Cara Efektif Membuat Skrip Video Untuk Maksimalkan Hasil Affiliate Marketing-mu

Cara Efektif Membuat Skrip Video Untuk Maksimalkan Hasil Affiliate Marketing-mu

Admin
how to Dec 12, 2023
SHARE ON
1703132757_transfer-data-7.jpg

Dalam affiliate marketing, kamu perlu tahu bahwa membuat sebuah video sangatlah penting agar produk atau jasa kamu terlihat stand-out dimata customer. Video juga merupakan alat penjualan yang sangat efektif, dan sudah banyak dilakukan oleh para marketer diluar sana yang menyatakan bahwa video menjadi elemen kunci dalam strategi marketing mereka. 

Namun, kamu tidak bisa berharap penjualan kamu meningkat hanya dengan membuat video yang asal-asalan. 

Kamu perlu membuat skrip video, lalu kenapa harus skrip video? Skrip video memegang peranan krusial untuk mengkomunikasikan value dari produk berkualitas kepada audiens dengan efektif. Dari pemilihan topik yang relevan dengan keunggulan produk hingga menetapkan karakter utama yang dapat terhubung dengan customer.

Menulis skrip video yang efektif bisa menjadi penentu kesuksesan atau kegagalan sebuah video. Artikel kali ini akan menunjukkan bagaimana kamu dalam menulis skrip yang efektif untuk video-video kamu. Sudah siap untuk memulai?

1. Tentukan Topic yang Ingin Diangkat

Saat membuat video skrip, langkah pertama yang krusial adalah menentukan topik yang relevan dengan produk yang sedang ingin Kamu promosikan. Penting untuk fokus pada keunggulan produk, menyelami detail mengenai fitur dan manfaat yang membedakannya dari produk serupa. 

Jangan hanya merinci spesifikasi, tetapi juga gambarkan secara jelas bagaimana produk tersebut dapat memberikan nilai tambah kepada calon customer. Identifikasi kebutuhan atau masalah yang dapat diatasi oleh produk, dan tunjukkan betapa solutif nya suatu produk agar dapat memenuhi ekspektasi dan keinginan mereka. 

Dengan memahami betul keunggulan produk dan memberikan informasi yang berharga, Kamu dapat menarik perhatian target audiens dengan lebih efektif dan meningkatkan konversi dalam affiliate marketing-mu.

2. Tentukan Target Audiens Kamu

Dapat diasumsikan bahwa kamu sudah memiliki pemahaman mengenai siapa yang akan menjadi target dari pembuatan video ini.

Namun, sebelum mulai menulis skrip dan proses pengambilan gambar, penting untuk menyaring lebih lanjut target audiens dari project video ini. Kenapa?

Mengetahui audiens target kamu akan membantu dalam:

  1. Memilih nada dan gaya komunikasi yang sesuai.

  2. Mengetahui referensi dan metafora yang akan dipahami, dan yang tidak.

  3. Menentukan platform yang tepat untuk memposting video kamu.

  4. Mengidentifikasi masalah yang dapat kamu angkat atau selesaikan dalam video kamu.

Jika video kamu ditujukan untuk meningkatkan brand awareness, mungkin kamu akan posting video kamu kepada audiens yang besar dan beragam. 

Tetapi bagaimana jika kamu sedang ingin memperkenalkan sebuah produk atau fitur? 

Dalam hal ini, lebih baik kamu bisa menargetkan pada para pembeli yang kemungkinan besar merasakan masalah yang dapat diatasi oleh produk kamu.

3. Tentukan Goals dari Script yang Akan Dibuat

Anggaplah saat membuat skrip video, sebagai bagian brainstorming ide. Ini akan membentuk kerangka yang kokoh dan bagaimana video tersebut akan mengikuti strategi marketing kamu.

Ketika memulai brief, pertimbangkan serangkaian pertanyaan berikut:

  1. Apa tujuan video kamu?

  2. Siapa audiens kamu?

  3. Dimana mereka akan menonton video kamu?

  4. Apa yang akan ada di dalam video?

  5. Gaya seperti apa yang akan diusung oleh video kamu?

Sekarang, setelah kamu tau tentang tujuan dari video kamu, mulailah untuk masuk ke bagian penulisan skrip yang sesungguhnya.

Tentukan Main Character

Story telling yang menarik adalah kunci untuk menciptakan video yang engaging, dan apalah arti sebuah cerita tanpa karakter yang menarik? Mengembangkan karakter, atau beberapa dari mereka, untuk video kamu, tidak hanya membantu audiens terlibat lebih dalam dengan konten, tetapi juga dapat membantu kamu fokus pada pembuatan narasi yang efektif.

Jika kamu kesulitan mengidentifikasi tokoh utama, kembali ke target audiens dan tujuan kamu. Pikirkan tentang siapa yang mungkin relate dengan audiens dan ingin didengar sehubungan dengan tujuan yang sudah kamu tetapkan untuk video. Misalnya, jika tujuan video kamu adalah membangun kepercayaan suatu perusahaan, memilih CEO sebagai tokoh utama mungkin cocok, sedangkan jika video kamu adalah solusi untuk kecelakaan kerja yang sering terjadi, perwakilan dari tokoh keamanan dan keselamatan kerja bisa menjadi pilihan yang baik.

Setelah tokoh utama atau tokoh-tokoh ditetapkan, kembangkan beberapa detail tentang mereka yang akan membantu membimbing penulisan skrip video kamu. Bagaimana mereka berhubungan dengan produk atau materi yang dibahas? Apakah latar belakang mereka relevan? Jika ya, apa itu? Meskipun kamu tidak perlu membuat profil karakter yang lengkap, tetapi berikan sebanyak mungkin detail yang diperlukan untuk membantu kamu mencapai tujuan yang sudah kamu tetapkan.

4. Breakdown Plan menjadi Sebuah Brief

Mulailah dengan merangkum gagasan dalam sebuah brief singkat berisi 5 kalimat. Ini merupakan titik awal yang sangat baik untuk mentransfer ide-ide dari pikiran kamu ke kertas, memungkinkan kamu melihat mana yang cocok dalam skrip video, dan membuat skrip video kamu terstruktur serta mengarahkanmu menuju tujuan.

Meskipun mungkin kamu ingin untuk langsung menulis skrip video, tanpa harus mengikuti step-by-step, namun hal ini mungkin bisa menyebabkan pesan kamu hilang dan video terlihat terlalu penuh atau tidak teratur. Rangkuman harus membantu menetapkan apa yang akan ada di awal, tengah, dan akhir skrip video.

Sebuah brief tidak perlu rumit, dan tidak perlu mengikuti formula tertentu. Namun, ada beberapa pertanyaan kunci yang sebaiknya dimasukkan untuk membuat skrip video yang efektif. 

  1. Apa topik video tersebut? (Semakin spesifik, semakin baik. Misalnya, jika bisnis Kamu berfokus pada produk kecantikan, pertimbangkan untuk menetapkan topik dalam video seperti “daily routine skincare untuk perempuan”).
  2. Apa pesan utama dari video tersebut? Apa yang seharusnya penonton pelajari setelah menontonnya? 
  3. Apa yang menjadi call to action kita? Apa yang ingin kita sampaikan kepada penonton setelah mereka menyelesaikan menonton video?

5. Mulai Menulis Script dengan Section by Section

Menulis skrip video per bagian adalah cara yang efektif untuk memastikan ide-ide kamu tetap terorganisir dan alur cerita video mengikuti perkembangan yang logis. Jadi, apa sebenarnya yang seharusnya kamu sertakan dalam setiap bagian video kamu? 

Mulailah dengan hook, yaitu pengantar yang memikat tentang apa yang bisa kamu harapkan dan segera menarik perhatian kamu. Frasa seperti "Pernahkah kamu..." "Berikut adalah 3 tips terbaik untuk..." atau "Jika kamu mencari..." dapat kamu gunakan sebagai komponen hook kamu.

Pastikan customer dapat mengenali brand kamu dan menghubungkan pesan video ini dengannya. Lakukan ini dengan memasukkan warna brand ke dalam skema video, menampilkan logo, dan menulis skrip video kamu menggunakan bahasa dan nada yang sejalan dengan brand. Ini bisa membuat video kamu menjadi lebih akrab dan dapat dipercaya.

Sekarang setelah kamu berhasil menarik perhatian mereka, kamu akan masuk ke bagian tengah untuk, sampaikan pesan yang ingin kamu sampaikan. Setelah menarik mereka dengan hook dan mengidentifikasi siapa kamu, sekarang saatnya memberi tahu mereka secara tepat mengapa mereka harus menonton videomu sampai habis. Pastikan kamu menulis skrip video, sejelas dan sekonkret mungkin agar pesan tidak menjadi terlalu ringan atau membingungkan.

Yang terakhir adalah, bagikan bukti. Ini adalah kesempatan bagus dalam penulisan skrip video untuk menyajikan apa pun kepada audiens dimana dapat mendukung atau menguatkan klaim yang dibuat dalam video kamu. 

Menulis skrip video memang memerlukan banyak effort, tetapi hasil akhirnya akan sepadan. Dan kabar baiknya adalah, kamu tidak perlu memulai dari awal setiap kali kamu ingin membuat skrip! Template skrip video dapat benar-benar mempercepat proses dalam penulisan skrip video kamu.

6. Edit Skrip Video yang Telah Dibuat

Setelah berhasil menuliskan draft pertama skrip video, langkah selanjutnya adalah melakukan proses pengeditan. Tujuan utamanya adalah memastikan kejelasan pesan yang ingin disampaikan dan memastikan setiap kalimat mendukung tujuan keseluruhan skrip.

Periksa apakah alur cerita berjalan dengan baik dan apakah setiap bagian saling terhubung dengan baik. Kemudian perhatikan juga timing, pastikan skrip sesuai dengan durasi yang diinginkan tanpa kelebihan atau kekurangan.

Selain itu, dalam tahap pengeditan, evaluasi penggunaan kata-kata. Pastikan bahwa setiap kalimat tidak hanya menggambarkan produk atau layanan secara jelas tetapi juga menarik perhatian audiens. Penggunaan kata-kata yang kuat dan mengesankan, dapat memberikan dampak yang lebih besar.

Penting juga untuk memastikan bahwa pesan yang disampaikan sesuai dengan tone yang diinginkan, apakah itu informatif, persuasif, atau menghibur. Keseluruhan, pengeditan adalah langkah yang harus kamu lalui untuk memastikan bahwa skrip video kamu memenuhi stkamur  secara kualitas dan efektivitas yang diharapkan.

Video Script Template

Source Gambar: Freepik

Terdapat berbagai cara untuk menulis skrip video. Umumnya, format yang kamu pilih akan bergantung pada panjang dan kompleksitas video kamu. Menambahkan kolom dapat membantu kamu mengorganisir informasi penting seperti:

  1. Dialog berdasarkan adegan

  2. Waktu jalannya cerita

  3. Efek dan isyarat audio 

Yang Kamu butuhkan hanyalah aplikasi notes seperti Google Docs, Notion, Notepad, atau kertas dan pulpen yang ada dirumah.

Buatlah tabel dengan tiga kolom: satu untuk elemen visual, satu untuk elemen audio, dan satu kolom keterangan untuk memperjelas deskripsi yang ada pada elemen visual maupun audio. 

Berikut adalah contoh yang dapat kamu gunakan sebagai referensi dalam menyusun skrip video beserta videonya.


Screenshot hasil video dari skrip diatas

Ketika kamu sedang membuat skrip, biarkan kreativitasmu berkembang, uji ide-ide baru, sampai menembus batas. Gunakan langkah-langkah, tips, serta template ini untuk menciptakan skrip baru lainnya dan teruslah bereksperimen. Bagaimanapun, hal tersebut akan menjadi fondasi video kamu agar menjadi lebih kokoh. 

Tertarik dengan konten-konten seperti ini? Yuk, gabung komunitas kami di grup Telegram! Untuk dapatkan informasi terbaru seputar dunia affiliate marketing. Klik tautan dibawah untuk bergabung sekarang! 


Gabung Grup Telegram Kami Disini!

 

Artikel ini telah direview oleh: 

  • Muhammad Harist Abduh Nazili sebagai SEO Specialist di Accesstrade
  • Rizky Setyo sebagai Penanggung Jawab Content di Accesstrade
Rizky Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait