blogs - profil & sejarah

Sejarah Google dari Masa ke Masa

10 Nov 23, 2020
Sejarah Google dari Masa ke Masa

Menjadi satu hal yang mustahil sekarang ini apabila sedang menjelajah internet dan ingin mencari informasi tertentu tanpa menggunakan mesin pencari yang bernama Google. Ya, memang ada banyak sekali daftar mesin pencari lain yang dapat digunakan, mulai dari Bing, Yahoo, DuckDuckGo, Gibiru sampai dengan Yandex, akan tetapi mayoritas akan lebih memilih menggunakan Google.

Berbicara mengenai Google ini, tentunya mesin pencari nomor satu di dunia ini memiliki sejarah dalam pendirian sampai dengan perjalanannya hingga sekarang. Berikut ini merupakan uraian singkat mengenai sejarah Google yang diulas perbagian.

Asal Muasal Pendirian Google

Larry Page dan Sergey Brin

Tentunya mesin pencari Google tidak mungkin tiba-tiba muncul begitu saja, bukan? Lahirnya mesin pencari di internet tersebut setelah ada 2 orang bernama Sergey Mikhailovich Brin (Sergey Brin) dan Lawrence Edward Page (Larry Page) bertemu di Stanford University. 

Di awal, keduanya tidak serta merta langsung cocok dan menjalin kerja sama. Justru Larry dan Sergey dapat dikatakan tidak begitu akur pada awalnya. Pemikiran Larry dan Sergey sangat bertolak belakang.

Namun takdir berkata lain, dari 2 orang berbeda yang awalnya sering berbeda pendapat ini justru seperti mendapatkan chemistry ketika mereka membicarakan masalah mesin pencari di internet. Pada saat itu, mesin pencari seperti Yahoo! Search, Lycos, Infoseek, Excite dan AltaVista menjadi search engine yang populer. 

Hanya saja menurut keduanya, mesin-mesin pencari tersebut masih belum ideal untuk dapat digunakan sebagai media pencari utama di internet. Bahkan desainnya yang kaku, terlalu penuh dengan iklan dan informasi lain serta pemakaiannya yang sedikit menyulitkan, membuat Larry dan Sergey berpikiran untuk menciptakan mesin pencari di internet sesuai dengan keinginan dan harapan mereka.

Dalam proses penciptaannya, Sergey dan Larry waktu itu masih berstatus sebagai mahasiswa di Stanford University dan penelitian tersebut dilakukan di kamar asrama mereka di universitas tersebut. Selain itu, ketika merancang mesin pencari tersebut, keduanya tidak serta merta bekerja sendiri karena banyak bantuan yang didapatkan dari rekan sampai beberapa dosen di Stanford University lainnya.

Dan satu hal yang jarang diketahui adalah tidak hanya Larry dan Sergey saja yang mengerjakan project ini, melainkan ada satu orang lagi yang bertugas sebagai penulis kode atau programer bernama Scott Hassan. Sayangnya, sebelum project selesai, Scott memutuskan untuk keluar dan meneruskan karirnya dalam dunia pengembangan robot.

Setelah melakukan serangkaian penelitian dan percobaan, akhirnya Sergey dan Larry berhasil membuat satu model mesin pencari ideal seperti yang mereka inginkan. Hanya saja, saat itu nama yang digunakan untuk mesin pencarinya bukanlah Google, melainkan BackRub.

BackRub

BackRub

Asal muasal pemilihan kata BackRub itu sendiri dikarenakan pada akhir tahun 1995, Larry mendapatkan perintah dari dosennya untuk mengumpulkan semua tautan di internet yang mana pada saat itu masih sangat kacau. Dikatakan kacau karena antara satu tautan dengan tautan lain banyak yang tidak langsung menuju ke laman utama dan membuat pencari informasi harus bekerja ekstra keras untuk menuju laman yang diinginkan.

Dari sinilah kemudian Larry mulai berpikir bahwa fungsi dari tautan di internet tersebut memiliki cara kerja mirip seperti sitasi-sitasi (backlink) dalam jurnal atau tulisan di dunia akademis yang mana menjadi pembukti relevansi akan satu hal dengan lainnya. Dikarenakan itulah, maka keduanya sepakat untuk menamai hasil karyanya itu dengan nama BackRub yang dalam artian kasar adalah menggosok bagian punggung/bagian dalam.

