Perbedaan Page Builder dan Wordpress Theme Serta Tips Terbaik Menentukannya

Perbedaan Page Builder dan Wordpress Theme Serta Tips Terbaik Menentukannya

Admin
search engine optimization May 01, 2024
SHARE ON
1715750142_perbedaan-page-builder.jpg

Tentu kamu sering mendengar kata ‘Elementor’ atau ‘Divi’ bukan? Ya, itu adalah dua contoh dari page builder yang banyak digunakan oleh pengguna wordpress, dimana page builder dan wordpress saling bekerja sama untuk memberikan tampilan dan ekosistem website yang baik kepada users.

Kali ini kita akan mempelajari apa sih perbedaan page builder dan theme framework di wordpress? dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya? Baca artikel ini sampai habis ya!

Apa itu Page Builder

Page Builder atau Pembuat halaman adalah sebuah plugin yang memungkinkan users membuat dan menyesuaikan tata letak dan desain halaman individual di situs WordPress mereka. Umumnya, page builder menawarkan antarmuka drag and drop atau ’seret dan lepas’.

Template dari page builder yang telah dirancang sebelumnya dengan berbagai elemen yang dapat disesuaikan seperti kolom, gambar, dan kotak teks sehingga memungkinkan pengguna untuk mendesain dan mengatur konten halaman website secara visual tanpa perlu skill ngoding, memudahkan bukan?

Apa itu WordPress Theme

Lain halnya dengan wordpress theme, yaitu kumpulan file yang mengontrol tampilan visual dan gaya situs web yang dibuat dengan platform WordPress. Dalam istilah sederhana, tema WordPress adalah "pakaian" website kamu yang menentukan bagaimana website akan terlihat dan memberikan pengalaman kepada users.

Jadi, dua hal ini memiliki tujuan yang berbeda ya, jika page builder adalah kerangka, maka wordpress theme adalah pakaian untuk mempercantik kerangka tersebut sehingga users website kamu suka dan tahan berlama-lama disana.

Kekurangan dari tema wordpress adalah meskipun banyak tema premium hadir dengan tata letak halaman berbeda, banyak di antaranya yang sulit disesuaikan jika kamu tidak tahu cara membuat kode HTMLnya.


Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menentukan Themes Wordpress atau Page Builder

Sebelum menentukan menggunakan theme wordpress atau page builder yang mana, penting untuk kamu mengetahui beberapa hal sehingga membantu memahami apa yang kamu butuhkan, apa saja?

1. Pastikan Themes Wordpress dan Page Builder Memiliki Kesesuaian

Memastikan kesesuaian antara tema WordPress dan Page Builder sangat penting karena hal ini dapat mempengaruhi tampilan, fungsionalitas, dan pengalaman users di website kamu. Pastikan bahwa pilihan kamu saling kompatibel dengan lainnya sehingga tidak mempengaruhi performa dari website kamu, seperti tata letak yang tidak konsisten dan perbedaan lainnya.

Lalu, penggunaan tema dan Page Builder yang sesuai dapat membantu meminimalkan beban yang diperlukan untuk memuat halaman website kamu loh. Hal ini dapat berkontribusi pada kinerja dan kecepatan website yang lebih baik, dimana jadi faktor penting dalam pengalaman pengguna dan ranking SEO.

Contoh:

  • Tema Astra yang dikombinasikan dengan Page Builder Elementor
  • Tema Generate Press yang dikombinasikan dengan Page Builder Generates Block

2. Sesuaikan dengan Kebutuhan Niche Kamu

Selanjutnya kamu juga perlu menyesuaikan dengan kebutuhan dari niche kamu, karena tentu layout atau kebutuhan website dari niche media atau berita berbeda dengan beauty, bukan?

Niche dan persona dari website kamu juga menentukan tema wordpress atau page builder yang seperti apa untuk dipilih. Jika kamu ingin menampilkan banyak gambar atau video, tentu kamu perlu memilih tema yang tidak terlalu flat namun harus responsive.

Baca Juga: Blogger Masih Menghasilkan di 2024? Simak Tips Cuannya Di Sini!

3. Perhatikan Kecepatan Website

Yang tidak kalah penting adalah kecepatan website setelah menggunakan tema atau page builder tersebut. Beberapa page builder page memuat CSS (Cascading Style Sheets) agar website lebih terstruktur dan seragam, bahkan JS (Jaca Script) tambahan.

Alhasil, waktu muat dari website akan menjadi lebih lambat dan dapat menyebabkan pengalaman users yang buruk, meningkatkan bounce rate, dan menurunkan ranking website kamu di Google. Jadi, pastikan kamu memperhatikan kecepatan website ya!

Jika kamu ingin menggunakan landing page statis, kamu bisa melakukan alternatif menggunakan tema wordpress , namun pastikan untuk tidak terlalu banyak fitur dan animasi yang akan memberatkan website sehingga website menjadi akan lebih ringan.

4. Tambahkan Plugins Khusus Meningkatkan Loading Speed Website

Karena kekurangan disisi loading speed, maka kamu bisa menambahkan plugin khusus agar loading speed website kamu menjadi lebih cepat karena peran page builder dan tema wordpress saling terkoneksi ya. Beberapa plugin yang bisa kamu instal, seperti:

Plugin yang Meningkatkan Kecepatan website yang Berbayar

1. EWWW Image Optimiser + Swiss Performance

Plugin ini berfokus pada mengkompres gambar secara otomatis tanpa mengurangi kualitas visual. Dengan mengurangi ukuran file gambar, website kamu akan memuat informasi dan gambar dengan lebih cepat sehingga user experiences juga lebih baik.

Kamu juga perlu menambahkan addon premium untuk EWWW Image Optimizer yaitu Swiss Performance, untuk menyajikan gambar secara lebih cepat kepada pengguna dari berbagai lokasi di seluruh dunia, serta fitur pemosisian gambar untuk meningkatkan waktu pemuatan halaman.

2. WP Rocket

WP Rocket adalah plugin caching premium untuk meningkatkan kecepatan dan kinerja website WordPress kamu. Dengan berbagai fitur caching seperti caching halaman, caching browser, dan preloading cache untuk mempercepat waktu muat website.

Selain caching, WP Rocket juga menawarkan fitur optimasi gambar, lazy loading, pemuatan gambar berbasis permintaan, kompresi HTML, dan banyak lagi untuk meningkatkan performa keseluruhan situs web. Dengan antarmuka users yang ramah dan opsi custom yang mudah dipahami akan membuat 

kamu lebih mudah mengoptimalkan website tanpa perlu pengetahuan teknis yang mendalam.

Plugin Free

1. W3 Total Cache

Plugin caching satu ini berfungsi untuk meningkatkan kecepatan dan kinerja WordPress kamu dengan fitur caching termasuk caching halaman, caching browser, dan caching database untuk mengurangi waktu muat situs web.

Ada fitur kompres gambar, minifikasi file CSS dan JavaScript untuk mengurangi ukuran file dan mempercepat waktu muat halaman, dan memungkinkan integrasi dengan Content Delivery Network (CDN) untuk menyajikan konten situs secara lebih cepat kepada pengguna di berbagai lokasi loh.

2. WP Super Minify

Plugin ini  bertujuan untuk meminifikasi (mengompresi) file CSS, JavaScript, dan HTML website kamu. Meminifikasi file-file ini mengurangi ukuran file sehingga bisa meningkatkan kecepatan muat situs web.

3. Lazy Load

Plugin satu ini mengimplementasikan teknik memuat gambar secara bertahap (lazy loading) di website kamu. Saat users mengarahkan kursor ke bawah halaman, gambar-gambar di bawah jendela tampilan (viewport) tidak dimuat sampai mereka berada dalam pandangan users. Hal Ini mempercepat waktu muat halaman dan menghemat bandwidth dengan memuat gambar hanya ketika diperlukan.

4. WP Smush

Plugin optimasi gambar yang bertujuan untuk mengkompres gambar secara otomatis tanpa mengurangi kualitas visual dengan memampatkan gambar-gambar website kamu untuk mengurangi ukuran file dan mempercepat waktu muat halaman.

Itulah perbedaan dan hal apa saja yang perlu kamu perhatikan terkait page builder dan tema wordpress. Selain itu, penting untuk kamu tetap update terkait cara kerja search engine Google terbaru, membuat konten, dan mengoptimalisasi website kamu sehingga kamu bisa meningkatkan penjualan atau leads secara organik dari website.

Jika ada pertanyaan lebih lanjut dari artikel ini kamu bisa bertanya ke community accesstrade untuk mendapat insight tambahan dari para member atau sesama publisher, gabung grup whatsapp di link ini

 

Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait