Strategi Bisnis Affiliate Marketing yang Terbukti Efektif Meningkatkan Penjualan

Strategi Bisnis Affiliate Marketing yang Terbukti Efektif Meningkatkan Penjualan

Admin
affiliate marketing Dec 03, 2022
SHARE ON
1689134971_10-strategi-bisnis-affiliate-marketing-bagi-pemula-yang-paling-direkomendasikan-1.jpg

Menekuni binis Affiliate Marketing tidak begitu sulit untuk dilakukan, apalagi bagi mereka yang masih pemula. Namun jika Anda melakukannya dengan serius dan terampil, bukan tak mungkin bisnis ini akan menjadi sumber pendapatan utama Anda. 

Strategi Bisnis Affiliate Marketing yang Efektif Meningkatkan Penghasilan

Dalam memulai bisnis Affiliate marketing, tentunya Anda tetap harus mengetahui dan menyiapkan Strategi Bisnis Affiliate Marketing yang sudah terbukti menghasilkan. Anda dapat meniru beberapa cara ini sebagai acuan menjalankannya:

1. Memilih Program Affiliate yang Tepat

Anda perlu memahami campaign untuk bisa memenuhi ketentuan program affiliate yang dijalankan dan memaksimalkan penjualan produk. Misalkan, financial affiliate program secara komisi pada umumnya akan lebih besar, akan tetapi journey yang perlu dilakukan oleh user lebih panjang dan tingkat kesuksesan rendah. Untuk mendapatkan berbagai informasi lengkap mengenai sebuah campaign affiliate, Anda dapat simak ulasannya di 8 Daftar Program Affiliate Marketing Terbaik di Indonesia.

2. Memilih Platform Affiliate

Agar Anda dapat menjalankan campaign affiliate dengan nyaman dan lancar, carilah platform affiliate yang memiliki customer service yang tanggap akan pertanyaan serta masalah yang Anda miliki dan rajin memberikan update informasi mengenai campaign-campaign affiliate yang tersedia. Accesstrade memiliki kantor di Indonesia yang siap membantu para konten kreator untuk menjalankan campaign affiliate dan mendapatkan penghasilan maksimal.

3. Identifikasi Audiens 

Anda dapat menggunakan alat seperti Google Analytics dan Google Trends untuk memulai mengidentifikasi audiens yang Anda miliki. Dari sana, Anda bisa mengetahui siapa audiens Anda dan apa yang mereka sukai. Selain itu, Anda juga bisa menyimpulkan produk mana yang cocok untuk kelompok sasaran ini. 

4. Memilih social media yang tepat

Ketahui dimana kemampuan dan kelebihan Anda dalam membuat konten social media, dengan itu Anda bisa menentukan social media mana yang tepat untuk digunakan dalam menyebarkan berbagai konten Affiliate yang dimiliki.

5. Menggunakan Iklan Berbayar di social media atau google

Selain beriklan di media sosial, salah satu cara terbaik untuk beriklan adalah beriklan atau beriklan dengan Google Ads. Hal ini dapat meningkatkan kinerja pengaksesan website dan blog.

Saat konten didistribusikan, semakin banyak audiens yang belum pernah melihat konten tersebut. Dari sana, Anda dapat memaksimalkan kembali kinerja Affiliate Anda dengan membuat konten yang disempurnakan yang tentunya harus berkualitas tinggi.

6. Membuat konten yang memiliki Value

Membuat video ulasan produk dan layanan yang Anda jual di platform video seperti YouTube, TikTok, dan Reels adalah langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencoba menjual produk Affiliate . Namun, penting juga untuk memastikan bahwa ulasan video tersebut memiliki value.

Perlu diperhatikan berbagai aspek produk yang dievaluasi, seperti detail produk, fitur produk dan tentunya kesesuaian produk dengan gambar atau deskripsi.

