Tingkatan Tipe Kategori Influencer Berdasarkan Jumlah Followers

Tingkatan Tipe Kategori Influencer Berdasarkan Jumlah Followers

Admin
insights Jul 05, 2023
SHARE ON
1688566321_tingkatan-tipe-kategori-influencer-berdasarkan-jumlah-followers-1-1.jpg

Pada zaman serba digital ini, berbagai aspek dalam kehidupan ikut berubah pula dengan gerakan atau program digitalisasi. Termasuk dalam dunia bisnis, kini berbagai aktivitas berbisnis terkait pemasaran ataupun penjualan dapat dilakukan secara digital. Berjualan secara konvensional memang menjanjikan, namun tahukah kamu dalam zaman digital ini terdapat berbagai kemudahan dalam berjualan secara online.

Dalam berbisnis tentunya seluruh pebisnis membutuhkan cara untuk memasarkan produk atau usaha yang mereka jalani, mungkin kamu sudah tidak asing dengan teknik pemasaran advertising atau iklan konvensional pada berbagai media mainstream. Pada zaman digital ini, terdapat salah satu teknik pemasaran yang sangat ampuh dalam mempromosikan suatu produk atau brand. Teknik tersebut disebut dengan influencer marketing, lalu sebenarnya apa itu influencer marketing.

Influencer marketing merupakan strategi promosi yang melibatkan influencer untuk bekerja sama dalam meningkatkan brand awareness, sales atau penjualan yang sudah direncanakan dengan target pasar serta audiens tertentu.

Siapa yang Bisa disebut influencer?

Belum tentu seluruh pengguna sosial media yang memiliki followers banyak merupakan influencer. Influencer merupakan seseorang atau publik figur yang memiliki jumlah pengikut yang banyak dan dapat mempengaruhi keputusan orang lain dengan pengetahuan, pengalaman, atau karena kepercayaan publik yang tokoh tersebut miliki.

Seorang influencer biasanya memiliki profesi sebagai artis, YouTuber, publik figur, atau penggiat konten digital. Mereka memiliki jumlah followers di sosial media yang beragam, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta. Tidak jarang orang-orang tersebut merupakan tokoh yang berpengaruh pada skena atau bidang yang mereka geluti.

Sebagai contoh, pernahkah kamu melihat seorang beauty vlogger yang kerap membuat konten review alat kecantikan pada sosial medianya. Tidak jarang bukan, kamu tertarik untuk membeli produk kecantikan tersebut setelah melihat ulasan yang beauty vlogger tersebut buat. Bisa jadi brand yang ia ulas tersebut melakukan kerja sama dengan influencer tersebut karena merasa cocok dengan target audiens serta latar belakang yang dimiliki beauty vlogger itu.

Apa Bedanya Selebgram dengan Influencer?

IG

Meskipun memiliki kemiripan aktivitas dalam bersosial media, selebgram dan influencer ternyata memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Secara definisi, influencer dapat diartikan sebagai artis, YouTuber, publik figur, atau penggiat konten digital yang memiliki banyak followers dan dapat mempengaruhi pengikutnya dengan konten atau aktivitas yang ia lakukan. Sedangkan selebgram, merupakan konten kreator digital yang memiliki popularitas pada sosial media Instagram.

Jadi, seorang selebgram merupakan seseorang yang populer pada sosial media Instagram karena suatu hal yang ia lakukan, bisa jadi karena kontennya menarik atau memiliki keahlian unik. Berbeda dengan influencer, selebgram lebih fokus membuat konten untuk memuaskan hasratnya dalam berkarya di sosial media atau cenderung membuat konten-konten yang bernilai estetika.

Dari segi followers, memang selebgram terkadang memiliki jumlah followers yang cukup banyak dibandingkan seorang influencer. Namun followers yang selebgram miliki tidak jarang lebih pasif, dibandingkan followers yang dimiliki influencer.  Influencer juga biasanya memiliki kredibilitas atau tingkat kepercayaan publik yang cukup tinggi, karena para followers yang influencer miliki merasa informasi yang dibagikannya merupakan hasil dari pengalaman pribadi sang influencer. Berbeda dengan selebgram, biasanya orang tersebut cenderung mengunggah konten visual yang membuatnya terkenal di sosial media Instagram.

Apa Perbedaan Influencer dan Content Creator?

IG

Influencer dan content creator merupakan dua klasifikasi yang berbeda namun hampir sama. Content creator dapat diartikan sebagai orang yang biasa membuat konten digital pada sosial media, biasanya bersifat edukatif, informatif, dan menghibur. 

Sama seperti influencer, content creator memiliki fokus pada suatu hal yang ia tekuni. Misalnya ia kerap membuat konten otomotif, konten kecantikan, konten musik, bahkan konten audiovisual yang bernilai estetis. Lalu dimana perbedaan yang sangat signifikan antara influencer dan content creator.

Perbedaannya dapat terlihat dari fokus atau tujuan dalam membuat konten di sosial medianya,seorang influencer berfokus membangun relasi antara audiens yang dimiliki dan mempromosikan suatu produk atau bisnis secara individu dengan melibatkan unsur human interest. Sedangkan content creator, memiliki fokus pada pembuatan serta publikasi konten digital untuk memberikan suatu informasi kepada publik dan tidak jarang tergabung dalam tim pada suatu perusahaan atau agency.

Apakah Selebgram termasuk Influencer?

IG

Setelah memahami perbedaan selebgram, influencer, dan content creator mungkin kamu memiliki pertanyaan baru. Apakah seorang selebgram termasuk influencer, maka jawabannya belum tentu.

Seorang selebgram biasanya memiliki jumlah followers yang sangat banyak, mulai dari jutaan hingga ratusan juta. Produk-produk ternama yang sudah memiliki pasarnya sendiri biasanya sering bekerja sama dengan selebgram dan menjadikannya sebagai brand ambassador. Tentunya untuk melakukan kerja sama dengan selebgram memiliki biaya yang cukup besar, karena jumlah pengikut dan latar belakang sebagai artis atau publik figur yang yang ia miliki.

Sedangkan seorang influencer dalam bekerja sama dengan suatu produk atau perusahaan cenderung membuat konten digital yang lebih personal dan dekat dengan audiens atau followers yang ia miliki. Sesuai dengan namanya, influencer akan berusaha meng-influence atau mempengaruhi pengikutnya, bukan sekedar menghasilkan brand awareness dengan menjadi brand ambassador seperti selebgram.

Berapa Jenis dan Apa Saja Kategori Influencer?

IG

Dalam hal ini, tentunya masing-masing
brand atau perusahaan memiliki suatu target pencapaian sesuai dengan budget pemasaran yang dimiliki. Terutama usaha-usaha yang sedang merintis tentunya membutuhkan program promosi dari barang yang dijual. Dibedakan dari jumlah followers yang dimiliki, influencer terbagi menjadi empat kategori sebagai berikut.

1. Nano Influencer

Jenis influencer dengan jumlah followers terendah adalah nano influencer, influencer dalam kategori ini memiliki 1.000 hingga 10.000 followers. Karena jumlah followers kecil, influencer dan pengikutnya saling mengenal dan berinteraksi di antara jejaring sosial. Hal tersebut merupakan salah satu kekuatan nao influencer, engagement yang kuat meningkatkan kepercayaan pengikutnya. Biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan jasa nano influencer cukup murah dan terjangkau.

2. Micro Influencer

Influencer dengan 10.000 hingga 100.000 followers disebut dengan micro influencer. Biasanya influencer jenis ini banyak dipercaya orang karena memiliki spesialisasi di bidang tertentu, seperti ahli kecantikan, ahli kesehatan, otomotif, dll. Karena jumlah followers yang dimiliki micro influencer tidak terlalu banyak, membuat interaksi antara influencer dengan followers masih terjaga dan cukup kuat. Biaya yang dikeluarkan untuk bekerja sama dengan micro influencer juga masih tergolong murah dan terjangkau.  

3. Macro Influencer

Macro influencer adalah influencer dengan 100.000 hingga 1 juta followers. Dengan jumlah followers yang cukup banyak tentu jangkauan konten promosi yang disampaikan juga lebih besar, namun tentunya biaya yang dikeluarkan juga lebih tinggi. Selain itu, engagement antara followers dengan sang influencer biasanya tidak terlalu kuat. Namun memang masih ada, dan jangkauan audiens baru yang macro influencer miliki adalah kelebihannya.

4. Mega Influencer

Mega influencer adalah influencer dengan lebih dari satu juta followers. Biasanya, mega influencer merupakan seorang artis atau publik figur yang terkenal atau memiliki spesialisasi yang sudah teruji. Jumlah followers yang sangat banyak memberikan kesempatan kepada influencer untuk menyebarkan pesan secara luas dalam waktu singkat, namun tentunya biaya penggunaan jasa mega-influencer sangat tinggi. 

Kesimpulan

Setelah mengetahui tingkatan tipe kategori influencer, ternyata berapapun jumlah followers yang dimiliki bisa menjadi influencer sesuai dengan tingkatan followers yang ada. Termasuk kedalam kategori yang manakah kamu,apakah nano influencer, micro influencer, atau bahkan macro influencer.

Tentunya masing-masing tingkatan influencer yang ada memiliki biaya kerja sama yang berbeda-beda juga, tertarikkah kamu untuk memulai perjalanan sebagai influencer. Accesstrade telah bekerja sama dengan ribuan influencer di Indonesia, sehingga sudah terjamin kualitasnya. Jangan takut dengan jumlah followers yang kamu miliki. Apabila tertarik, kamu bisa belajar secara gratis dan mulai mendapatkan penghasilan pada program influencer marketing Accesstrade. Klik link berikut untuk daftar menjadi influencer: Social Media Affiliate Marketing untuk Influencer.

Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait