Penjelasan Mengapa File di Google Drive Bisa Hilang dan Cara Mengembalikannya

Admin
digital marketing Nov 16, 2020
1686725575_data-bisa-hilang-sewaktu-waktu-google-peringatkan-pengguna-google-drive.jpg

File pada Google Drive dapat hilang karena beberapa alasan. Salah satu penyebab paling umum adalah pengguna secara tidak sengaja menghapus file atau folder. Selain itu, jika Anda berbagi file atau folder dan pemilik aslinya menghapusnya, Anda tidak akan bisa mengaksesnya lagi. File juga bisa hilang jika Anda menghapus akun Google Anda, atau jika akun Anda ditangguhkan atau dinonaktifkan oleh Google karena alasan tertentu.

Daftar Isi

Apakah Data di Google Drive Akan Hilang?

Secara default, data Anda di Google Drive tidak akan hilang kecuali Anda menghapusnya. Namun, jika Anda tidak menggunakan akun Google Anda selama periode waktu yang panjang (biasanya dua tahun), Google mungkin akan menghapus akun Anda, termasuk semua data yang ada di Google Drive. Selain itu, jika Anda menghapus data di Google Drive, data tersebut akan dipindahkan ke "Sampah" dan dapat dihapus secara permanen setelah 30 hari.

Berapa Lama File Sampah di Google Drive Akan Otomatis Terhapus?

File yang Anda hapus di Google Drive akan dipindahkan ke "Sampah" dan akan tetap ada di sana selama 30 hari. Setelah periode ini, file tersebut akan dihapus secara otomatis dan secara permanen dari Google Drive. Ini berarti Anda memiliki jendela 30 hari untuk memulihkan file yang telah dihapus jika Anda mengubah pikiran atau menghapusnya secara tidak sengaja.

Baca juga: Sejarah Perkembangan Layanan dan Mesin Pencari Google

Berapa Lama Google Drive Menghapus Data yang Tidak Digunakan?

Google memiliki kebijakan inaktivitas, di mana jika pengguna tidak menggunakan layanan Google dalam kurun waktu dua tahun, Google berhak untuk menghapus akun dan semua data terkait, termasuk file yang ada di Google Drive. Namun, Google akan memberikan pemberitahuan sebelum menghapus akun dan data tersebut.

Bagaimana Cara Mengembalikan Data di Google Drive yang Terhapus?

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengembalikan data yang terhapus di Google Drive:

1. Buka Google Drive di browser Anda dan masuk ke akun Anda.

2. Pada panel sebelah kiri, klik "Sampah".

3. Anda akan melihat daftar semua file dan folder yang telah dihapus. Cari file atau folder yang ingin Anda pulihkan.

4. Klik kanan pada file atau folder dan pilih "Pulihkan".

5. File atau folder akan dipulihkan ke lokasi aslinya di Google Drive.

Kesimpulan

Google Drive adalah alat penyimpanan yang aman dan andal, tetapi masih memungkinkan terjadinya kehilangan data, baik karena pengguna menghapus file secara tidak sengaja atau karena kebijakan inaktivitas Google. Namun, dengan fitur "Sampah", pengguna memiliki peluang untuk memulihkan file yang dihapus dalam 30 hari sejak penghapusan. Selalu penting untuk memeriksa dan memastikan bahwa file penting Anda aman dan terlindungi untuk mencegah kehilangan data.

Baca juga: Sejarah Pencipta Google; Larry Page & Sergey Brin

Rizki Setyo

Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.

Artikel Terkait
Spesifikasi video tiktok yaitu memiliki dimensi dan resolusi 1080 x 1920, ukuran max file 287-an mb (ios) dan 72 mb (android), format video .mp4 dan .mov
Kesalahan yang perlu dihindari saat menjadi influencer affiliate yaitu fokus pada jumlah followers, tidak ada content plan dan simak ulasan lengkapnya disini!
Panduan mengenai berapa ukuran rasio dan resolusi untuk feed, reels, IGTV, dan stories pada instagram serta tipsnya. Simak ulasan lengkapnya disini!
search engine optimization
Berikut ulasan mengenai pentingnya memperhatikan tone saat menulis artikel affiliate beserta tips dan jenis tone penulisan. Simak ulasan lengkapnya disini!
search engine optimization
Cara meningkatkan konversi pada artikel atau blog yaitu dengan pahami funnel conversion, tingkatkan loading speed, contoh konten dengan konversi tinggi
search engine optimization
Kalau kamu ingin menjadi influencer dan masih belum mengetahui niche apa yang kamu ingin bangun, kamu bisa memulainya dengan mengeksplore minat dan interest. Simak lebih lengkapnya di artikel ini.