Cara kerja dari BackRub sendiri sedikit meniru dari mesin pencari lain yang terlebih dahulu ada, yaitu RankDex buatan Robin Li yang menjadi cikal bakal Baidu. Larry dan Sergey membuat daftar panjang dari kumpulan backlink tersebut kemudian membuatkannya ranking berdasarkan query mana yang sering kali muncul dan digunakan atau dikenal dengan nama PageRank. Semuanya diurutkan dari yang terkecil sampai terbesar dan menduduki peringkat pertama dalam daftar pencarian.

Dikarenakan pada saat penciptaan itu, baik Larry ataupun Sergey masih berstatus mahasiswa, maka Larry memutuskan untuk membuat kamar asramanya yang sebenarnya juga dihuni oleh beberapa orang, seperti Sean Anderson, Lucas Pereira dan Tamara Munzner di Wing 3B, ruangan 360, di Gates Computer Science Building di Stanford University sebagai kantor pusat sementaranya.

Dikarenakan tidak ada programer dalam timnya, maka Larry dan Sergey mengajak Alan Steremberg sebagai penggantinya. Tidak hanya itu saja, keduanya juga mengajak Rajeev Motwani dan Terry Winograd untuk bekerja sama mengembangkan BackRub. 

Setelah menentukan nama, Larry dan Sergey kemudian merilis BackRub dalam versi beta pada bulan Maret 1996. Hanya saja dikarenakan tidak memiliki banyak dana dengan segala keterbatasan, maka BackRub masih numpang server milik Stanford University kurang lebih selama satu tahun. 

Ketika keduanya mulai berpikiran bahwa project mereka tersebut membutuhkan dana besar, mulai dari membeli perangkat komputer, harddisk sampai dengan memory yang layak, Larry dan Sergey kemudian merayu salah satu dosen mereka, Profesor Hector Garcia-Molina untuk menjadi donatur. Sebagai informasi, database BackRub hanya sebesar 28GB pada saat itu.

Cukup lama Larry dan Sergey memohon dana kepada Molina, tapi akhirnya mereka mendapatkan bantuan sebesar USD10 ribu yang diambilkan dari dana Digital Library Stanford University. Kemudian Larry dan Sergey mulai membangun data server dari dana tersebut. Selain Molina, ada profesor lain yang patungan untuk memberikan dana bantuan kepada Larry dan Sergey walaupun tidak terlalu banyak, yaitu hanya sebesar USD40 saja.

Google

Googleplex

Pada bulan Agustus 1996, jumlah backlink yang terindeks mesin pencari mereka mencapai sekitar 75 juta tautan. Sampai dengan menutup tahun 1996, nama yang digunakan tetap BackRub dan baru akhirnya memasuki tahun 1997, Sean menyarankan kepada Larry agar mengganti nama mesin pencarinya tersebut. 

Banyak nama yang dituliskan dalam whiteboard yang ada di kamar Larry dan Sean memberikan saran nama googolplex yang mengambil dasar dari representasi angka 10 pangkat 100 dan menjadi nominal terbesar dalam notasi desimal. Hanya saja, Larry tidak berminat apabila namanya googolplex dan kemudian menyederhanakannya menjadi googol saja. 

Setelah nama googol itu disepakati, Sean kemudian mencari tahu apakah website dengan domain googol sudah didaftarkan atau belum. Sayangnya, belum ada beberapa menit menyepakati nama googol tersebut, justru Sean lupa dan tanpa sengaja mendaftarkan domain milik Larry dan Sergey itu dengan nama google.com karena memang berstatus available. 

Uniknya, Larry dan Sean pun tidak menyadari bahwa nama yang didaftarkan adalah Google bukan googol. Mereka menyadarinya setelah surat resmi pendaftaran dikirimkan pada tanggal 15 September 1997. Dan dikarenakan masih menumpang server milik Stanford University, walaupun sudah terdaftar, nama Google pada waktu itu adalah google.stanford.edu.

Lulus dari Stanford University, Larry dan Sergey kemudian memutuskan untuk fokus di project mereka secara penuh. Keluar dari Stanford, Larry dan Sergey menyewa garasi salah satu temannya, Susan Wojcicki, di Menlo Park, California sebagai kantor pusatnya. Karyawan pertama mereka adalah Craig Silverstein. 

Dalam garasi tersebut, ketiganya ditambah dengan Susan harus bekerja dengan perabot rumah tangga yang disimpan di tempat tersebut, beserta karpet biru dan meja pingpong besar. Mereka bekerja dari pagi sampai larut malam untuk mengembangkan Google. Bahkan karena keterbatasan dana, server pertama yang dimiliki tidak memiliki tempat yang layak. Mereka mengakalinya dengan membungkus server tersebut dengan balok-balok lego.

Sembari menjalankan Google yang masih dalam versi beta, Larry dan Sergey mulai kehabisan dana. Uniknya, dalam kondisi tersebut, baik Craig ataupun Susan tidak masalah apabila kerja keras mereka tidak mendapatkan bayaran. Mereka tetap bekerja dengan keyakinan bahwa project mesin pencari tersebut bakal sukses.

Bahkan karena dana yang dimiliki sudah sangat menipis, Sergey dan Larry sempat menawarkan domain Google tersebut ke Yahoo!, Excite dan Altavista sebesar USD1 juta, tapi ketiga perusahaan tersebut menolaknya.

Berbekal kepiawaian Sergey dalam menjalin relasi dan bertutur kata di mana hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh seorang Larry yang cenderung pendiam, akhirnya salah seorang investor yang dulunya pernah drop out dari Stanford University dan kemudian menjadi salah satu pendiri Sun Microsystem, Andy Bechtolsheim, berani mengucurkan dana bantuan cukup besar, yaitu USD100 ribu.

Satu hal yang menarik adalah pada saat membubuhkan nominal uang pada selembar check tersebut, Andy menuliskan, “Ditujukan untuk perusahaan Google.” Padahal pada waktu itu, Google belum berstatus sebagai perusahaan, bahkan belum ada niatan bagi Sergey dan Larry untuk ke arah bisnis yang lebih lanjut. Akan tetapi Andy tidak masalah dan tidak takut uangnya akan lenyap. Dia yakin bahwa Google bakal menjadi besar.

Tepat pada tanggal 4 September 1998, google.com resmi dirilis dengan meninggalkan nama standford.edu pada domain mereka. Desain awal Google berwarna abu-abu dengan beberapa tulisan pada bagian atas, kemudian logo Google di tengah, serta kolom pencarian dan tombol pada bagian bawah.

Logo Google sendiri digarap oleh salah seorang dosen desain dari Stanford University, Ruth Kedar. Dia membuat dengan menggabungkan unsur minimalis, dinamis, modern dan juga penuh warna. Beberapa kali ada perubahan desain logo tersebut yang akhirnya Larry dan Sergey setuju dengan logo Google seperti yang sekarang ini.

Google

Hanya berselang 3 bulan setelah dirilis, Google masuk dalam daftar 100 website populer di dunia. Tampilan desainnya pun kembali diubah menjadi lebih sederhana dengan background warna putih. Alasannya penggunaan background yang cenderung flat ini karena baik Larry ataupun Sergey tidak paham akan bahasa pemrograman dan HTML.

Masuk tahun 1999, Google pindah ke Palo Alto, California dan kemudian pindah lagi ke Mountain View setelahnya. Walaupun sudah sangat populer dan berkembang pesat, sampai dengan tahun 1999, Google masih belum secara total menjadi penghasil uang. Dan akhirnya dengan berat hati, Larry yang waktu itu menjabat sebagai CEO harus turun dari jabatannya dan digantikan oleh Eric Schmidt, mantan CEO Novell, yang sudah berpengalaman untuk menjadi CEO. Hal itupun juga menjadi syarat dari para investor apabila ingin Google mendapatkan pendanaan, CEO harus dijabat oleh orang yang berpengalaman. Di tangan Schmidt, Google berkembang sangat pesat. 

Sekarang ini, Google menduduki jajaran atas sebagai website dengan nilai jual tertinggi di dunia. Bahkan perusahaan satu ini sukses mengakuisisi banyak startup atau perusahaan lainnya, seperti 2 di antaranya adalah Android dan YouTube.