Cara Menentukan Produk Terbaik untuk Affiliate Marketing

Admin
affiliate marketing Dec 08, 2023
1702540238_transfer-data.jpg

Bagaimana sih cara menjadi affiliate marketer yang menghasilkan uang? Salah satu caranya adalah penentuan produk yang akan dipromosikan. Kamu harus tepat dalam menentukan produk untuk affiliate marketing. Jangan sampai salah mempromosikan, bukannya cuan tapi malah capek buat konten tanpa hasil.

Lalu, bagaimana sih cara menentukan produk yang tepat untuk affiliate marketing? Berikut caranya agar kamu bisa cuan:

Daftar Isi

Tentukan Niche Kamu

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan niche. Niche merupakan topik yang akan dibahas dan difokuskan pada konten-mu. Niche ini bermacam-macam, ada kecantikan, fashion, kuliner, olahraga, hewan, film, dan lain-lain. Oleh karena itu, pilihlah satu niche yang kamu bisa atau sukai.

Tujuan pemilihan niche ini agar kamu bisa fokus pada satu topik. Topik inilah yang bisa membantu-mu untuk menentukan target audience yang spesifik. Alhasil, kamu juga bisa membuat konten-konten menjadi relate dan relevan dengan target audience-mu.

Contohnya kamu memiliki ketertarikan dan keahlian di bidang skincare dan make-up. Kemudian, kamu akhirnya menentukan niche blog kamu adalah kecantikan. Berdasarkan niche itu, kamu pun bisa menentukan target audience dan konten-mu.

Selain itu, pemilihan niche akan membantu branding kamu untuk dikenal sebagai seseorang yang ahli atau berpengalaman berdasarkan niche tertentu. Hal ini tentu akan menumbuhkan kepercayaan dan menambahkan jumlah audiences.

Contohnya adalah seorang blogger dengan niche kecantikan, yaitu Firda. Berdasarkan niche-nya, Firda tentu bisa menentukan target audience blog-nya. Target audience-nya mungkin adalah orang-orang yang beauty enthusiast, mempunyai masalah kulit, dan sebagainya.

Dia pun bisa membuat konten-konten yang relate dan relevan dengan target audience-nya. Konten-konten yang membahas  review skincare, make-up, bodycare, dan hair care.

Tentukan Target Audience

Berdasarkan pembahasan di atas, kamu bisa menentukan target audience setelah penentuan niche. Lalu, apa itu target audience? Target audience adalah sekelompok orang yang dikategorikan sebagai potential customer

Tujuan penentuan ini agar promosi yang lebih tepat sasaran. Tepat sasaran agar bisa merubah audience menjadi customer untuk melakukan konversi dan bertransaksi. Cara menentukan target audience adalah tentukan usia, gender, lokasi, interest, pain point, status ekonomi, dan banyak lagi.

Contohnya, kamu adalah affiliate marketer di sebuah blog dengan niche kecantikan. Kamu menentukan target audience berikut:

  • Usia : 19-40 tahun
  • Gender : Perempuan
  • Lokasi : Indonesia
  • Interest : Skincare dan make-up
  • Occupation : Mahasiswa dan pekerja dengan ekonomi menengah (gaji max 10 juta)
  • Pain point : Masalah kulit, tidak percaya diri dengan wajah, dan ingin cantik

Berdasarkan target audience ini, kamu bisa membuat konten yang relate dan relevan dengan target audience

Contohnya adalah konten seperti:

  • Review sunscreen brand X yang harganya di bawah Rp 100.000
  • Rekomendasi produk sunscreen di bawah Rp 100.000. 
  • Konten lainnya terkait produk dengan harga terjangkau

Konten ini relate dan relevan dengan target audience karena konten membahas skincare, yaitu sunscreen. Selain itu, konten tersebut bisa menyelesaikan permasalah audience. Permasalahan seperti, kebingungan mencari sunscreen yang bagus dengan harga terjangkau.

Di sisi lain, kalau kamu membuat konten yang berkaitan dengan produk-produk yang mahal, ini mungkin tidak sesuai dengan audience-mu. Alhasil, konten affiliate marketing mu mungkin tidak mendatangkan konversi.

Oleh karena itu, kamu harus benar-benar mendefinisikan target audience-mu. Tujuan agar konten-mu terdistribusi tepat sasaran ke potential customer yang akan membeli produk.

Manfaatkan Produk yang Kamu Sukai

Kamu bisa memulai affiliate marketing dengan cara yang paling sederhana. Caranya adalah kamu membuat konten promosi atau review produk yang digunakan sehari-hari atau disukai. Hal ini menunjukan bahwa konten tersebut berdasarkan experience langsung.

Nah, konten-konten sesuai experience adalah konten yang disukai oleh audiences. Kenapa? Alasannya karena audience akan berpikir bahwa kamu menggunakan dan menyukai produk tersebut berdasarkan kualitasnya. Tentunya, hal ini bisa mempengaruhi orang untuk membeli produk.

Apalagi kamu memiliki branding dengan keahlian khusus. Audiences kamu akan lebih menyukai dan mempercayai pendapatmu mengenai suatu produk. Ditambah, kalau kamu membuat konten secara jujur dan asli, maka kamu bisa lebih dipercaya lagi oleh audiences.

Contohnya adalah seorang blogger kecantikan, Firda. Firda membuat salah satu konten artikel review lip serum berdasarkan pengalamannya. Artikel ini bisa menjadi konten yang disukai dan dipercaya oleh audiences karena experience-nya.

Ditambah, Jessica memang terkenal sebagai beauty enthusiast. Hal ini terlihat dari blog-nya bahwa ia yang sudah aktif nge-blog tentang skincare dan make-up sejak 2017.

 

Riset Produk dengan Kualitas Bagus

Kamu sudah membuat list produk-produk digunakan dan disukai? Jika sudah, maka kamu perlu riset kualitas produk-produk tersebut terlebih dahulu. Loh kok diriset segala? 

Oke, kamu berpendapat bahwa produk tersebut memang bagus. Namun, ada suatu kondisi yang bisa  bertentangan dengan pendapat-mu. Kondisi yang menunjukan bahwa sebagian besar market menganggap produk  tersebut memiliki kualitas atau reputasi yang buruk. 

Oleh karena itu, kamu perlu riset produk terlebih dahulu. Tujuannya agar kamu mengetahui reputasi dan kualitas produk di market. Reputasi dan kualitas produk adalah faktor terpenting dalam penjualan, termasuk affiliate marketing. Nah, ada satu analogi agar kamu lebih paham. 

Asumsikan bahwa kamu  adalah seorang calon pembeli produk make-up brand X. Kamu menemukan banyak review negatif. Lalu, Apakah kamu akan membeli produk tersebut? Kamu mungkin tidak akan jadi beli atau berpindah ke brand lain.

Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa 63% konsumen kehilangan kepercayaan terhadap brand atau produk akibat review negatif.

Nah, kalau kamu adalah seorang affiliate marketer, bagaimana kamu bisa mempromosikan dan menjual produk yang kualitasnya atau reputasinya buruk? Kamu pasti akan mikir bahwa hal tersebut akan sulit. 

Lain hal, kalau kamu mempromosikan produk yang memang memiliki kualitas dan reputasi yang bagus. Kondisi ini tentu bisa menguntungkan kamu sebagai affiliate marketer. Alasannya, market sudah mempercayai bahwa produk tersebut memang memiliki kualitas dan reputasi bagus.

 

 

Kamu pun bisa mudah mempengaruhi audiences untuk membeli produk. Apalagi kamu juga menggunakan produk tersebut dan menunjukan hasil yang bagus.

Selain itu, riset produk juga berkaitan dengan target audience. Alasannya karena target audience bisa menjadi guidance untuk menentukan produk yang akan dibahas di konten. Contohnya target audience adalah mahasiswa dan pekerja dengan kondisi ekonomi menengah. 

Konten yang cocok adalah konten yang membahas produk dengan harga  di bawah Rp 500.000. Namun, konten yang membahas produk dengan harga di atas  Rp 500.000 kurang relevan dengan target audience. Nah, konten yang relevansi rendah ini akan mengurangi potensi transaksi di affiliate marketing-mu.

Oleh karena itu, kamu sangat perlu riset produk sebelum mendaftar program afiliasi dan membuat konten. Tujuannya agar konten affiliate marketing-mu bisa dipercaya dan relevan dengan audiences.

Kesimpulan

Jadi cara menentukan produk terbaik untuk affiliate marketing adalah kamu tentukan niche yang sesuai denganmu. Setelah itu, kamu definisikan target audience yang sesuai dengan niche-mu. Penentuan niche dan target audience ini paling penting untuk menentukan konten dan produk yang akan dibahas oleh kamu sebagai affiliate marketer

Nah, kamu bisa memulai dengan membuat konten menggunakan produk yang digunakan sehari-hari atau disukai. Konten ini paling disukai karena berdasarkan pengalaman. Namun, kamu tetap perlu riset produk sebelum membuat konten. Tujuannya agar kamu mengetahui kualitas dan reputasi produk, serta relevansi dengan target audience. 

Keempat cara ini tentunya bertujuan agar konten mu tepat sasaran.untuk menghasilkan konversi dan penjualan pada refferal link-mu.

 

Artikel ini telah direview oleh:

  • Muhammad Harist Abduh Nazili sebagai SEO Specialist di Accesstrade
  • Rizky Setyo sebagai Penanggung Jawab Content di Accesstrade 

Sumber Feature Image: Freepik 

Screenshot diambil oleh tim content ACCESSTRADE pada December 2023

Website yang ditampilkan pada body artikel merupakan salah satu publisher yang terdaftar di ACCESSTRADE

Sumber Screenshot: https://www.firdaskinjourney.com/ 

Rizki Setyo

Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.

Artikel Terkait
Sulit mendapatkan uang dari Adsense Youtube? Ada cara lain untuk mendapatkan uang dari Youtube. Berikut 6cara dapat uang dari youtube selain adsense
search engine optimization
Cara Kerja Search Engine yaitu dengan melewati beberapa tahapan proses seperti Crawling, Indexing dan Ranking. Simak ulasan lengkapnya disini!
Spesifikasi video tiktok yaitu memiliki dimensi dan resolusi 1080 x 1920, ukuran max file 287-an mb (ios) dan 72 mb (android), format video .mp4 dan .mov
Kesalahan yang perlu dihindari saat menjadi influencer affiliate yaitu fokus pada jumlah followers, tidak ada content plan dan simak ulasan lengkapnya disini!
Panduan mengenai berapa ukuran rasio dan resolusi untuk feed, reels, IGTV, dan stories pada instagram serta tipsnya. Simak ulasan lengkapnya disini!
search engine optimization
Berikut ulasan mengenai pentingnya memperhatikan tone saat menulis artikel affiliate beserta tips dan jenis tone penulisan. Simak ulasan lengkapnya disini!