Cara Hasilkan Uang dari Affiliate Marketing tanpa Website

Cara Hasilkan Uang dari Affiliate Marketing tanpa Website

Admin
insights Jun 10, 2024
SHARE ON
1718031971_cara-hasilkan-uang-dari-affiliate-marketing-tanpa-website.jpg

Memahami cara menghasilkan uang dari affiliate marketing tanpa website dapat membuka banyak peluang baru. Bagi kamu yang ingin memasuki dunia digital marketing tanpa perlu berinvestasi besar di awal untuk membuat situs web, cara ini menawarkan alternatif yang lebih praktis dan efisien.

Dengan memanfaatkan media sosial, email marketing, dan platform digital lainnya, kamu dapat mempromosikan produk afiliasi secara efektif dan meraih komisi yang menguntungkan. Selain mengurangi biaya awal, cara ini memungkinkan kamu untuk fokus pada strategi pemasaran yang kreatif dan inovatif.

Selain itu, cara ini juga membantu kamu untuk mencapai audiens yang lebih luas dan membangun basis followers yang setia. Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui 9 cara mendapatkan penghasilan melalui affiliate marketing tanpa website.

Apakah Pemasar Afiliasi Memerlukan Situs Web?

Memiliki situs web sendiri bisa membuat pengalaman menjalankan affiliate marketing menjadi lebih mudah dan efektif. Meskipun banyak yang berhasil tanpa website, ada beberapa alasan kuat mengapa memiliki situs web sendiri bisa sangat menguntungkan, antara lain:

  • Seleksi program afiliasi menjadi lebih mudah: Banyak penyedia program afiliasi menerapkan seleksi ketat bagi calon pemasar afiliasi. Memiliki situs web sering kali menjadi salah satu kriteria penting. Dengan memiliki situs web, kamu menunjukkan profesionalisme dan komitmen dalam bisnis ini, sehingga meningkatkan peluang untuk diterima dalam program afiliasi.
  • Memiliki audiens setia: Keuntungan memiliki situs web sendiri adalah kemampuan untuk membangun audiens setia. Pengunjung yang rutin mengakses situs web kamu berpotensi menjadi pembeli produk afiliasi yang ditawarkan. Konten yang relevan dapat membantu membangun kepercayaan, meningkatkan peluang konversi, dan pendapatan dari program afiliasi.
  • Tidak bergantung pada platform pihak ketiga: Mengandalkan platform pihak ketiga seperti Facebook, Instagram, Twitter/X, atau YouTube memang efektif untuk promosi produk afiliasi. Namun, ketergantungan pada platform tersebut memiliki risiko, terutama jika mereka mengubah kebijakan yang dapat berdampak pada aktivitas affiliate marketing.

Dengan demikian, meskipun bukan keharusan, memiliki situs web sendiri menawarkan banyak manfaat bagi pemasar afiliasi, seperti membangun kredibilitas, menjangkau audiens yang lebih luas, dan memastikan keberlanjutan bisnis afiliasi kamu di masa depan.

Bagaimana Orang Mendapatkan Penghasilan melalui Pemasaran Afiliasi tanpa Situs Web?

Meskipun situs web affiliate marketing dapat menjadi tool yang efektif, namun bukan satu-satunya cara untuk memasarkan konten afiliasi secara online atau offline. Berikut adalah 9 cara menghasilkan uang memulai affiliate marketing tanpa membuat situs web terlebih dahulu, antara lain:

1. Promosikan melalui Forum / Komunitas Online

Memasarkan link affiliate melalui forum atau komunitas online dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan penjualan. Namun, sebelum memulai, penting untuk memilih forum atau komunitas yang relevan dengan produk atau layanan afiliasi yang kamu promosikan.

Selanjutnya, pastikan untuk membaca dan memahami aturan komunitas terkait penggunaan link affiliate. Setelah itu, terlibatlah secara aktif dengan berinteraksi dan memberikan kontribusi positif kepada anggota komunitas. Saat memasukkan link affiliate, pastikan untuk melakukannya secara terukur dan relevan dengan topik pembahasan.

Dengan konsistensi dalam memberikan nilai tambah kepada komunitas dan menjaga transparansi, kamu dapat membangun kepercayaan yang memungkinkan link affiliate kamu lebih sering diklik oleh anggota komunitas tersebut.

2. Podcast

Meskipun tidak terlihat sebagai pilihan utama untuk melakukan affiliate marketing tanpa website, podcast memiliki potensi besar yang tidak boleh kamu abaikan. Terlebih lagi, dengan meningkatkannya popularitas podcast, bisa menjadi strategi pemasaran yang sangat efektif untuk pemasar afiliasi.

Menurut We Are Social, pada Januari 2024, sekitar 20,6% pengguna internet global secara rutin mendengarkan podcast setiap minggu. Indonesia menempati peringkat kedua di antara negara-negara yang paling sering mendengarkan podcast setiap minggu, dengan proporsi mencapai 38,2%.

Cara memanfaatkan podcast untuk affiliate marketing adalah dengan menyematkan link affiliate di deskripsi episode atau di bio podcast kamu. Dengan cara ini, kamu bisa mengarahkan pendengar langsung ke produk atau layanan yang kamu promosikan tanpa perlu mengandalkan situs web.

Selain itu, kamu juga bisa membacakan kode promo dalam podcast kamu dan mengajak pendengar untuk menggunakan kode tersebut saat melakukan pembelian. Dengan demikian, mitra afiliasi kamu bisa melacak penjualan dari kamu tanpa perlu pengguna mengklik link tertentu.

3. Buat Ebook

Ebook merupakan cara efektif untuk mendorong orang mengklik link affiliate penawaran kamu (yang dipromosikan di forum atau media sosial). Meskipun membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha, ebook memiliki dampak jangka panjang yang signifikan jika dilakukan dengan tepat.

Hal terpenting saat membuat ebook adalah memilih topik yang kamu kuasai dengan baik. Jangan pernah menulis ebook hanya untuk menyisipkan link affiliate. Pembaca akan dengan cepat mengetahui tujuan kamu dan hal itu dapat merusak kepercayaan mereka.

Ebook harus memberikan informasi yang bermanfaat kepada pembaca, karena mereka akan mempercayai informasi yang kamu berikan. Jika mereka merasa ebook tersebut memberikan nilai tambah dan membantu, pembaca akan lebih cenderung untuk mengklik link affiliate yang kamu sediakan.

Kamu bisa menyertakan link affiliate di dalam konten ebook. Pastikan untuk menyisipkan link secara alami dan relevan dengan konten ebook, sehingga pembaca merasa bahwa link affiliate tersebut memberikan nilai tambah.

Kamu juga bisa menyediakan kode promo eksklusif untuk pembaca ebook dan mengarahkan mereka untuk menggunakannya saat berbelanja, sehingga memungkinkan kamu untuk melacak penjualan yang berasal dari ebook kamu.

4. Buat Webinar / Kursus Online

Webinar atau kursus online merupakan strategi pemasaran yang efektif untuk menarik audiens dan mempromosikan link affiliate. Cara yang umum dilakukan adalah dengan mengajak orang untuk mendaftar pada webinar atau kursus online yang akan datang.

Misalnya, jika kamu mengadakan webinar tentang aplikasi m-banking, kamu dapat mengirimkan email kepada peserta setelah acara selesai yang berisi ringkasan aplikasi yang dibahas dalam webinar beserta link affiliate untuk setiap aplikasi tersebut.

Aplikasi populer seperti Google Meet dan Zoom dapat menjadi pilihan terbaik untuk mengadakan webinar atau kursus online. Pastikan untuk memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan oleh platform tersebut untuk memfasilitasi interaksi dan keterlibatan peserta selama acara berlangsung.

Dengan membagikan link affiliate secara tepat dan memberikan konten yang berkualitas kepada peserta webinar atau kursus online, kamu dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan klik pada link affiliate yang kamu bagikan dan mengoptimalkan pendapatan dari affiliate marketing.

5. Publikasikan di Platform Konten

Memanfaatkan platform konten seperti Quora atau Pinterest dapat menjadi strategi yang efektif untuk membagikan link affiliate. Quora adalah platform tanya jawab yang cukup ramai, di mana pengguna dapat memberikan jawaban atas pertanyaan dari pengguna lain.

Quora memperbolehkan pengguna untuk menyertakan link aktif dalam jawaban mereka, termasuk link affiliate. Kamu dapat mencari pertanyaan yang relevan dengan produk atau layanan yang kamu promosikan, lalu memberikan jawaban yang informatif dan menyertakan link affiliate di dalamnya.

Pinterest adalah platform visual yang populer, di mana pengguna dapat menemukan dan menyimpan berbagai inspirasi dan ide. Untuk membagikan link affiliate di Pinterest, kamu dapat membuat pin yang menarik dan relevan dengan produk atau layanan yang kamu promosikan.

Pastikan untuk menyertakan deskripsi yang informatif dan menarik, serta link affiliate yang sesuai. Kamu juga dapat membuat board (papan) khusus yang berisi koleksi produk atau layanan yang kamu promosikan, sehingga memudahkan pengguna Pinterest untuk menemukan dan membagikan konten kamu.

6. Memanfaatkan Aplikasi Chat / Messenger

Platform seperti Facebook Messenger, Telegram, WhatsApp, dan WeChat mendukung affiliate marketing. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi chat atau messenger ini untuk mempromosikan link affiliate secara langsung kepada teman-teman atau follower.

Gunakan Facebook Messenger untuk membagikan link affiliate kepada teman-temanmu. Buat grup atau kirim pesan pribadi kepada mereka yang mungkin tertarik dengan produk atau layanan yang kamu promosikan. Berikan informasi menarik agar pesanmu tidak terlihat seperti spam.

Di Telegram, kamu dapat membuat channel (saluran) atau grup untuk membagikan link affiliate. Undang orang-orang yang berpotensi tertarik dengan produk atau layanan yang kamu promosikan. Berikan konten yang bermanfaat dan relevan untuk meningkatkan keterlibatan pengguna.

Gunakan fitur channel (saluran) pada WhatsApp untuk membagikan link affiliate kepada follower kamu. Promosikan saluran atau grup kamu secara aktif dan berikan konten yang menarik untuk menarik lebih banyak follower.

WeChat juga memiliki fitur grup dan channel (saluran) yang dapat dimanfaatkan untuk membagikan link affiliate kepada follower. Pastikan untuk berinteraksi secara aktif dengan anggota grup atau saluran kamu, dan berikan konten yang memiliki nilai tambah kepada pengguna.

Dengan memanfaatkan aplikasi chat atau messenger, kamu dapat membangun hubungan langsung dengan pengguna dan mempromosikan link affiliate secara efektif kepada mereka. Berikan konten yang bermanfaat dan relevan untuk meningkatkan keterlibatan dan kepercayaan pengguna terhadap kamu.

7. Buat Email

Kamu dapat menggunakan newsletter melalui email untuk memberikan nilai tambah kepada target audiens, membangun kepercayaan, dan menetapkan diri kamu sebagai otoritas dalam suatu niche afiliasi tertentu.

Menyertakan kode promo atau link affiliate dapat mengubah newsletter email kamu menjadi sumber traffic affiliate marketing. Pemasaran melalui email juga memberikan fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan dengan mempublikasikan konten di platform media sosial.

Contohnya, kamu dapat mempublikasikan panduan hadiah liburan yang berisi link affiliate ke 10 produk, atau membuat email panjang yang secara khusus membahas kelebihan dari produk tertentu. Hal ini tergantung pada pembaca dan mitra afiliasi kamu, serta bagaimana kamu memberikan nilai tambah kepada pembaca email kamu.

Dengan strategi yang tepat, email dapat menjadi tool yang kuat untuk mempromosikan link affiliate dan meningkatkan pendapatan kamu melalui affiliate marketing.

8. Beli Iklan Berbayar

Kegiatan affiliate marketing seperti membuat blog atau posting di media sosial tentang suatu produk pada dasarnya merupakan bentuk sebuah iklan. Kamu juga dapat membayar iklan Google untuk mempromosikan produk afiliasi. Jenis iklan yang paling populer untuk strategi ini adalah iklan pay-per-click (PPC).

Dalam PPC, kamu hanya membayar ketika pengguna mengklik iklan kamu. Pada dasarnya, kamu merancang iklan untuk salah satu produk mitra afiliasi kamu, menggunakan uang kamu sendiri untuk membidik iklan digital, dan membayar iklan untuk setiap klik.

Karena sebagian besar program affiliate marketing hanya membayar afiliasi untuk konversi, ada kemungkinan kamu kehilangan uang dalam strategi ini. Sebelum menggunakan uang kamu sendiri untuk iklan, pastikan kamu memiliki rencana untuk menargetkan audiens dengan kemungkinan konversi tinggi.

Bagi internet marketer, pembelian iklan berbayar bisa menjadi strategi efektif untuk meningkatkan visibilitas dan mengarahkan traffic ke link affiliate mereka. Dengan melakukan pengoptimalan iklan yang efektif, kamu dapat mengubah pengeluaran iklan menjadi investasi dalam menghasilkan uang dari affiliate marketing.

9. Manfaatkan Social Media

Affiliate marketing tidak memerlukan kamu memiliki situs web sendiri, tetapi kamu perlu memiliki kehadiran online. Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter/X bisa menjadi platform yang digunakan untuk membagikan link affiliate, asalkan kamu memiliki follower yang mungkin tertarik untuk mengklik link yang kamu posting.

Kuncinya adalah menulis postingan yang menarik perhatian orang dan membuat mereka ingin mengklik. Yang paling penting, pastikan postingan media sosial kamu memiliki informasi yang berguna dan elemen visual untuk menarik perhatian orang.

Selain itu, pastikan konten kamu sesuai dengan niche kamu. Jika kamu memposting sesuatu yang tidak ada hubungannya, konten tersebut bisa membuat orang menjauh. Untuk mendapatkan kepercayaan audiens kamu, postingan kamu harus menarik dan bermanfaat bagi mereka.

Memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari strategi affiliate marketing dapat membantu kamu menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan potensi konversi. Dalam pembahasan selanjutnya, kita akan melihat beberapa contoh affiliate marketing di platform media sosial.

Apa Saja Contoh Affiliate Marketing di Media Sosial?

Dengan keberadaan media sosial yang semakin dominan di dunia digital, peluang untuk mengoptimalkan affiliate marketing tanpa website pun semakin besar. Berikut adalah beberapa contoh affiliate marketing di beberapa platform media sosial, antara lain:

1. Instagram

Instagram memiliki beberapa fitur yang mendukung affiliate marketing, seperti Instagram Stories dengan menambahkan sticker link untuk berbagi link affiliate.

2. TikTok

Di TikTok, kamu dapat membuat video kreatif atau edukatif tentang produk dan mengarahkan pengguna ke link affiliate di bio TikTok kamu. Kamu juga dapat memanfaatkan fitur live stream untuk membahas produk atau layanan yang kamu promosikan, dan mengarahkan pengguna ke link affiliate di bio kamu.

3. Twitter/X

Twitter/X menyediakan berbagai cara untuk membagikan link affiliate, seperti tweet biasa atau thread (urutan tweet) untuk memberikan informasi lebih detail tentang produk atau layanan yang kamu promosikan.

4. YouTube

Di YouTube, kamu dapat memasukkan link affiliate di deskripsi video kamu, melakukan pin pada komentar dengan link affiliate, atau menambahkan CTA pada card dan end screen yang mengarahkan penonton ke link affiliate.

5. LinkedIn

Meskipun bersifat lebih profesional, LinkedIn juga memiliki fitur yang dapat dimanfaatkan untuk affiliate marketing, seperti postingan artikel, update status, dan LinkedIn Stories. Kamu bisa menulis artikel atau ulasan mendalam tentang produk dan menyertakan link affiliate kamu.

Bisakah Kamu Bergabung dengan Program Afiliasi tanpa Situs Web?

Jawabannya adalah ya, kamu bisa bergabung dengan program afiliasi tanpa memiliki situs web.

Kamu hanya butuh sebuah platform untuk mempromosikan produk atau layanan afiliasi. Platform ini bisa berupa media sosial, forum online, atau aplikasi chat. Intinya, setiap media yang membantu kamu terhubung dengan audiens bisa digunakan untuk memulai bisnis affiliate.

Referensi Artikel:

  • Adsterra. How To Make Money via Affiliate Marketing without a Website? Diakses pada Juni 2024, dari https://adsterra.com/blog/affiliate-marketing-without-a-website/
  • Authority Hacker. How to Do Affiliate Marketing Without a Website? Diakses pada Juni 2024, dari https://www.authorityhacker.com/can-affiliate-marketing-without-website/
  • Databoks. Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Paling Sering Mendengar Podcast. Diakses pada Juni 2024, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/02/22/indonesia-masuk-daftar-10-negara-paling-sering-mendengar-podcast
  • Get Response. How to do affiliate marketing without a website and make money. Diakses pada Juni 2024, dari https://www.getresponse.com/blog/affiliate-marketing-without-website
  • Kirim Email. Menjalankan Affiliate Marketing Tanpa Website. Diakses pada Juni 2024, dari https://kirim.email/affiliate-marketing-tanpa-website/
  • Shopify. 7 Strategies for Affiliate Marketing Without a Website. Diakses pada Juni 2024, dari https://www.shopify.com/blog/affiliate-marketing-without-a-website
Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait