Brand Awareness Social Media: Strateginya untuk Affiliate Marketer

Brand Awareness Social Media: Strateginya untuk Affiliate Marketer

Admin
Dec 27, 2023
SHARE ON
1704185769_awareness-social-media.jpg

Kamu pengen eksis di social media? Caranya kamu bisa membangun dan meningkatkan brand awareness social media-mu. Apa itu brand awareness social media?

Nah,  brand awareness adalah istilah yang sering kita dengar. Apalagi kamu yang bekerja yang terlibat langsung dengan brand, di marketing, dan social media. Namun, apa sih brand awareness itu? Kenapa brand awareness penting? Kemudian, apa hubungannya dengan affiliate marketing?

Temukan jawaban-jawabannya di bawah ini.

Apa Itu Brand Awareness ?

Brand awareness atau kesadaran merek adalah tingkat kesadaran audience dalam mengenali dan mengingat sebuah brand. Audience mengenali dan mengingat brand melalui brand identity maupun produk atau jasanya.

Brand identity ini bisa berupa logo, warna, jenis font, desain, dan lain-lain. Hal ini membentuk perspektif dan ingatan pada audience terhadap suatu brand. Mari kita lihat contoh berikut agar kamu lebih paham.

Kamu melihat atau mendengar istilah “apple kegigit”. Nah, kamu pasti akan langsung menyadari bahwa itu adalah brand apple.

Contoh lainnya adalah, ketika kamu mendengar istilah “toko oren” dan “toko ijo”. Lalu, kamu paham dengan maksud dari 2 istilah tersebut. Toko oren merepresentasikan Shopee, sedangkan toko ijo adalah Tokopedia.

Nah, 3 brand tersebut menunjukan bahwa mereka memiliki brand awareness yang baik. Alhasil, kamu sangat mudah menyadari dan mengenal brand-brand tersebut.

Jadi, semakin bagus brand awareness, semakin mudah sebuah dikenal dan diingat oleh audience.

Kenapa Brand Awareness Penting untuk Affiliate Marketing

Kita akan membahas “kenapa brand awareness penting secara general”. Setelah itu, kita kaitkan dengan affiliate marketing. Pertama, coba jawab pertanyaan di bawah ini.

Apakah kamu akan membeli produk yang tidak diketahui brand-nya? Kamu mungkin akan ragu untuk membelinya, kan?

Jadi, brand awareness merupakan langkah awal dari semua customer journey. Ibarat tak kenal maka tak sayang. Audiences atau calon customer juga perlu mengetahui atau mengenali suatu brand atau produk terlebih dahulu sebelum membelinya.

Menurut Global Banking and Finance, 71% konsumen perlu mengenali suatu brand sebelum membeli suatu produk.

Berikut analogi untuk membantumu lebih paham. Bayangkan, kamu sedang belanja bulanan di supermarket. Kamu berada di rak section skincare dan berencana untuk membeli sabun muka. 

Ada banyak jenis sabun muka dari berbagai brand di sana. Namun, kamu akan langsung mengambil sabun muka yang biasa dibeli. Kamu membelinya karena kamu sudah mengenali brand tersebut terlebih dahulu, kan?

Berdasarkan analogi di atas,  brand awareness bisa mempengaruhi dan mendorong keputusan seseorang dalam membeli suatu produk. 

Lalu apa hubungannya dengan affiliate marketing?

Dari segi bisnis atau brand, program affiliate marketing tidak hanya menawarkan penjualan produk atau jasa. Namun, affiliate marketing bisa meningkatkan brand awareness. Peningkatan tersebut terjadi karena affiliate marketer memperkenalkan, mempromosikan dan menyebut nama brand tersebut.

Contohnya, kamu adalah content creator dan affiliate marketer beauty di Instagram. Kamu akan membuat konten reel untuk merekomendasi suatu brand masker wajah. Nah, kamu pasti akan memperlihatkan dan menyebutkan brand dari masker tersebut, kan?

Yaa.. tujuannya agar audience-mu tahu dengan produk yang direkomendasiadiskan. Hal ini secara otomatis sudah menjadi ajang memperkenalkan produk atau brand ke followers atau audience-mu. Mereka umumnya sudah memiliki pengikut dan audience yang banyak. Alhasil, Aaffiliate marketing bisa membantu brand untuk meningkatkan brand awareness.

Di sisi lain, brand awareness juga penting bagi affiliate marketer untuk meningkatkan penjualan mereka. Alasannya karena affiliate marketer akan lebih mudah mempromosikan dan mempengaruhi audience untuk membeli produk dari brand yang sudah dikenal. 

Selain itu, kalau kamu membangun akun social media untuk affiliate marketing, maka kamu sebenarnya juga sedang membangun sebuah brand. Brand kamu sebagai seorang affiliate marketer dan content creator

Jadi, kamu juga perlu membangun brand awareness untuk akun social media tersebut. Tujuannya agar kamu dikenal sebagai creator dan affiliate marketer oleh target audience-mu.

Contoh, kamu baru menjadi affiliate marketer dan content creator di bidang fashion dan beauty di Instagram. Lalu, bagaimana kamu bisa diketahui dan dikenal sebagai content creator fashion dan beauty? Yaa, kamu perlu membangun dan meningkatkan brand awareness dari akun di social media. Lalu bagaimana caranya? 

Strategi Meningkatkan Brand Awareness Social Media

Berikut beberapa strategi untuk meningkat brand awareness social media :

1. Bangun brand identity

Brand identity adalah elemen-elemen yang menunjukan ciri khas dan citra diri untuk membangun persepsi orang-orang terhadap suatu brand, Elemen tersebut terdiri dari nama brand, logo, jenis font, warna, desain, dan lain-lain.

Tujuannya agar orang-orang bisa mengenal suatu brand melalui elemen tersebut.  Contohnya adalah logo apple tergigit. Logo tersebut langsung mempresentasikan  brand apple.

Lalu, bagaimana membangun brand identity untuk personal, seperti affiliate marketer?

Brand identity tidak hanya berlaku untuk bisnis saja. Namun, kamu bisa menjadikan akun social media personal menjadi sebuah brand. Maksudnya adalah akun tersebut menjadi brand kamu sebagai affiliate marketer di social media.

Lalu, kamu bisa menentukan brand identity untuk akun tersebut. Tentukan template desain, jenis font, color palette, di kontenmu. Contohnya Instagram emulsyen yang menggunakan font dan color palette tertentu secara konsisten di konten-kontennya.

 

 

Sumber: Instagram.com/emulysen

 

Berdasarkan contoh di atas, kamu bisa melihat bahwa akun ini memiliki identitas dan ciri khas. Alhasil, ketika kontennya muncul secara random di explore, audience dan pengikutnya mudah mengenali bahwa itu adalah konten dari emulsyen.

2. Buat akun social media lebih personal dan humanize 

Audience tidak hanya terus menginginkan konten promo saja. Mereka juga menginginkan konten yang bersifat personal, humanize, dan human-centric

Tujuannya agar keberadaan social media mu tidak dianggap seperti robot. Selain itu, kamu bisa membangun interaksi dan hubungan emosional dengan audience.

Konten sejenis ini menunjukan orang-orang dibalik social media-mu. Contoh konten ini seperti konten memunculkan orang di depan kamera yang menceritakan bisnis atau brand mereka.

Mari lihat contoh berikut agar lebih paham. Ini adalah konten social media Accesstrade yang mewawancarai karyawan mengenai affiliate marketing

  rivanka seo publisher

Sumber: Instagram.com/accesstrade_indonesia

3. Maksimalkan profil social media 

Audience baru hanya butuh beberapa detik untuk tertarik dengan suatu profil akun social media. Mereka akan melihat sekilas profile picture dan bio untuk melihat “apakah akun tersebut cocok bagi mereka?” dan “apakah akun tersebut bisa menjadi solusi atas permasalahan mereka?”

Oleh karena itu, sebuah brand sebaiknya memaksimalkan profil social media. Tujuannya agar audiences atau followers baru bisa mengetahui value dan tujuan brand.

Contohnya, kamu bisa melihat profil  dan bio Instagram makeoverid. Mereka menunjukan bahwa brand mereka adalah professional cosmetics yang berkualitas. Mereka menunjukkan kualitas dengan mencantumkan beberapa penghargaan di bio mereka.

 

Sumber: Instagram.com/makeoverid

Berikut contoh dari Instagram nadrifta yang menunjukan bahwa ia adalah seorang content creator, MC, host, moderator, dan speaker. Bio tersebut menunjukan “siapa dirinya”.

 

Sumber: Instagram.com./nadrifta

4. Lakukan brand collaboration

 

Brand collaboration adalah salah satu strategi marketing dengan cara berkolaborasi antara 2 brand atau lebih. Tujuannya untuk mendapatkan audience baru dan memperluas jangkauan konsumen. 

Analoginya seperti ini, brand A akan mendapatkan awareness dari audiences atau followers brand B, dan sebaliknya. 

Kolaborasi ini biasanya berbentuk peluncuran produk atau jasa baru yang diidentik dengan brand terlibat. Lalu, mereka melakukan campaign bersama. Contohnya adalah brand collaboration antara Wardah dengan Uniqlo di bawah ini.

 

Sumber: Instagram.com/wardahbeauty

5. Manfaatkan hashtag 

Kamu mungkin bertanya, “apakah hastag masih berfungsi di social media?” . Berdasarkan data dari komunitas Sprout Social di LinkedIn, 72% dari komunitas mereka di LinkedIn mengatakan bahwa hastag masih berfungsi.

Oleh karena itu, gunakanlah hastag yang relevan dengan konten dan brand untuk meningkatkan jangkauan konten brand-mu.

6. Posting secara konsisten

Misalnya, kamu bergabung suatu komunitas. Lalu, ada orang yang jarang datang di pertemuan. Apakah kamu akan menyadari keberadaannya? Kamu mungkin tidak menyadari bahwa mereka adalah anggota komunitas tersebut.

Nah, hal ini juga bisa terjadi di social media. Bagaimana keberadaan brand mu diketahui oleh audience kalau kamu jarang muncul di social media? Jarang posting dan jarang interaksi. Audience-mu mungkin tidak akan sadar dengan keberadaan brand-mu.

Oleh karena itu, kamu sebaiknya posting secara konsisten dan frekuensi yang lebih sering.

7. Berkolaborasi dengan creator

Tujuan berkolaborasi dengan creator adalah menarik audience baru yang berasal dari creator tersebut. Hal ini terbukti dari data Sprout Social Index bahwa 25% konsumen akan mengingat brand yang berkolaborasi dengan creator.

Namun, hal ini tidak hanya bisa dilakukan antara brand dan creator saja. Kolaborasi ini bisa dilakukan antara sesama creator atau affiliate marketer. Contohnya adalah kolaborasi creator nadrifta deng creator cytputri_ seperti di bawah ini.

Sumber: Instagram.com/nadrifta

8. Repurpose content

Repurpose content adalah membuat ulang konten yang sudah pernah dibuat sebelumnya. Namun, konten tersebut disesuaikan lagi dengan platformnya. Konten yang bagus di Instagram belum tentu cocok dengan media sosial lain.

Oleh karena itu, kamu perlu menyesuaikan content sesuai platformnya. Alasannya karena kamu perlu mendistribusi konten di berbagai platform untuk meningkatkan brand awareness.

Contohnya, konten artikel di blog di-repurpose menjadi konten short video di Instagram dan TikTok

9. Maksimalkan copywriting 

Buatlah copywriting yang menarik dan mengajak audience untuk engage dan berinteraksi. Contohnya adalah copywriting pada Tokopedia yang menarik audiences untuk berkomentar, ”Coba spill di komen camilan wajib kamu waktu ngekos”. 

Sumber: Instagram.com/tokopedia

Copywriting di atas mengajak audience untuk berkomentar tentang cemilan wajib anak kos. Tokopedia pun mendapat 72 komentar pada konten ini.

10. Jadikan social media menjadi media edukasi

Berdasarkan data The Sprout Social Index™ 2023, konsumen paling menyukai konten yang berkaitan dengan produk atau jasa langsung. Konten tersebut seperti konten edukasi tentang produk dan  try on produk.

Contohnya, konten brand beauty OMG. Konten ini menunjukan produk lipstik dengan cara try on. Konten ini berusaha memberikan informasi mengenai “bagaimana tampilan produk ketika digunakan di bibir”.

Sumber: Instagram.com/itsomgbeauty

Cara Mengukur Brand Awareness

Kamu sudah melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan brand awareness. Setelah itu, Kamu juga perlu mengukur “sejauh mana brand awareness dari brand kamu atas strategi yang sudah dilakukan?”. Berikut cara-cara mengukur brand awareness:

1. Survei

Bisnis atau brand menggunakan survei untuk mengetahui pendapat, perasaan, dan pengalaman konsumen terkait produk atau jasa. Hasil data survei akan menyajikan informasi mengenai kelebihan, kekurangan, dan saran. Data tersebut tentu akan berguna untuk bisnis dan brand dalam meningkatkan produk atau jasa mereka.

2. Traffic

Traffic adalah jumlah orang mengunjungi mengunjungi situs bisnismu. Semakin besar angka traffic-nya, maka semakin besar pula brand awareness-nya. 

Angka tersebut menunjukan bahwa orang-orang mengunjungi situs karena penasaran dan mencari tahu tentang bisnis dan  produk atau jasamu.

Mereka bisa mencari tahu dari mesin pencarian langsung atau dari tautan link di platform lain, seperti media sosial.

3. Social Listening 

Social listening adalah seberapa banyak orang membicarakan suatu brand di media sosial.  Semakin banyak orang membicarakan brand dan produk atau jasa mu, maka semakin banyak pula orang mengetahui dan mengenal brand-mu.

Hal ini bisa diukur dari jumlah tag akun brand, jumlah penggunaan brand hastag, jumlah orang me-mention akun brand-mu, dan lain-lain. Namun, hal ini bisa diukur dengan menggunakan tools agar lebih mudah.

4. Hitung metrik-metrik brand awareness social media

Metrik brand awareness terdiri dari reach, impression, dan kenaikan followers.

  • Reach : Jumlah akun user berbeda yang melihat konten
  • Impression : Jumlah konten ditayangkan dan ditampilkan

Kesimpulan

Brand awareness adalah tingkat kesadaran audience dalam mengenali dan mengingat sebuah brand. Brand awareness menjadi penting bagi brand karena bisa meningkatkan penjualan. Hal ini disebabkan karena orang-orang umumnya membeli produk yang mereka kenal. 

“Ternyata banyak juga ya strateginya”. Siapa yang berpikir seperti itu? Kalau kamu masih bingung, tenang.. Kamu tidak sendirian kok. Kamu bisa loh tanya-tanya seputar social media dan affiliate marketing dengan orang-orang berpengalaman dan expert. Caranya, kamu cukup join dan bertanya di link ini.

Gabung Grup Telegram Kami Disini!

 

 

Artikel ini telah direview oleh: 

  • Muhammad Harist Abduh Nazili sebagai SEO Specialist di Accesstrade
  • Rizky Setyo sebagai Penanggung Jawab Content di Accesstrade

Sumber Feature Image: Freepik

Semua Screenshot di ambil oleh tim konten accesstrade pada Desember 2023

Beberapa profil yang tercantum merupakan hasil analisis dari Publisher Influencer yang terdaftar di Accesstrade

 

Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait