Panduan Lengkap Riset Kompetitor untuk Pemula dalam Mengoptimalkan Website

Panduan Lengkap Riset Kompetitor untuk Pemula dalam Mengoptimalkan Website

Admin
search engine optimization Nov 14, 2023
SHARE ON
1700134358_high-angle-people-working-with-laptop.jpg

Mau tau kenapa competitor research itu penting? Kayak tim olahraga yang lagi berkompetisi, satu sama lain pasti mencari strategi lawan seperti apa untuk tau kelemahan mereka. Demikian pun dengan bisnis, kita juga bisa melihat para kompetitor buat ngasah strategi SEO mereka. Dengan melakukan competitor research, Kamu bisa tau mana yang efektif dan mana yang nggak. Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Kapan Kamu butuh Competitor Research?

Melakukan competitor research sangat penting dalam beberapa situasi. Pertama, jika Kamu baru saja meluncurkan situs web baru, penting untuk memahami lanskap persaingan. Kedua, saat merencanakan pendekatan SEO, competitor research dapat memberikan wawasan berharga untuk mengoptimasi SEO strategi Kamu. Selain itu, jika competitor selalu lebih unggul atau peringkat kata kunci Kamu menurun, itu merupakan sinyal yang jelas untuk melakukan research.

Kita menyarankan untuk melakukan analisis SEO competitor setidaknya dua kali setahun, atau bahkan per kuartal, tergantung pada industri dan tingkat persaingan. Namun, penting untuk tidak membuat kesimpulan terlalu cepat dari analisis ini. Ingatlah bahwa competitor juga punya kelemahan, dan mereka tidak selalu melakukan segalanya dengan benar. Alihkan strategi mereka sebagai inspirasi tanpa menirunya secara langsung.

Jenis Competitor Research

Salah satu aspek mendasar dalam memetakan competitor Kamu adalah mengidentifikasi dua kategori persaingan yang berbeda yaitu direct dan indirect competitors. Penting banget untuk kenal berbagai macam bisnis agar bisa bikin peta dalam menyusun strategi, dan membuat bisnis Kamu menjadi lebih stand-out dimata pelanggan.

1. Direct Kompetitor

Pesaing langsung atau direct competitor adalah kompetitor yang berusaha menjual atau mempromosikan barang yang sama dengan yang Kamu punya. Saat pelanggan sedang mencari-cari, berpikir mau beli apa, mereka pasti akan bandingin opsi-opsi ini sebelum benar-benar memutuskan.

2. In-Direct Kompetitor

Nah, pesaing tidak langsung itu beda lagi. Mereka mungkin nggak jualan barang yang sama denganmu, tapi di dunia digital, mereka ikut bertarung sama Kamu untuk perhatian dan ruang di internet. Mereka inilah lawan yang ingin Kamu hadapi dengan taktik SEO-mu.

Cara Mengoptimalkan SEO Competitor Analysis

1. Identifikasi melalui Google

Cara paling gampang buat mengetahui kompetitormu adalah dengan ngetik kata kunci utama Kamu di google dan catat semua hasil teratas. Kalau Kamu selalu nemuin situs yang sama muncul terus di hasil pencarian untuk berbagai kata kunci, itu tanda yang bagus bahwa situs-situs itu adalah pesaing utama Kamu secara organik.

Bayangkan Kamu sedang mencari “cara merawat rambut kering” sebagai contoh implementasi. Ketika mengetik kata kunci ini di google, hasilnya akan muncul dengan berbagai situs yang memberikan tips merawat rambut kering. Kamu dapat mencatat domain-domain yang secara konsisten muncul di puncak hasil pencarian untuk kata kunci ini. Situs-situs tersebut menjadi pesaing utama dalam peringkat organik untuk topik ini.

Bikin google sheet dan catat semua domain yang muncul tinggi untuk kata kunci targetmu. Metode manual ini lumayan kalau Kamu cuma pengen masukin beberapa kata kunci, tapi nggak praktis kalau Kamu mau masukin ribuan kata kunci. Kamu dapat menggunakan beberapa tools seperti Semrush dan Ahrefs untuk meringankan pekerjaan Kamu.

2. Analisis Website Kompetitor Secara Keseluruhan

Setelah menemukan kompetitor-kompetitor kalian, sekarang saatnya analisa website mereka. Liat tata letak, warna, dan navigasi websitenya. Kualitas suatu website dinilai baik oleh search engine maupun pengunjung berdasarkan performa situs sebelum melihat kualitas dari kontennya. Bayangkan ini seperti kesan pertama saat mengunjungi sebuah website dimana jika membutuhkan waktu lama untuk memuat atau sulit dinavigasi, pengunjung mungkin sudah menutup website sebelum melihat konten yang Kamu punya.

Pastikan memberikan user experience yang oke menjadi bagian dari strategi SEO Kamu. Di sinilah Kamu analisis website kompetitor dan memastikan websitemu lebih unggul dalam hal kenyamanan pengguna.

3. Identify Basic SEO yang Dipunya Kompetitor

Cara paling mudah adalah dengan identifikasi meta titles dan meta descriptions kompetitor. Meta titles dan meta descriptions sama pentingnya dengan konten di halaman itu sendiri. 

Meta title adalah judul artikel yang muncul di hasil pencarian (SERP), seperti yang ditunjukkan di sini:

meta title illustration

Dan meta description muncul tepat di bawahnya:

meta description

 

Meskipun meta titles dan descriptions bukan faktor peringkat, namun mereka dapat meningkatkan presentase user klik artikel yang terdapat pada layout SERP.

Jadi, perhatikan bagaimana kompetitor Kamu menyusun meta titles dan descriptions mereka, lalu bandingkan dengan milik Kamu. Jika Kamu merasa bahwa ini adalah area di mana Kamu kurang, maka ambil inspirasi dari kompetitor, terutama jika mereka menduduki peringkat pertama di SERP (search engine result page).

4. Analisis Strategi Konten

Sumber Gambar: Freepik

 

Dalam praktiknya, Kita merekomendasikan agar Kamu menggunakan kerangka SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats).

Mulailah dengan mengidentifikasi kelebihan kompetitor Kamu. Apa yang membuat mereka unggul? Mungkin mereka memiliki strategi konten yang sangat baik atau mungkin basis pengguna yang besar.

Selanjutnya, tinjau kelemahan kompetitor. Apakah ada aspek tertentu yang mereka lemahkan? Mungkin mereka kurang dalam hal optimisasi search engine atau mungkin memiliki kelemahan dalam hal interaksi pengguna.

Pahami peluang untuk meniru kelebihan dan memanfaatkan kelemahan mereka di situs Kamu sendiri. Jika mereka berhasil dengan konten visual, misalnya, pertimbangkan untuk menggali lebih dalam ke dalam jenis konten tersebut.

Cari tau di mana kompetitor dapat mengancam atau melampaui Kamu, lalu temukan cara untuk meningkatkan di area-area tersebut.

5. Analisis Core Web Vital Competitor

Core web vitals adalah sekelompok metrik kinerja web yang diperkenalkan oleh google dengan tujuan meningkatkan user experience secara keseluruhan di web.

Metrik yang membentuk core web vitals akan berkembang seiring waktu. Mereka saat ini berfokus pada tiga aspek, yaitu pada pengukuran kecepatan, responsivitas, dan stabilitas visual halaman web dimana semuanya merupakan faktor penting yang memberikan user experience yang positif seperti berikut :

Largest contentful paint (LCP)

ini ukurannya performa loading. Buat pengalaman pengguna yang baik, LCP sebaiknya terjadi dalam 2.5 detik sejak halaman pertama kali mulai loading.

First input delay (FID)

ini ukurannya interaktivitas. Buat pengalaman pengguna yang baik, halaman sebaiknya memiliki FID sekitar 100 milidetik atau kurang.

Cumulative layout shift (CLS)

ini ukurannya stabilitas visual. Buat pengalaman pengguna yang baik, halaman sebaiknya mempertahankan CLS sekitar 0.1 atau kurang.

 

Oleh karena itu, sangat penting bahwa website Kamu dioptimalkan untuk memiliki performa sebaik mungkin dan memberikan user experience yang hebat. Bandingkan kinerja website Kamu dengan website kompetitor dan lihat bagaimana Kamu menandingi mereka.

Kamu mungkin menemukan bahwa Kamu perlu meningkatkan kinerja website agar bisa bersaing atau Kamu mungkin sudah unggul.

Kamu dapat menghitung skor melalui core web vitals dan menilai kinerja keseluruhan website Kamu serta kompetitor menggunakan PageSpeed Insights. Jadi, pastikan website Kamu siap bersaing dan memberikan experience terbaik bagi pengguna!

 

Kesimpulan

 

Itulah pentingnya competitor analysis dalam mengelola dan mengoptimalkan website Kamu. Seperti tim olahraga yang mencari tahu kelemahan lawan, riset kompetitor membuka peluang besar untuk meningkatkan strategi SEO Kamu. Kapan pun Kamu meluncurkan situs baru atau merasa perlunya pembaruan strategi, competitor analysis adalah kunci untuk memahami lanskap persaingan dan mengidentifikasi peluang yang mungkin terlewatkan. Pastikan untuk tidak tergesa-gesa dalam membuat kesimpulan, karena setiap analisa memiliki kelebihan dan kelemahan yang dapat diambil sebagai inspirasi.

Secara keseluruhan, panduan yang telah dijelaskan di atas dapat memberikan blogger affiliate marketer pengetahuan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan competitor analysis, cara untuk analisa strategi konten, serta memahami berbagai jenis competitor research.

Apabila Kamu berminat untuk memperoleh lebih banyak tips, panduan, dan informasi seputar affiliate marketing, digital marketing, e-commerce, dan SEO yang bermanfaat bagi blogger affiliate marketer, Kamu dapat mengunjungi artikel-artikel lainnya di website Accesstrade.

Accesstrade juga menyediakan grup Telegram yang akan memberikan Kamu informasi seru seputar affiliate marketing. Kita mau ngundang Kamu nih untuk bergabung dengan komunitas, di mana Kamu bisa berbagi wawasan juga bersama para affiliator lainnya. Ayo, segera klik tautan di bawah ini untuk bergabung!


Gabung Grup Telegram Kami Disini!

 

 

Rizky Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait