Affiliate Disclosure: Strategi Efektif Membangun Kepercayaan Dan Boost Pendapatan

Affiliate Disclosure: Strategi Efektif Membangun Kepercayaan Dan Boost Pendapatan

Admin
affiliate marketing Feb 07, 2024
SHARE ON
1707279360_definisi-affiliate-disclosure.jpg

Jika kamu ingin membangun website affiliate, salah satu cara untuk membangun kepercayaan dengan audiens adalah dengan memberi tempat di halaman blog kamu untuk affiliate disclosure. Dalam artikel ini, akan dibahas tuntas tentang definisi affiliate disclosure, mengapa ia begitu penting untuk website affiliate kamu, beserta contoh penulisan yang efektif untuk bisa kamu jadikan referensi.

Apa itu Affiliate Disclosure?

Affiliate Disclosure, atau dalam bahasa Indonesia dapat disebut sebagai pernyataan Afiliasi, jadi itu semacam sebuah pernyataan yang kamu buat di blog atau situs web yang memberitahu audiens kalau kamu menerima kompensasi atau komisi dari perusahaan ketika pengunjung website membeli produk atau layanan dari link yang kamu tautkan di artikel atau halaman website.

Ulasan atau rekomendasi produk dapat mempengaruhi audiens dalam menentukan keputusan untuk membeli, maka Affiliate Disclosure menjadi penting dalam membangun transparansi dengan audiens kamu, selain itu dari pernyataan affiliate yang kamu cantumkan, memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang tepat, tentu saja harus diimbangi dengan konten atau artikel yang informatif dan insightful.

Mengapa Affiliate Disclosure Penting untuk Blog Affiliate

Menyertakan Affiliate Disclosure di blog atau situs afiliasi bukan hanya soal memenuhi kewajiban legal sebagai blog affiliate, namun lebih kepada kamu bisa membangun dan menjaga kepercayaan dengan pembaca.

Ketika pembaca atau audiens tahu kalau kamu berusaha transparan mengenai hubungan afiliasi kamu, mereka akan lebih percaya dan cenderung menggunakan link afiliasi yang kamu tawarkan. Ini secara langsung dapat meningkatkan konversi serta memperkuat reputasi kamu sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan. Namun dengan catatan, kamu harus bisa menyajikan informasi yang akurat dan objektif.

Bagaimana Kalau Website Affiliate Tidak Menampilkan Affiliate Disclosure?

Menjadi affiliate marketer profesional yang menggunakan website sebagai channel utama memerlukan lebih dari sekedar mempromosikan produk atau layanan. Salah satu aspek krusialnya adalah dengan menyertakan Affiliate Disclosure. Kenapa ini penting? Ada beberapa alasan utama:

Masalah Hukum: Jika website kamu tidak menyertakan Affiliate Disclosure, di beberapa negara seperti Amerika Serikat akan menjadi masalah serius, kamu bisa terkena denda atau sanksi karena penyataan affiliate ini wajib di US. Kalau di Indonesia sendiri sepertinya belum mewajibkan.

Kehilangan Kepercayaan Pembaca: Pembaca yang menemukan promosi atau endorse produk tanpa penjelasan yang jelas mungkin merasa “Ah di endorse ini”. Mereka akan merasa, konten ulasan kamu tidak objektif dan bukan lagi honest review.

Oleh karena itu, Affiliate Disclosure bukan hanya penting untuk mematuhi aturan hukum, tetapi juga merupakan elemen kunci dalam membangun trustworthiness dan memelihara hubungan yang baik dengan audiens kamu. Dengan memberikan informasi yang jelas dan terbuka tentang hubungan afiliasi, Kamu sudah menunjukkan komitmen terhadap pembaca untuk menampilkan konten-konten yang berkualitas dan menjaga reputasi website affiliate kamu

Baca juga: 24 Cara Sukses Content Creator Menjadi Affiliate Marketing

Dimana Tempat yang Tepat Menampilkan Affiliate Disclosure?

Menentukan lokasi yang tepat untuk menampilkan Affiliate Disclosure sangat penting agar pembaca dapat dengan mudah menemukan dan memahami informasi ini. Idealnya, pernyataan ini harus ditempatkan di tempat yang mudah dilihat dan diakses, seperti di bagian atas artikel atau dalam halaman khusus yang didedikasikan untuk Disclosure tersebut. Ini membantu memastikan bahwa pembaca mengetahui adanya hubungan afiliasi sebelum mereka melanjutkan membaca atau mengklik link afiliasi.

Menurut pedoman FTC, Affiliate Disclosure harus ditampilkan secara mencolok dan dekat dengan link afiliasi atau penyebutan produk yang diendorse. Kamu bisa menempatkan Affiliate Disclosure di setiap halaman yang berisi sponsor, link afiliasi, atau endorsement. Walaupun Affiliate Disclosure harus muncul di setiap halaman yang berisi link afiliasi dan konten terkait, kamu juga dapat memperluas penjelasan mengenai hubungan kamu dengan sponsor dan afiliasi melalui halaman khusus Affiliate Disclosure.

Kamu dapat menghubungkan halaman Affiliate Disclosure di berbagai tempat di situs kamu, asalkan masih ada Affiliate Disclosure yang berdekatan dengan link afiliasi atau konten afiliasi. Beberapa contoh tempat di mana kamu bisa menghubungkan halaman Affiliate Disclosure:

  • Header situs
  • Footer
  • Sidebar
  • Halaman syarat dan ketentuan
  • Kebijakan privasi

Kamu juga bisa mengungkapkan hubungan dengan afiliasi di halaman disclaimer seperti contoh di bawah ini

Contoh Penulisan Affiliate Disclosure

Affiliate Disclosure biasanya ditemukan di banyak situs web yang banyak memuat konten-konten endorsement. Kalau kamu tertarik menjadi affiliate marketer di blog, kamu bisa daftar di platform affiliate marketing terbaik untuk blogger. Ada beberapa contoh blog yang menarik untuk dijadikan acuan kamu dalam membuat pernyataan afiliasi seperti, website Cookie and Kate memasukkan pernyataan Affiliate Disclosure sebelum link afiliasi dalam konten situsnya, serta di footer website.

Contoh lain, seperti blog review kosmetik The Beauty Look Book, di halaman disclosure menjelaskan kemitraan yang disponsori dan pengaturan afiliasi yang terlibat.

Dalam menulis Affiliate Disclosure, gunakan bahasa yang sederhana namun cukup menjelaskan kalau kamu akan mendapat kompensasi melalui link afiliasi kalau pengunjung ngeklik dan melakukan konversi, tanpa mengubah harga asli dari produknya. Pastikan penulisan yang dibuat jujur, jelas, dan mudah dipahami.

Tips Menulis Affiliate Disclosure

Berikut adalah beberapa tips yang dapat kamu lakukan dalam membuat Affiliate Disclosure:

1. Jujur dan Transparan

Pastikan untuk selalu jujur tentang hubungan afiliasi kamu untuk menunjukan profesionalitas kamu sebagai media.

2. Jelas dan Langsung

Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan langsung ke pokok pembahasan.

3. Letakkan di Tempat yang Strategis

Pastikan Affiliate Disclosure mudah ditemukan oleh pembaca.

4. Personalisasi

Sesuaikan penulisan dengan gaya atau brand voice kamu.

5. Perbarui Secara Berkala

Pastikan informasi yang disampaikan selalu updated.

Kesimpulan

Pentingnya memahami dan menerapkan Affiliate Disclosure dengan benar demi membangun hubungan yang baik dengan pembaca. Dengan mempraktikkan tips di atas, kamu bisa meningkatkan transparansi dan memperkuat kepercayaan audiens.

Kalau kamu punya pertanyaan lebih spesifik tentang affiliate disclosure, bergabunglah di sini Telegram Accesstrade Indonesia, kamu akan menemukan banyak informasi update seputar dunia affiliate

Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait