkan customer. Oleh karena itu, produk yang berkualitas bagus adalah produk yang mudah digunakan oleh customer

Contohnya adalah micellar water  X yang mampu membersihkan make-up dan kotoran di wajah dengan 1-2 kali usap. Hal ini menunjukan bahwa micellar water  X berkualitas. Alasannya karena produk ini mudah digunakan dan tidak menyulitkan customer-nya.

3.3. Apakah efisien?

Produk berkualitas bagus tidak hanya bisa menyelesaikan masalah. Namun, produk ini mampu menyelesaikan masalah dengan cepat dan sedikit usaha. Hal ini sama dengan contoh micellar water di atas, yaitu orang-orang membutuhkan sedikit effort dan waktu untuk membersihkan wajah mereka. 

3.4. Apakah produk sudah sesuai dengan target market?

Produk harus dirancang  sesuai dengan target market dalam memenuhi kebutuhan untuk mengatasi permasalahan mereka. Nah, target market ini berbeda-beda karena mereka memiliki kebutuhan dan permasalahanya yang berbeda pula.

Perbedaan inilah yang mempengaruhi orang dalam menilai kualitas suatu produk. Selain itu, kualitas adalah sesuatu yang relatif sehingga setiap orang bisa mendefinisikan “kualitas” secara berbeda-beda.

Misalnya,

"Kelompok target market A menganggap bahwa produk X kurang berkualitas. Di sisi lain, Kelompok target market B menganggap produk X berkualitas bagus. Mari bahas analogi berikut agar lebih paham. 

Target Market A: Wanita usia 25-40 tahun dengan penghasilan di atas 5 juta

Target Market B: Perempuan usia 12-18 tahun belum berpenghasilan

Produk X: Blush on yang non-highly pigmented.

Kelompok target market A bisa saja menganggap bahwa blush on X kurang berkualitas. Alasannya karena mereka membutuhkan blush on yang highly pigmented untuk professional look di kantor."

Di sisi lain, target market B menganggap blush on X sudah berkualitas. Alasannya karena mereka membutuhkan blush on untuk tampil fresh dan tidak pucat sehingga mereka tidak membutuhkan blush on yang highly pigmented.

4. Kesimpulan

Jadi, kamu sebagai affiliate marketer perlu mempromosikan produk berkualitas.  Maksud produk berkualitas adalah produk yang mampu menyelesaikan permasalahan, mudah digunakan, efektif, efisien, dan sesuai dengan target market.

Hal ini bertujuan agar kamu dipercaya oleh customer atau audience-mu. Kamu pun mudah mempengaruhi audience untuk membeli produk melalui referral link. Apabila banyak audience yang membeli produk, maka kamu akan memperoleh komisi yang lebih banyak.

Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait