Apakah Meta Description Merupakan Salah Satu Ranking Faktor di Search Engine? Simak Study Casenya Di Sini!

Apakah Meta Description Merupakan Salah Satu Ranking Faktor di Search Engine? Simak Study Casenya Di Sini!

Admin
search engine optimization Dec 05, 2023
SHARE ON
1701892718_meta-description.jpg

Dalam optimasi SEO, menyusun meta description atau meta title dianggap penting. 

Namun, apakah peran utama meta description dalam optimasi SEO? Meta description berperan dalam memberikan gambaran singkat yang muncul di hasil pencarian dan media sosial, menarik orang untuk mengklik dan mengunjungi suatu situs web. 

Tidak hanya itu, meta description juga membantu mesin pencari seperti Google memahami isi halaman web tersebut.

Ketika melakukan audit situs web menggunakan alat SEO seperti Screaming Frog, mungkin kamu akan menemukan peringatan terkait meta description yang hilang atau duplikat. 

Sebagai bagian dari strategi SEO, hal ini membantu kamu memastikan setiap halaman memiliki meta description yang unik. 

Simak artikel berikut untuk menemukan jawaban, apakah meta description merupakan salah satu rangking faktor di pencarian Google?

1. Klaim Bahwa Meta Description Merupakan Ranking Faktor

Pernyataan bahwa meta description memengaruhi peringkat di mesin pencari, khususnya Google, telah menjadi klaim yang terus diperdebatkan dalam optimasi SEO. 

Konsep dasarnya adalah bawah dengan menyusun meta description yang dioptimalkan, situs web memiliki peluang lebih besar untuk muncul di peringkat lebih tinggi dalam hasil pencarian.

Pandangan umum di kalangan praktisi SEO, bahwa dengan penggunaan target frasa kata kunci dalam meta description dapat memberikan sinyal tambahan kepada algoritma pencarian, memperkuat relevansi konten halaman terhadap pencarian yang dilakukan oleh pengguna.

Salah satu pakar utama dalam hal meta description adalah Yoast, pengembang plugin SEO untuk WordPress yang digunakan di jutaan situs. Yoast merekomendasikan beberapa praktik terbaik terkait meta description, termasuk:

  • Membatasi panjangnya hingga 155 karakter.
  • Menggunakan kalimat aktif dan menjadikannya bersifat aksi.
  • Sertakan ajakan untuk mengambil tindakan (call to action).
  • Menggunakan fokus kata kunci.
  • Menampilkan spesifikasi jika diperlukan.
  • Memastikan kesesuaian dengan konten halaman.
  • Menjadikannya unik.


Jika dan seberapa seringnya kamu menggunakan fokus kata kunci dalam meta description merupakan bagian dari evaluasi SEO yang disediakan oleh Yoast, seperti:

 

yoast example

Sumber: Yoast Meta Description

 

Semua hal tersebut menunjukkan bahwa mengoptimalkan meta description dianggap sebagai langkah esensial dalam upaya SEO, khususnya untuk memenuhi standar dan pedoman yang diberikan oleh pakar seperti Yoast.

 

Bukti Bahwa Meta Description Merupakan Ranking Faktor

Dalam sebuah video yang diunggah di saluran Google Search Central pada Agustus 2020, Martin Splitt, Search Advocate dari Google, menyampaikan pandangannya terkait meta description:

"Jangan lupa menyertakannya (meta description) di halaman seluler kamu. Meta description sangat penting untuk Googlebot."

Tak lama setelahnya, seorang profesional SEO men-tweet Martin Splitt untuk mendapatkan detail tambahan. Kemudian Splitt menjawab bahwa meta description dan page title tidak hanya memberikan kesan pertama kepada pencari, tetapi juga:

 

“...membantu Google Search untuk mendapatkan ringkasan singkat tentang apa yang kamu anggap penting dari halaman web tersebut.”

Pernyataan di atas menarik perhatian banyak orang, karena para profesional SEO meyakini bahwa meta description telah kehilangan nilai peringkat yang mungkin dimilikinya sejak lama. Seperti yang ditulis oleh  Ann Donnelly pada tahun 2011:

"Banyak dari kita menyadari, meskipun mesin pencari tidak lagi memasukkan meta description sebagai faktor peringkat, unsur halaman ini tetap berperan penting untuk mendapatkan traffic ke situs web kamu."

Namun, apakah mungkin setelah sekian lama, Google benar-benar menggunakan meta description sebagai faktor peringkat di pencarian Google? Jawabannya tentu tidak, berikut adalah bukti sanggahannya!

 

Sanggahan Bahwa Meta Description Bukanlah Faktor yang Memengaruhi Ranking

John Mueller dengan cepat mengklarifikasi dalam tweet-nya:

john mu twitter

Sumber: John Mueller via Twitter

Oleh karena itu, muncullah sikap skeptisisme di kalangan profesional SEO, bahwa mungkin Google tidak benar-benar transparan dan jujur terkait faktor peringkat, dan kamu boleh memilih untuk tidak sepenuhnya mempercayai pernyataan John Mueller di atas.

Meskipun begitu, meta description sebagai sinyal peringkat tidak dapat diandalkan. Pertama, karena meta description sangat mudah untuk dimanipulasi. Cukup memasukkan kata kunci yang kamu inginkan untuk di-ranking dan “voila” langsung mendapatkan peringkat tinggi.

Lebih lanjut pada saat itu, langkah optimasi on-page (pada halaman) terbilang seperti formula mutlak, yaitu kamu dapat mengubah kata kunci, memasukkan kata kunci ke title tag, meta description, subheading, dan lainnya, maka peringkat situs web kamu akan berubah secara cepat. Dan itulah mengapa meta description kehilangan ranking signal value-nya.

Penjelasan Matt Cutts pada tahun 2009 tentang mengapa meta keywords (kata kunci meta) dihapus dari algoritma juga memberikan sedikit gambaran seputar meta description pada saat itu:

 

“Sekitar sepuluh tahun yang lalu, mesin pencari menilai halaman hanya berdasarkan konten pada halaman web, dan tidak mempertimbangkan faktor off-page (di luar halaman) seperti tautan yang mengarah ke halaman web.

…Karena kata kunci meta tag sering disalahgunakan, maka sudah lama Google mulai mengabaikan kata kunci pada meta tag.

Meskipun terkadang kami (Google) menggunakan deskripsi meta tag untuk potongan yang kami tampilkan, kami tetap tidak menggunakan deskripsi meta tag di peringkat kami.”

Bahkan saat ini, meta description yang kamu terapkan pada halaman web mungkin tidak akan muncul di hasil pencarian.

Faktanya, sebuah eksperimen pada tahun 2018 yang dilakukan oleh tim di Yoast, menemukan bahwa Google “sering” membuat meta description-nya sendiri untuk digunakan dalam potongan hasil pencarian.

Tampaknya ini juga yang menjadi persoalan bagi beberapa orang, mengapa meta description-nya tidak sesuai dengan yang saya masukkan? Dalam tulisan yang menjelaskan eksperimen tersebut, Michiel Heijmans juga menulis:

 

“Tidak masalah apakah kita membuat meta description yang panjang atau pendek dan apakah deskripsi tersebut ditulis dengan kepadatan kata kunci yang tinggi atau rendah.”

Tim Yoast juga menemukan bahwa dalam dua pertiga kasus, Google menggunakan konten dari paragraf pertama halaman untuk ditampilkan pada potongan hasil pencarian. Baru-baru ini, Portent menemukan bahwa Google melakukan penulisan ulang pada meta description lebih dari 70%.

 

Contoh Studi Kasus Bahwa Google akan Menulis Ulang Meta Description pada Search Engine

Meta description bukanlah faktor peringkat, tetapi meta description dapat menarik lebih banyak clicks (klik) dan hal tersebut menghasilkan lebih banyak traffic ke situs web kamu. Meski begitu, mungkin kamu pernah memperhatikan bahwa Google tidak selalu menggunakan hardcoded description (dekripsi yang diatur secara kaku), terkadang Google memilih potongan lain dari halaman tersebut.

Sumber: Ahrefs

Jika kamu telah menghabiskan waktu untuk membuat meta description yang menarik, hal ini bisa menjadi menjengkelkan. Namun, seberapa sering ini terjadi? Untuk mengetahuinya, dalam studi kasus yang ditulis oleh Michal Pecánek akan membandingkan meta description yang diatur secara kaku dengan potongan hasil pencarian desktop Google sebenarnya dari 20.000 kata kunci. Namun sebelumnya, berikut beberapa fakta menarik untuk kamu.

1. 25,02% Halaman Peringkat Teratas Tidak Memiliki Meta Description

Sumber: Ahrefs

Berikut adalah rinciannya berdasarkan posisi peringkat:


Sumber: Ahrefs

Bagi siapa pun yang ingin tahu, korelasi Spearman disini adalah 0,28, yang dianggap lemah. Namun, bagi kamu yang memiliki deskripsi, seberapa sering meta description kamu muncul?

2. Google Menulis Ulang Meta Description Sebanyak 62,78%

Sumber: Ahrefs

Ya, Google menulis ulang meta description untuk sebagian besar hasil pencarian. Ini sudah memberikan kita banyak informasi, tetapi selalu lebih bermakna untuk membagi data ini kepada kamu.

3. Angka Tersebut Turun Menjadi 59,65% untuk Fat-Head dan Meningkat Menjadi 65,62% untuk Long-Tails

Pecánek menghipotesiskan bahwa Google akan lebih sering menghasilkan meta description untuk kata kunci long-tail. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa hasil pertama rata-rata peringkat untuk ratusan kata kunci dan deskripsi yang diatur secara kaku biasanya ditulis di sekitar kata kunci utama “head (kepala)”.

Sebagai contoh, kata kunci utama untuk postingan ini adalah “youtube keyword tools”, jadi kita dapat menulis meta description dengan kata kunci itu sebagai pertimbangan. Sebagai hasilnya, Google menampilkan deskripsi yang diatur secara kaku untuk target kata kunci.

 

Sumber: Ahrefs

...tetapi tidak untuk beberapa kata kunci long-tail yang diperingkat posting ini:


 

Sumber: Ahrefs

Hal ini terjadi karena deskripsi yang diatur secara kaku kurang relevan untuk kata kunci long-tail. Lebih masuk akal bagi Google untuk memilih potongan meta description-nya sendiri. Tetapi, apa yang ditemukan dalam studi kasus ini cukup mengejutkan:

“Meskipun Google lebih cenderung menulis ulang meta description untuk kata kunci long-tail, perbedaannya hanya sedikit.”

 

Sumber: Ahrefs

Perkiraan Pecánek adalah kesenjangan tersebut akan bertambah seiring berjalannya waktu, karena Google semakin baik dalam memahami maksud pencarian dan selanjutnya memberikan potongan hasil pencarian yang paling relevan.

CATATAN TAMBAHAN. Metodologi Ahrefs tidak sempurna disini, karena tidak ada cara untuk mengidentifikasi fat-heads dan long-tails dengan kepastian 100%. Pelajari lebih lanjut disini.

 

4. Google Cenderung Tidak Menulis Ulang Meta Description yang Terpotong

Google memotong meta description yang terlalu panjang.

 

Sumber: Ahrefs

Namun, apakah ini memengaruhi kemungkinan Google menulis ulang meta description? Dengan kata lain, apakah Google lebih cenderung membuat potongan hasil pencarian sendiri, ketika meta description kamu terlalu panjang? Mari kita lihat datanya di bawah ini:

 

Sumber: Ahrefs

Hasilnya cukup seimbang disini, Google menulis ulang 61,46% dari meta description yang terlalu panjang dan 63,69% sisanya. Tetapi, nampaknya memastikan meta description tetap dalam batas, tidak banyak mengubah kemungkinan Google menulis ulang meta description tersebut. 

Mungkin itu, karena meta description yang panjang ternyata cukup umum. Sebanyak 40,61% dari 192.656 deskripsi halaman unik yang Ahrefs teliti terlalu panjang.

 

Sumber: Ahrefs

5. Apakah Kamu Masih Perlu Menulis Meta Description?

Ya, meta description yang relevan dan menarik dapat menghasilkan klik, sehingga tetap layak untuk ditulis, meskipun rata-rata hanya ditampilkan sekitar 37% saja. Meskipun begitu, jika situs web kamu besar, disarankan untuk memprioritaskan halaman yang:

  • Sudah mendapatkan organic traffic.
  • Dibuat untuk mendapatkan peringkat di Google.
  • Kemungkinan akan dibagikan di media sosial (dimana meta description akan digunakan untuk deskripsi potongan sosial jika tidak ada open graph meta tags).

Menerapkan pendekatan ini seharusnya memberikan dampak paling besar dengan usaha yang paling sedikit.

Kesimpulan Bahwa Meta Description Tidak Lagi Memengaruhi Ranking

Google tidak menggunakan meta description sebagai sinyal peringkat pencarian dan tidak menggunakannya sejak antara tahun 1999 dan 2003–04. Namun, ini tidak berarti bahwa meta description bukanlah hal yang tidak penting untuk strategi SEO website kamu. Berikut beberapa manfaat dari meta description antara lain:

  • Meningkatkan rasio klik-tayang atau click-through rates (CTR) dari hasil pencarian.
  • Membantu membedakan konten milik kamu dari kompetitor di SERP.
  • Menarik dan melibatkan pengguna, mendorong mereka untuk mengunjungi situs web kamu.
  • Membantu brand exposure (paparan merek).

Secara tidak langsung, sinyal perilaku pengguna tambahan seperti CTR tinggi, dapat menjadi faktor pendukung performa SEO yang kamu lakukan. Namun, meta description sendiri, bukanlah faktor peringkat di mesin pencari seperti Google, dan hal ini sudah terjadi untuk waktu yang cukup lama.

Jika kamu ingin mendapatkan lebih banyak informasi, panduan, dan tips seputar SEO lainnya, affiliate marketing, digital marketing, atau pun e-commerce yang berguna bagi Blogger, kamu dapat membaca artikel ACCESSTRADE lainnya pada website.

ACCESSTRADE Indonesia sejak tahun 2013 berkomitmen akan membantu para advertiser (pengiklan) dan para publisher (penayang iklan) untuk meningkatkan performa dan return of investment (ROI) mereka. 

Selain itu, ACCESSTRADE juga membantu meningkatkan jumlah advertiser yang dapat ditemui oleh publisher, sehingga publisher dapat dengan mudah menemukan campaign (kampanye) yang tersedia. Yuk, tunggu apa lagi, langsung registrasi dan buat akun ACCESSTRADE kamu sekarang!

Referensi Artikel:

Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait