KPI Untuk Mengukur Kesuksesan Saat Bekerjasama dengan Influencer Marketing

KPI Untuk Mengukur Kesuksesan Saat Bekerjasama dengan Influencer Marketing

Admin
insights Aug 11, 2023
SHARE ON
1691736910_kpi1.jpg

 Influencer marketing telah menjadi salah satu strategi pemasaran yang sangat efektif untuk mengembangkan bisnis. Namun untuk memastikan keberhasilan kampanye influencer marketing, Kita perlu melakukan pengukuran yang akurat dan menyeluruh atau biasa disebut influencer marketing measurement. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai cara mengukur influencer marketing serta metrik apa saja yang perlu digunakan untuk mengukurnya.

Bagaimana Cara Mengukur Influencer Marketing?

Dalam dunia pemasaran yang semakin terhubung secara digital, mengukur keberhasilan kampanye influencer marketing merupakan kunci dalam menentukan seberapa efektif strategi pemasaran. Salah satu cara yang efektif untuk mengukur keberhasilan tersebut adalah dengan menggunakan Key Performance Indicators atau KPI. KPI sendiri adalah sebuah metrik yang digunakan untuk mengukur berbagai aspek kinerja kampanye influencer marketing.

KPI Apa yang Digunakan untuk Mengukur Influencer Marketing?

kpi influencer

Terdapat beberapa KPI yang bisa digunakan untuk melacak dan mengevaluasi performa kampanye. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Reach

KPI ini mengacu pada jumlah akun yang berhasil diraih oleh konten dari kampanye influencer marketing. Reach dapat diukur melalui berbagai metrik untuk influencer seperti jumlah followers, jumlah tayangan konten, atau potensi jangkauan berdasarkan data demografi target. Semakin besar jangkauan yang dicapai, maka semakin luas pula efek kampanye terhadap audiens.

Dalam mengukur reach, perusahaan perlu memperhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh. Misalnya, jumlah pengikut influencer yang besar tidak selalu menjamin reach yang tinggi jika audiens yang dijangkau tidak relevan dengan target pasar. Oleh karena itu, penting untuk menggabungkan metrik reach dengan analisis demografi dan karakteristik audiens yang dijangkau agar mendapatkan hasil yang lebih akurat tentang potensi dampak kampanye yang positif.

2. Engagement

Engagement mencerminkan sejauh mana audiens berinteraksi dengan konten yang diposting oleh influencer. KPI ini merupakan salah satu yang paling mudah untuk diukur karena dapat dilihat dari jumlah like, komentar, dan bagikan dari konten. Semakin tinggi tingkat engagement, semakin besar pengaruh dan efektivitas kampanye terhadap audiens yang dituju.

Selain itu, engagement juga dapat memberikan wawasan tentang seberapa relevan dan menarik konten yang dibuat oleh influencer bagi audiens. Dengan mengetahui tingkat engagement, perusahaan atau brand dapat menilai sejauh mana pengaruh dan daya tarik influencer terhadap target pasar. Data engagement juga dapat membantu dalam mengevaluasi kesuksesan kampanye dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih optimal.

3. Quality of Engagement

Kualitas engagement dapat dilihat dari komentar yang relevan, topik dari diskusi yang terjadi, atau tindakan konversi yang dilakukan oleh audiens, seperti mengunjungi situs web atau melakukan pembelian. Fokus pada kualitas engagement akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak kampanye pada audiens.

Kualitas engagement memberikan wawasan lebih mendalam tentang bagaimana konten influencer dapat mempengaruhi audiens baik secara emosional maupun informatif. Komentar yang relevan dan diskusi yang bermanfaat menunjukkan bahwa audiens tertarik dan terlibat secara aktif dengan konten tersebut. Selain itu, tindakan konversi seperti mengunjungi situs web atau melakukan pembelian menunjukkan bahwa kampanye telah berhasil mendorong audiens untuk mengambil langkah lebih lanjut, yang merupakan indikasi tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

4. Impressions

Impressions mengacu pada jumlah total munculnya konten influencer kepada audiens. Hal ini memberikan gambaran tentang seberapa sering konten dilihat oleh orang yang berbeda dan seberapa luas jangkauan kampanye influencer. Semakin tinggi jumlah impressions, semakin besar pula eksposur konten yang dicapai.

Melalui metrik impressions, perusahaan dapat mengukur seberapa besar paparan konten kepada berbagai audiens. Impressions sendiri bisa dibilang cerminan seberapa sering konten tampil di berbagai platform, seperti feed media sosial, website, atau platform lainnya. Dengan memiliki data impressions yang akurat, perusahaan dapat mengevaluasi sejauh mana kampanye influencer dapat mencapai target pasar dengan cara yang lebih luas.

5. Click-Through Rate (CTR)

CTR mengukur seberapa banyak orang yang mengklik tautan atau CTA (Call-to-Action) yang disertakan dalam konten influencer. KPI ini membantu mengukur sejauh mana influencer dapat mengarahkan lalu lintas ke situs web atau halaman tujuan. Semakin tinggi CTR, semakin baik pengaruh influencer dalam mengarahkan audiens menuju aksi yang diinginkan.

Baca juga: Daftar Tracking Tools Untuk Audit dan Mengetahui Engagement Influencer

Berapa Benchmark Engagement Rate untuk Influencer Marketing dari Setiap Industri?

Benchmark engagement rate dalam influencer marketing dapat bervariasi tergantung pada industri dan platform yang digunakan. Sebagai contoh, beberapa industri seperti fashion atau makanan mungkin memiliki tingkat engagement yang lebih tinggi daripada industri lainnya.

Namun, secara umum, engagement rate yang baik dalam influencer marketing biasanya berkisar antara 2% hingga 5%. Namun, perlu diingat bahwa setiap kampanye dan target audiens dapat menghasilkan angka engagement rate yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan memahami benchmark engagement rate dalam industri tertentu agar dapat membandingkan dan mengevaluasi performa kampanye dengan lebih baik. Di bawah ini adalah perbandingan singkat rata-rata engagement rate berdasarkan industri dan follower.

Instagram average engagement rate by industry

engagment industry

Menurut RivalIQ, rata-rata engagement rate Instagram di semua industri, adalah 0,67%. RivalIQ juga menemukan bahwa industri pendidikan tinggi adalah yang memiliki tingkat keterlibatan rata-rata tertinggi, yaitu 2,99%, sementara industri kesehatan dan kecantikan adalah yang memiliki tingkat keterlibatan rata-rata terendah, yaitu hanya 0,32%.

Instagram average engagement rate by followers

engagement followers

Bila dihitung berdasarkan jumlah pengikut, maka dapat disimpulkan bahwa Nano-influencer (akun dengan pengikut

Kesimpulan

Mengukur kesuksesan saat bekerjasama dengan influencer marketing atau influencer marketing measurement sangat penting untuk memahami efektivitas kampanye dan mengoptimalkan strategi pemasaran. Dengan menggunakan KPI seperti reach, engagement, quality of engagement, impressions, dan CTR, kita dapat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang performa kampanye dan dampaknya terhadap audiens.

Selain itu, memahami benchmark engagement rate dalam industri tertentu akan membantu dalam menilai kinerja kampanye dan membuat perbandingan dengan pesaing. Dengan memperhatikan dan mengukur KPI secara teratur, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam menjalankan kampanye influencer marketing dan meningkatkan kesuksesannya. Tertarik memulai kerjasama dengan influencer? Klik link berikut untuk bergabung dengan ratusan brand ternama yang sudah menjalankan program campaign bersama influencer berdasarkan performance: Best Affiliate Marketing for Advertisers

Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait