ACCESSTRADE Indonesia

5 Tantangan yang Akan Anda Hadapi Saat Memulai Bisnis E-Commerce

Admin
ecommerce Oct 06, 2020

Baca Juga: Sering Kelupa, Ini 7 Tips Biar Bisnis Afiliasi Makin Meroket

E-Commerce, atau bisnis online saat ini sangatlah diminati oleh masyarakat luas. Mulai dari pelaku usaha rumahan hingga perusahaan multinasional sama-sama memanfaatkan kemudahan memasarkan produk secara online. Salah satu alasan boomingnya model bisnis online adalah karena Anda tidak membutuhkan modal yang terlalu besar untuk memulai usaha online. Namun, memulai bisnis E-Commerce tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk, simak apa saja tantangan dalam bisnis E-Commerce berikut ini.

Daftar Isi

Resiko Penipuan

Salah satu tantangan dalam bisnis e-commerce yang patut Anda waspadai adalah resiko penipuan. Penipuan yang terjadi pada calon konsumen dapat mengakibatkan trust, atau kepercayaan dari konsumen tersebut hilang. Akibatnya, yang bersangkutan pun enggan untuk berbelanja di tempat Anda lagi. Kadang-kadang, tidak hanya penjual nakal saja yang menipu konsumen. Agen ekspedisi pun dapat melakukan kecurangan sehingga mengakibatkan kerugian besar terhadap usaha Anda. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memilih rekan ekspedisi yang terpercaya dengan sistem pengiriman yang cepat dan jelas. 

Sebaliknya, penjual juga rentan mengalami penipuan dari pembeli. Misalnya, pembeli melakukan order sejumlah produk dengan jumlah yang sangat besar. Namun, kemudian calon pembeli tersebut menghilang begitu saja. Sehingga, mengakibatkan Anda mengalami kerugian. Atau, bisa juga pembeli pura-pura sudah melakukan transfer dengan mengirimkan struk transfer palsu. Anda memerlukan sejumlah taktik yang dapat digunakan untuk melindungi bisnis dari ulah pembeli yang iseng tersebut. Caranya, bisa dengan melakukan sistem DP. Anda juga sebaiknya menginstall aplikasi M-Banking. Sehingga, Anda dapat dengan mudah melacak pembayaran yang masuk.

Persaingan dengan Kompetitor

Dengan semakin banyaknya penggiat E-Commerce, jangan heran jika akan semakin banyak orang yang menawarkan produk atau jasa yang serupa. Itulah yang akan menjadi salah satu tantangan dalam bisnis e-commerce yang harus dihadapi. Agar dapat menang dari kompetitor, Anda memerlukan strategi pemasaran yang kreatif. Anda bisa menggunakan bahasa yang akrab dan menarik, namun tetap berfokus pada produk yang dijual. Produk yang Anda tawarkan pun harus memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh kompetitor. Anda bahkan bisa meneliti produk yang ditawarkan oleh kompetitor. Setelah itu, menghadirkan inovasi produk yang mirip namun memiliki ciri khas milik Anda sendiri. 

Manajemen Keuangan

Mengatur keuangan juga menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. E-Commerce memang tergolong lebih hemat. Karena, Anda tidak harus membayar sewa tempat atau biaya pencetakan pamflet untuk menawarkan produk-produk yang ditawarkan. Namun, tetap saja Anda harus mempertimbangkan biaya untuk pengeluaran lainnya. Anda tetap harus mengeluarkan biaya untuk penyediaan stok produk dan tentunya karyawan. Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan untuk membayar jasa ahli SEO dan pembuat konten. Sehingga, usaha online yang Anda jalankan dapat menjangkau target konsumen yang lebih besar lagi. 

Menyelami Karakter Pembeli

Tantangan lainnya yang harus dihadapi oleh setiap pemilik usaha online adalah karakter dari pembeli. Dalam bisnis online pun, berlaku slogan pembeli adalah raja. Anda tentunya akan menemukan banyak sekali karakter dari pembeli. Anda mungkin akan menemukan pembeli yang ramah dan bahkan sangat dermawan. Tapi, ada kalanya juga Anda akan berhadapan dengan calon pembeli dengan karakter yang unik. Mulai dari yang pemarah, panik, atau bahkan punya banyak kemauan dan banyak bertanya. Bahkan, Anda tak jarang akan dibuat gemas dengan adanya calon pembeli yang hanya bertanya namun tidak jadi membeli.

Namun, tentu saja hal tersebut jangan sampai membuat Anda menjadi kesal dan memperlakukan pelanggan dengan kasar. Karena, bagaimanapun juga Anda memiliki citra bisnis yang harus dijaga. Sehingga, sebisa mungkin Anda menanggapi masing-masing karakter pembeli dengan kepala dingin. Tetaplah bersikap ramah, bahkan jika mereka tidak jadi membeli produk Anda. Karena, siapa tahu dengan keramahan yang Anda berikan, mereka akan kembali lagi di lain waktu. 

Selain ramah, Anda juga perlu sabar. Karena, ada kalanya calon pembeli ingin membeli produk yang Anda jual. Namun, mereka bisa jadi masih sangat baru dalam menggunakan aplikasi E-Commerce dan memerlukan bantuan Anda. Anda dapat membantu calon pembeli tersebut untuk menavigasikan diri di dalam aplikasi tersebut. Tentunya, mereka akan sangat berterimakasih. Bahkan, bisa jadi calon pembeli tersebut akan menjadi langganan Anda.

Mengikuti Perkembangan Teknologi yang Berlangsung Pesat

Sebagai pelaku bisnis E-Commerce, Anda dituntut untuk senantiasa responsif terhadap perkembangan teknologi. Dengan mengikuti perkembangan teknologi yang kian pesat, Anda pun akan memiliki senjata yang lebih ampuh dalam memasarkan produk-produk. Semakin tanggap Anda dalam menghadapi tren teknologi yang tengah berkembang. Akan semakin besar pula bisnis yang dijalankan dapat bertumbuh. Bahkan, bukan tidak mungkin usaha E-Commerce yang Anda jalankan dapat membuka lapangan pekerjaan baru di masa-masa sulit. 

Baca Juga: Affiliate Shopee Vs Affiliate Tiktok, Mana yang Kasih Komisi Paling Bagus

Content Author
M Khairul Rozzi

Sebagai penanggung jawab semua content artikel di Accesstrade, Saya ingin memastikan setiap penulisan memiliki value yang baik dan tersampaikan ke pada pembaca

Artikel Terkait
how to
30+ Ide Bisnis Online 2023 yang Menguntungkan untuk anda coba pelajari seperti affiliate marketing, dropshipper, reseller dan menjual foto secara online tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun
Jan 23, 2023
how to
Temukan cara paling ampuh untuk mendapatkan uang dari internet minimal 100rb. Dapatkan tips dan trik yang terbukti efektif dari para ahli dalam menghasilkan uang secara online. Mulai dari menjadi freelancer, menjual produk digital
Jan 23, 2023
affiliate marketing
Affiliate Marketing adalah program di mana Anda mempromosikan produk atau layanan perusahaan atau merek dan mendapatkan komisi untuk setiap pembelian. Jumlah komisi yang Anda terima bervariasi berdasarkan persentase produk dan harga jual.
Jan 07, 2023
how to
Setelah Anda bergabung sebagai Affiliate Marketer di Tokopedia, Anda harus mempunyai strategi dalam mempromosikan produk yang Anda jual pada platform media sosial pribadimu. Hal ini menjadikan keuntungan untuk Anda jika hal ini berhasil,
Jan 06, 2023
affiliate marketing
Saat ini, TikTok telah berkembang menjadi platform ecommerce. Bahkan TikTok telah membuka kemungkinan kepada pengguna untuk mendapat penghasilan tambahan lewat TikTok Affiliate. Berikut cara membuat affiliate marketing TikTok meraup untung jutaan rupiah.
Jan 06, 2023
affiliate marketing
Affiliate Marketing adalah program atau perusahaan yang membayar komisi untuk menawarkan dan menjual produk, layanan, atau situs web. Contoh umum dari bisnis Affiliate adalah menggunakan tautan rujukan. Affiliate marketer menempatkan tautan di blog.
Jan 06, 2023