7. Membuat video review atau rekomendasi

Anda bisa membuat video review atau rekomendasi tentang produk yang Anda pasarkan, tidak hanya merekomendasikan satu produk saja. Anda juga bisa mengoleksi berbagai produk yang masih dalam kategori yang sama dan direkomendasikan dari beberapa harga yang tersedia. Cara memasarkan produk affiliasi ini sangat menarik dan memiliki tingkat interaksi yang tinggi.

8. Menulis di blog atau forum online

Sudah banyak publisher yang terbukti berhasil mendatangkan organik traffic yang berkualitas dan menghasilkan konversi yang tinggi. Berdasarkan cara mereka membuat konten kita dapat membuat study case artikel atau tulisan apa yang sesuai unutk menjalankan affiliate melalui artikel atau blog. Jika Anda membutuhkan informasi mengenai artikel yang bagus dalam menghasilkan konversi, berikut 3 Contoh Blog Untuk Affiliate Berdasarkan Jenis Konten.

9. Pilih produk affiliate yang komisinya besar

Tokopedia dan Blibli menawarkan komisi affiliate yang berbeda-beda setiap kategori produknya, contohnya elektronik dan fashion memiliki resentase komisi yang berbeda. Kemudian Tokopedia dan Shopee sama-sama menawarkan ekstra komisi affiliate untuk toko tertentu. Hal-hal tersebut perlu Anda jadikan pertimbangkan saat mengambil sebuah produk untuk dipromosikan. Sebagai pembanding antara tokopedia dan shopee affiliate, silahkan simak ulasannya di 7 Faktor Perbandingan Antara Affiliate Tokopedia Vs Shopee.

10. Jalin kerjasama dengan brand

Menjalin kerjasama dengan Brand Anda bisa memiliki kesempatan untuk mengeksplor produk yang akan direview atau direkomendasikan ke audiens dengan tanpa modal. Anda juga dapat meminjam atau menggunakan produk bahkan sebelum produknya lauching di pasaran.

11. Tambahan Penawaran Menarik Berupa Kupon

Kupon dan voucher diskon atau cashback dapat menjadi penawaran yang menarik untuk Audiens, karena tentu saja mereka akan mencari harga yang lebih bersahabat. 

Pahami Jenis Komisi Affiliate

Setelah memahami strategi bisnis affiliate marketing untuk pemula diatas. Saatnya Anda memahami berbagai macam jenis komisi pada affiliate marketing dan mengetahui bagaimana Anda di bayar, terdapat jenis komisi di bisnis affiliate marketing, berikut beberapa jenis komisi affiliate yang paling direkomendasikan untuk pemula.

1. Cost per Lead (CPL)

Cost per Lead (CPL) Ini adalah strategi Affiliate dimana publisher menerima komisi dari pengiklan untuk setiap lead yang memenuhi syarat. Prospek yang dihasilkan tidak harus penjualan, mereka bisa menjadi lalu lintas atau traffic yang dilakukan.

2. Cost per Install (CPI)

Cost Per Install adalah konsep Affiliate objek berupa aplikasi. Anda akan menerima komisi untuk pengguna yang mengunduh aplikasi mereka.

3. Cost per Click (CPC)

Cost Per Click, pada tipe komisi ini anda akan dibayar jika ada yang mengklik tautan link yang anda pasang. Komisi ini mudah sekali didapatkan walaupun komisinya kecil namun jika anda memiliki traffic yang besar tentunya CPC adalah pilihan utama.

4. Cost per Sale (CPS)

Cost per Sale merupakan model Affiliate di mana penayang mendapatkan komisi atas konversi penjualan yang sebenarnya. Oleh karena itu, pengiklan hanya membayar jika mereka dapat mengubah lalu lintas masuk menjadi pembelian.

Untuk benar-benar dapat menjalankan affiliate dari nol dan menghasilkan banyak pendapatan, Anda juga dapat mempelajari mengenai 24 Cara Sukses Content Creator Menjadi Afiliator Marketing.

Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait