Penambahan ‘E’ Experience pada E-A-T Google Guidelines dan Pengaruhnya pada Affiliate

Admin
1700122901_untitled-design-1.jpg

Tahukah kamu bahwa Google E-A-T SEO sudah tidak berlaku dalam penilaian kualitas sebuah konten di halaman website? Ya, Google sudah menambahkan elemen baru untuk menilai kualitas sebuah konten, yaitu Experience  “E”.

Oleh karena itu, Google E-A-T sudah berubah menjadi Google E-E-A-T SEO. Lalu, apa itu EEAT SEO? Nah, penjelasan detail mengenai EEAT SEO bisa kamu dapatkan di artikel ini. Kamu juga akan mengetahui bagaimana Experience bisa berpengaruh terhadap affiliate marketing.

Daftar Isi

Memahami Experience dalam E-A-T

Desember 2022 lalu, Google mengumumkan update terbaru terkait Google E-A-T. Google menambahkan Experience (pengalaman) pada Google E-A-T menjadi Google E-E-A-T. Apa itu Google E-E-A-T? 

Google E-E-A-T adalah singkatan dari Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness. Jadi,  sebuah konten SEO harus mengandung experience agar bisa menjadi high quality content. Konten experience ini adalah konten yang ditulis berdasarkan pengalaman langsung dari penulis atau pemilik website.

Namun, E-E-A-T bukanlah suatu faktor yang mempengaruhi ranking suatu website.  E-E-A-T merupakan bagian dari sebuah panduan yang dinamakan Google’s Search Quality Rater. Panduan ini merupakan program langsung oleh google search dengan menggunakan tenaga kerja manusia yang disebut ‘Quality Rater’. Quality rater adalah orang yang mengevaluasi sebuah konten secara manual  untuk menghasilkan hasil pencarian yang berkualitas dan relevan untuk pengguna.Pengaruh Penambahan ‘Experience’ pada E-A-T

Tahukah kamu bahwa pembaruan Google E-E-A-T juga berpengaruh terhadap affiliate marketing? Ya, Pembaruan ini berpengaruh terhadap affiliate marketing. Kenapa bisa? 

Jadi, affiliate marketing itu adalah salah satu metode marketing yang memungkinkan seseorang (affiliate marketers) untuk menghasilkan uang dengan mengarahkan orang lain untuk membeli suatu produk. Pembelian ini dilakukan melalui affiliate links yang ditaruh di berbagai platform, salah satunya adalah melalui artikel. 

Nah, affiliate marketing ini biasanya berkaitan dengan pengalaman seseorang dalam menggunakan suatu produk. Bahkan, affiliate marketing sangat bagus ketika produk atau jasa yang di-review adalah review berdasarkan pengalaman.

 Namun, penyebaran informasi yang luas menyebabkan affiliate marketer bisa memperoleh informasi tentang pengalaman orang-orang lain dalam menggunakan suatu produk. Alhasil, konten yang dibagikan adalah konten dari pengalaman orang lain.

Jadi, pengalaman satu orang bisa menjadi referensi bagi banyak affiliate marketer dalam membuat konten. Oleh karena itu, Google ingin mencegah adanya konten-konten duplikat yang berkualitas rendah. Salah satu pencegahannya dengan menambah experience untuk mengukur kualitas suatu konten.

 Jadi, kamu juga bisa mengelaborasi informasi dari berbagai referensi pengalaman orang lain dengan pengalaman kamu sendiri. Nah, ini lah pentingnya experience dalam pembuatan konten affiliate marketing. Tujuannya agar konten kamu menjadi high quality di mata google.

Pentingnya E-E-A-T dalam Pembuatan Konten Affiliate

Penambahan ‘Experience’ ini menjadi sangat krusial karena si pembaca memiliki kecenderungan untuk mencari konten - konten first hand experience (pengalaman yang didapat secara langsung) sebelum melakukan pembelian terhadap suatu produk.. Ini mengindikasikan bahwa konten affiliate adalah pengalaman langsung seseorang dan sangat bernilai di mata Google.

Misalnya seorang penulis membuat konten mengenai review iPhone. Mereka seharusnya memiliki pengalaman langsung dalam menggunakan iPhone tersebut. Di sisi lain, kamu adalah orang yang sedang mencari informasi iPhone sebelum membeli. Nah, kamu mungkin akan mencari dan lebih menyukai informasi review iPhone berdasarkan pengalaman orang yang sudah pernah menggunakan iPhone.

Tujuannya agar kamu bisa mendapatkan informasi objektif mengenai kelebihan dan kekurangan produk. Jika kamu sedang mencari software yang bagus untuk kamu gunakan untuk menunjang produktifitasmu, maka kamu mungkin akan mencari jenis informasi melalui diskusi forum atau review spesifik software dari orang-orang yang memiliki pengalaman saat mencoba berbagai software untuk produktivitas mereka. 

Nilai Trust Menjadi Faktor Penting saat Pembuatan Konten Experience

Walaupun experience sangat penting, ternyata fakor “trust” (kepercayaan) sangat penting dan krusial pada E-E-A-T. Berdasarkan kutipan yang dilansir dari Google Search Guidelines, konten atau tulisan yang tidak dipercaya akan mendapatkan kualitas E-E-A-T yang rendah, walaupun konten tersebut sudah memenuhi standar experience, expert, dan authoritative.

Lalu, apa hubungan experience dengan trust? Jadi, sebuah website atau tulisan bisa dianggap tidak bisa dipercaya, walaupun mereka sudah memiliki pengalaman dalam menggunakan suatu produk atau jasa. Hal ini bisa terjadi karena ada faktor “conflict of interest”. 

Maksud “conflict of  interest” di sini adalah website atau penulis memiliki kepentingan sendiri dalam me-review atau menyampaikan pengalaman menggunakan produk atau jasa. Kepentingan sendiri ini bisa bermacam-macam, salah satunya adalah paid review

Paid review adalah seseorang yang dibayar untuk me-review sebuah produk atau jasa. Nah, website atau konten ini bisa dianggap untrustworthy bagi google. Penyebabnya karena penulis atau website itu berpotensi me-review secara bias dan objektivitasnya rendah. Oleh karena itu, review yang objektivitasnya rendah ini bisa mengurangi kepercayaan pengguna.

Cara Google Quality Raters Menilai E-E-A-T Content

Setelah kita membahas Experiences sebagai elemen baru dan Trustworthy sebagai elemen terpenting, ada salah satu faktor yang mempengaruhi suatu konten menjadi high quality dan mendapat ranking. Faktor tersebut adalah Google Quality Raters.

Google Quality Raters adalah  orang  yang mengevaluasi sebuah konten secara manual  untuk menghasilkan hasil pencarian yang berkualitas dan relevan untuk pembaca. Lalu, bagaimana Google Quality Raters menilai sebuah konten?

Berikut beberapa hal yang dilakukan Google Quality Raters:

  • Membandingkan 2 hasil pencarian dan memilih yang terbaik
  • Mengukur seberapa konten tersebut terlihat dan terdengar natural
  • Mengelompokan website tersebut ke dalam kategori bisnis tertentu
  • Memeriksa apakah sebuah konten berguna untuk pertanyaan terkait
  • Dan lain-lain

Berdasarkan itu, Quality Raters akan menentukan kualitas sebuah webpage. Kualitas web page terbagi , yaitu low quality page, medium quality page, high quality pages, dan highest quality page.  Namun, kita akan berfokus membahas low quality page, medium quality page, dan highest quality page.

Low Quality Page

Halaman berkualitas rendah tidak memenuhi ekspektasi users ketika dibaca karena banyak melewatkan faktor user experience saat konten laman tersebut dibuat.. Tentunya ini akan mengurangi kebermanfaatan dari konten tersebut.

Terutama pada Topik YMYL yang tidak dibahas oleh para ahli di bidangnya, atau website dan para kreator konten yang memiliki reputasi negatif sehingga banyak orang yang menganggap suatu halaman atau website tidak layak untuk dipercaya

Kategori kualitas halaman yang rendah E-E-A-T menurut Google Search Raters

  • Konten yang berisi provokatif terhadap suatu individu, atau kelompok tertentu
  • Konten yang tidak mengandung informasi yang salah atau hoaks
  • Topik YMYL yang tidak dievaluasi dan di tulis oleh ahli di bidangnya. 
  • Menduplikasi suatu konten tanpa menambahkan value

Lacking E-E-A-T

Kualitas halaman yang rendah seringkali tidak memiliki tingkat E-E-A-T yang sesuai dengan topik yang dibahas

Contoh Konten yang memiliki kualitas halaman yang rendah:

  • Seorang konten kreator yang menulis review suatu makanan di restoran tanpa pernah datang dan memakan langsung di restoran tersebut.
  • Seseorang yang menulis tutorial programming tanpa memiliki pengalaman yang sesuai di bidangnya
  • Konten pada suatu website dibahas oleh website yang tidak sesuai dengan topik dari halaman tertentu. Contoh: Dokumen perpajakan disediakan oleh website yang niche nya tentang masak-memasak
  • Halaman pada suatu website tidak bisa dipercaya, Contoh: halaman toko online tapi tidak memiliki informasi pelayanan customer yang lengkap

Medium Quality Pages 

Medium quality pages sebenarnya sudah mencapai tujuan dari suatu halaman website. Tujuannya adalah sebuah alasan mengapa suatu konten pada halaman tersebut dibuat. Umumnya, tujuannya adalah untuk membantu dan bermanfaat bagi orang-orang. Salah satu contohnya adalah membagikan informasi  topik tertentu. 

Lalu, bagaimana cars mempetimbangkan suatu konten dikategorikan medium quality page? Nah, berikut beberapa cara mempertimbangkannya:

  • Halaman tersebut sudah memiliki tujuan yang bermanfaat dan tidak merugikan dan menyakiti orang lain
  • Halaman trsebut sudah memenuhi standar medium. Namun, halaman dengan topik YMYL memiliki standar penilaian khusus dan biasanya lebih ketat
  • Judul pada pages sudah bisa mencerminkan isi pages tersebut
  • Keberadaan konten ads dan supplementary content tidak mengganggu kinerja main content  pada suatu halaman. Alasannya karena keberaan konten ads  dan supplementary content  tidak menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan quality page
  • Halaman tersebut memiliki informasi memadai  terkait topik dan konten yang dibahas
  • Main content dibuat dengan effort yang cukup, cukup unik,  tidak plagiat, cukup akurat, oleh orang yang cukup ahli di bidangnya
  • Reputasi website dan content creator memiliki penilaian sedang, yaitu tidak terlalu positif dan tidak terlalu negatif 
  • Pages tersebut cukup dipercaya dan memiliki elemen E-E-A-T

Selain itu, kita perlu ketahui bahwa medium quality pages itu terbagi 2 jenis, yaitu : 

  • Medium pages (Tidak ada yang salah,tetapi tidak ada yang kelebihannya), yaitu semua kriteria medium quality pages terpenuhi
  • Medium pages dengan kualitas campuran, yaitu halaman tersebut sudah memenuhi kriteria high quality untuk E-E-A-T, main content, dan reputasi. Di sisin lain, halaman tersebut memiliki satu atau beberapa kriteria yang masih low quality.

Nah, kamu bisa lebih memahami medium quality pages melalui contoh berikut. Contohnya adalah page resep ayam betutu pada suatu website blog. Page ini ditulis oleh oleh orang yang berpengalaman dalam memasak. Namun, resep tersebut dibuat secara secukupnya.

 Maksudnya secukupnya adalah konten tersebut sudah menyampaikan bahan-bahan dan cara pembuatan. Namun, cara pembuatannya tidak ditulis secara detail. Selain itu, halaman tersebut tidak dibuat dengan effort lebih, seperti menambahkan beberapa gambar atau foto-foto mengenai tahap pembuatan makanan tersebut.

Highest Quality Pages

Highest quality pages adalah halaman yang sudah mencapai goals. Pencapaian ini bukan hanya sekedar mencapai goals, tetapi pencapaian tersebut sudah lebih dari ekspektasi dan standar. 

Lalu, bagaimana menentukan dan mempetimbangkan suatu halaman menjadi highest quality page? Kamu mungkin bingung perbedaan antara high quality pages dengan highest quality pages. Perbedaan mereka terletak pada kualitas main content, reputasi website dan content creator, dan elemen E-E-A-T.

Nah, berikut beberapa pertimbangan dalam menentukan highest quality pages:

  • Halaman tersebut memiliki tujuan yang bermanfaat, tidak merugikan, dan tidak membahayakan orang lain
  • Halaman tersebut sudah memenuhi highest standard, tetapi  halaman dengan topik YMYL memiliki penilaian khusus dan standarisasi lebih tinggi lagi
  • Judul halaman yang bisa menginformasikan isi dari halaman tersebut dan judull yang bisa menarik orang untuk mengunjungi pages tersebut
  • Keberadaan konten ads dan supplementary content tidak mengganggu tampilan main content di halaman tersebut
  • Halaman tersebut yang memberikan informasi yang lengkap
  • Main content berkualitas sangat tinggi bisa memberikan kepuasan lebih kepada pengguna. Hal ini terjadi karena konten yang berkualitas sangat tinggi dibuat secara konsisten, akurat, lengkap, jelas, sangat unik, tidak plagiat, dan dibuat oleh orang yang sangat ahli di bidangnya.
  • Website dan content creator yang membuat konten memiliki reputasi yang sangat baik. Reputasi ini umumnya diperoleh oleh konten YMYL yang dibuat oleh para ahli di bidangnya. Bahkan, website tersebut bisa memperoleh penghargaan. Namun, konten non YMYL juga bisa memperoleh reputasi sangat baik karena content creator-nya membuat konten berdasarkan pengalamannya sendiri.
  • Halaman tersebut berisi konten yang sangat dapat dipercaya dan memiliki elemen E-E-A-T yang high quality

  Apakah kamu masih bingung? Nah, kamu bisa memahami highest quality page melalui  contoh berikut

  • Page resep ayam betutu di sebuah website blog. 

Blog ini ditulis oleh seorang chef  dengan spesialisasi masakan Indonesia. Selain itu, penjelasan cara pembuatannya dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi setiap tahapnya. 

Nah, konten ini bisa dikategorikan sebagai Highest Quality Page karena konten tersebut ditulis oleh seorang chef yang memang sudah ahli di bidang masak. Konten dibuat secara unik dan asli berdasarkan pengalaman chef dalam membuat ayam betutu. Selain itu, konten tersebut informatif, unik, dan tidak plagiat karena dilengkapi dengan foto-foto asli  tahapan pembuatannya.

  • Page mengenai Informasi update SEO di website penyedia jasa training SEO

Halaman ini bisa menjadi highest quality page karena konten tersebut ada di website perusahaan penyedia jasa training SEO sehingga konten tersebut memliki authoritative. Selain itu, konten dibuat oleh expert di bidang SEO yang sudah berpengalaman dalam meng-handle SEO bertahun-tahun.

Very High Level of E-E-A-T (67)

Jadi, salah satu perbedaan high quality page dengan highest quality pages adalah E-E-A-T yang kualitasnya lebih baik daripada high quality page. Lalu, gimana sih konten dengan kualitas E-E-A-T yang sangat baik? Jadi, konten yang memiliki kualitas E-E-A-T paling bagus, yaitu:

  • Sebuah konten dari suatu page yang berfokus membahas suatu pengalaman ditulis langsung oleh orang yang memiliki pengalaman terkait
  • Sebuah konten dari suatu page ditulis oleh ahli yang bersangkutan
  • Sebuah konten dari suatu page ditulis oleh pihak yang berhak
  • Sebuah konten yang dibuat berdasarkan sumber-sumber yang terpercaya

Penutup

Demikianlah artikel pembahasan mengenai penambahan Experience dalam E-E-A-T  yang terdapat pada pembaruan update dari google, jika kamu masih memiliki pertanyaan kamu bisa bertanya kepada komunitaas para affiliator di Telegram dengan join link di bawah.

 

Gabung Grup Telegram Kami Disini!

 

References:

  • https://www.ebizlr.com/google-eeat/
  • https://static.googleusercontent.com/media/guidelines.raterhub.com/en//searchqualityevaluatorguidelines.pdf
  • https://separtners.wahojobs.com/quality-rater-google

Artikel ini telah direview oleh: 

  • Muhammad Harist Abduh Nazili sebagai SEO Specialist di Accesstrade
  • Rizky Setyo sebagai Penanggung Jawab Content di Accesstrade
Rizki Setyo

Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.

Artikel Terkait
Sulit mendapatkan uang dari Adsense Youtube? Ada cara lain untuk mendapatkan uang dari Youtube. Berikut 6cara dapat uang dari youtube selain adsense
search engine optimization
Cara Kerja Search Engine yaitu dengan melewati beberapa tahapan proses seperti Crawling, Indexing dan Ranking. Simak ulasan lengkapnya disini!
Spesifikasi video tiktok yaitu memiliki dimensi dan resolusi 1080 x 1920, ukuran max file 287-an mb (ios) dan 72 mb (android), format video .mp4 dan .mov
Kesalahan yang perlu dihindari saat menjadi influencer affiliate yaitu fokus pada jumlah followers, tidak ada content plan dan simak ulasan lengkapnya disini!
Panduan mengenai berapa ukuran rasio dan resolusi untuk feed, reels, IGTV, dan stories pada instagram serta tipsnya. Simak ulasan lengkapnya disini!
search engine optimization
Berikut ulasan mengenai pentingnya memperhatikan tone saat menulis artikel affiliate beserta tips dan jenis tone penulisan. Simak ulasan lengkapnya disini!