Memaksimalkan Editor Bawaan Facebook & Instagram: Tools dan Font untuk Desain "Unpolished" yang Menjual

Di tengah dominasi visual yang seragam dan terlalu sempurna, kini muncul tren baru yang disebut desain unpolished. Ini adalah gaya desain yang tampak sederhana, jujur, bahkan tidak sempurna. Anehnya, justru gaya inilah yang sering kali lebih disukai oleh audiens.
Desain unpolished memberi kesan autentik, manusiawi, dan terasa lebih dekat dengan audiens. Karena tidak berusaha terlihat terlalu dipoles, konten jenis ini cenderung lebih relatable. Tidak heran jika banyak brand besar hingga kreator kecil memakainya, terutama di Instagram dan Facebook.
Namun, perlu diingat bahwa unpolished bukan berarti asal jadi. Kalau dibuat dengan sengaja, gaya yang terasa human dan spontan ini justru sering membuat orang berhenti scroll, membaca, lalu melakukan aksi seperti klik, mengirim pesan, atau membeli produk. Ringkasnya, unpolished adalah gaya visual yang meniru artefak sehari-hari seperti label, coretan marker, atau sticky note supaya pesan lebih cepat terbaca dan terasa personal.
Kabar baiknya, kamu bisa membuat tampilan unpolished yang menjual tanpa aplikasi tambahan. Cukup gunakan editor bawaan Instagram dan Facebook, terutama di Story dan sebagian di Reels atau Facebook Story. Artikel ini akan membahas tools bawaan apa saja yang perlu kamu kuasai sebagai panduan teknis lanjutan, dan cara memaksimalkan font bawaan tanpa terjebak mitos harus menggunakan font custom.
Kenapa Desain Unpolished Sering Lebih Menjual?
Unpolished design mengirim sinyal visual yang berbeda. Desain akan terasa seperti catatan cepat sehingga otak menganggapnya lebih personal dan layak dibaca. Selain itu, tampilannya terlihat spontan, sehingga cocok untuk promo terbatas dan pengumuman penting. Gaya ini juga mudah dibuat konsisten sehingga kamu bisa posting lebih sering tanpa merasa lelah mendesain.
Kuncinya ada pada penggunaan tool bawaan dan struktur copywriting. Secara psikologis, konten yang dibuat dengan fitur native atau bawaan Facebook dan Instagram cenderung lebih sering mendapatkan interaksi. Algoritma kedua platform ini sangat didorong oleh perilaku pengguna. Bukan hanya apa yang tertulis, tetapi apa yang dilakukan user terhadap konten tersebut.
Teks native biasanya lebih besar dengan kontras tinggi seperti label atau sticky note. Otak manusia memproses ini sebagai informasi penting, bukan materi iklan desain. Hasilnya, desain lebih terbaca, lebih mudah dipindai mata, dan audiens lebih cepat sampai ke Call to Action (CTA).
Toolkit Bawaan Instagram untuk Desain Unpolished
Unpolished bukan hanya strategi untuk Story. Di Instagram, gaya mentah ini justru sering memberikan dampak besar di Feed, terutama format carousel, karena orang punya waktu lebih lama buat membaca, menggeser slide, dan menyimpannya.
Sebelum kita bedah fitur satu per satu, pastikan kamu sudah paham dasar-dasar bermain di kolam Instagram. Teknik unpolished ini akan jauh lebih ampuh kalau kamu sudah tahu panduan affiliate marketing IG untuk pemula dan bagaimana algoritma bekerja mendistribusikan kontenmu. Jadi, desainnya santai, tapi strateginya tetap tajam.
Trik Membuat Konten Feed Menggunakan Editor Story
Secara native, fitur edit di IG Feed memang tidak seluwes Story untuk teks overlay. Trik yang dipakai banyak kreator adalah membuat tiap slide di editor IG Story, menyimpannya ke galeri, lalu mengunggahnya sebagai single image atau carousel di Feed. Jadi tetap menggunakan alat bawaan, tapi output akhirnya adalah Feed.
Berikut adalah elemen penting yang harus kamu maksimalkan:
- Text Tool sebagai Alat Jualan
Gunakan teks bukan sekadar untuk menghias, tapi untuk menuntun aksi. Pakai struktur copy cepat seperti Hook untuk judul, Value untuk alasan kenapa produk itu penting, dan Action untuk memberi tahu audiens harus melakukan apa.
Untuk carousel, anggap ini sebagai mini landing page. Slide pertama adalah Hook, slide kedua dan ketiga berisi Value dan bukti singkat, slide keempat berisi Penawaran, dan slide kelima adalah CTA.
- Background Box Teks
Fitur background pada teks membuat tulisan terbaca jelas di atas foto dan memberi kesan tempelan yang khas. Trik menjualnya adalah menaruh info paling penting seperti harga, deadline, atau bonus dalam box terpisah supaya mata audiens langsung menangkap poin utamanya.
- Marker atau Brush
Gunakan coretan spidol untuk memberikan highlight pada kata penting, garis bawah pada CTA, atau lingkaran pada harga. Aturannya cukup satu atau dua coretan per slide agar fokus audiens tidak buyar.
Tools Bawaan Facebook untuk Unpolished
Desain unpolished di Facebook bukan cuma soal Story. Justru banyak yang meledak performanya lewat Facebook Post di feed, entah itu single image, carousel, atau post yang fokus di teks dengan visual sederhana.
Gaya mentah yang terasa seperti orang ke orang biasanya lebih mudah memancing diskusi. Desain yang terlihat mentah ini justru sering viral di Facebook karena dianggap postingan teman, bukan iklan. Ini sejalan dengan panduan analisis insight Facebook Pro yang menunjukkan bahwa interaksi natural seperti komentar dan share adalah kunci viralitas di FB. Jadi, gunakan font tebal bawaan FB untuk memancing debat atau diskusi di kolom komentar.
Di Facebook, font Headline yang tebal dan tegas sangat wajib dipakai untuk hook di detik pertama. Kunci menjualnya adalah membuat orang berhenti membaca dulu, baru arahkan ke aksi. Gunakan pola yang konsisten dengan judul pendek, box label, dan tambahan highlight spidol sederhana.
Pemilihan Font: Psikologi di Balik Typewriter dan Neon
Banyak artikel membahas cara ganti font pakai tools luar. Itu tidak salah, tapi kalau tujuanmu adalah konversi, fitur bawaan seringkali lebih efektif.
Kombinasi font Typewriter dan Neon di Instagram Story itu ibarat bumbu dapur yang pas. Font Typewriter atau mesin tik sangat powerful untuk soft selling. Secara psikologis, font ini memberikan kesan kalau kamu sedang bercerita atau curhat, bukan sedang berjualan.
Sementara di Facebook Story, opsinya mirip untuk gaya font, warna, dan posisi. Ini cukup untuk membuat label, headline, dan CTA yang jelas tanpa perlu aplikasi tambahan. Biar visual unpolished ini makin kuat, naskah atau caption kamu juga harus nyambung. Gunakan teknik bercerita yang menyentuh emosi audiens.
Kesimpulan
Menguasai tools gratisan ini adalah langkah cerdas untuk menghemat waktu produksi konten. Tapi ingat, desain yang mengundang klik akan percuma kalau kamu tidak punya campaign yang menghasilkan komisi.
Nah, saatnya praktikkan skill desain unpolished ini ke produk nyata. Di Accesstrade, ada ribuan campaign dari brand ternama mulai dari Shopee, Lazada, hingga perbankan yang siap kamu promosikan. Kamu tidak perlu pusing memikirkan stok barang, cukup fokus bikin konten yang relatable dan sebar link afiliasimu.
Daftar jadi publisher Accesstrade sekarang, pilih campaign pertamamu, dan buktikan sendiri kalau desain sederhana bisa bikin dompetmu berwarna!
.