Pentingnya Menyesuaikan Tone Audience dalam Menulis Artikel

Pentingnya Menyesuaikan Tone Audience dalam Menulis Artikel

Admin
search engine optimization Feb 26, 2024
SHARE ON
1708921511_tone-audience-dalam-menulis-artikel.jpg

Dalam menulis artikel, mengatur tone audience dengan tepat menjadi kunci untuk membangun koneksi yang kuat dengan pembaca. Setiap kata yang dipilih dan frase yang disusun harus menggambarkan pemahaman terhadap siapa yang membaca tulisan kita dan bagaimana mereka ingin disebut. Memahami audiens dengan baik, kita dapat menyesuaikan gaya penulisan, bahasa yang digunakan, contoh yang relevan dan membangun hubungan yang kuat dengan pembaca. Yuk, simak artikel ini sampai selesai untuk dapat informasi lebih lanjut!

Apa itu Tone pada Artikel

Tone dalam artikel merujuk pada kesan atau perasaan yang disampaikan oleh penulis melalui gaya penulisannya. Ini mencakup nada atau rasa dari tulisan, seperti apakah tulisan itu ramah, serius, humoris, formal, atau santai. Tone dapat mempengaruhi bagaimana pembaca menafsirkan pesan yang disampaikan dalam artikel, sehingga penting untuk memilih tone yang sesuai dengan tujuan dan target audiens. Misalnya, jika Kamu menulis dengan nada yang ramah, Kamu mungkin menggunakan kata-kata yang hangat dan menyenangkan, sementara jika Kamu ingin terdengar serius, Kamu mungkin menggunakan kata-kata yang lebih resmi dan tegas. Jadi, secara singkat, Tone pada artikel merupakan cara Kamu mengungkapkan diri melalui tulisan.

Kenapa Tone Saat Menulis Perlu Diperhatikan Saat Menulis Artikel Affiliate?

Tone saat menulis artikel affiliate sangat penting karena dapat mempengaruhi cara pembaca merespons dan menghubungkan dengan konten yang Kamu bagikan. Berikut beberapa alasan mengapa tone perlu diperhatikan saat menulis artikel affiliate:

1. Menyesuaikan dengan Target Audiens

Tone yang dipilih harus sesuai dengan demografi dan interest dari audiens. Jika Kamu menargetkan pembaca muda atau gen-z, tone yang santai, informal serta humor mungkin lebih sesuai. Namun, jika target audiens adalah profesional yang mencari informasi detail, tone formal atau serius mungkin lebih tepat.

2. Menciptakan Koneksi Emosional

Tone yang tepat dapat membantu menciptakan koneksi emosional antara pembaca dan konten Kamu. Ini penting dalam artikel affiliate karena Kamu ingin pembaca merasa terhubung dengan produk atau layanan yang Kamu rekomendasikan.

3. Membangun Kepercayaan

Tone yang konsisten dan meyakinkan dapat membantu membangun trustworthiness atau kepercaayn pembaca terhadap Kamu sebagai penulis serta terhadap produk yang Kamu promosikan. Pembaca cenderung lebih percaya pada sumber yang terdengar meyakinkan dan dapat diandalkan.

4. Menghindari Kesalahpahaman

Tone yang jelas dan konsisten membantu menghindari kesalahpahaman atau interpretasi yang salah. Ini penting karena Kamu ingin memastikan bahwa pesan Kamu disampaikan dengan jelas dan tepat, terutama ketika Kamu menyampaikan informasi tentang produk atau layanan.

5. Mempengaruhi Tindakan Pembaca

Tone yang persuasif dapat membantu mempengaruhi tindakan pembaca, seperti mengklik tautan afiliasi atau melakukan pembelian. Dengan menggunakan tone yang tepat, Kamu dapat mendorong pembaca untuk mengambil langkah selanjutnya.

Baca juga: Cara Menulis Artikel untuk Affiliate Marketing

Jenis-Jenis Tone Writing

Di bawah ini, Kamu akan menemukan 5 jenis gaya penulisan dengan tone yang berbeda, beserta penjelasan tentang cara menggunakannya.

1. Formal

Gaya penulisan dengan tone formal digunakan dalam situasi-situasi resmi, profesional, atau ketika berkomunikasi dengan audiens yang mengharapkan keformalan. Gaya ini sering digunakan dalam lingkungan bisnis atau akademis. Ini menjaga formalitas dan kesederhanaan tanpa bahasa yang berlebihan.

Contoh: Sebuah penelitian terbaru menyoroti pentingnya konsistensi dalam rutinitas latihan fisik untuk meningkatkan kualitas hidup. Studi ini menegaskan bahwa pengembangan kebiasaan sehat membutuhkan komitmen yang kuat dan pemantauan yang cermat.

2. Informal

Gaya penulisan informal cenderung lebih santai dan akrab, sering digunakan dalam percakapan sehari-hari atau dalam konteks yang lebih personal.

Contoh: Yuk, kita bahas tentang pentingnya olahraga buat kesehatan! Gak cuma buat badan, tapi juga buat pikiran, loh. Jadi, jangan malas-malasan terus, ya!

3. Humor

Gaya penulisan humor digunakan untuk menghibur atau menyampaikan pesan dengan cara yang menggelitik hati dimana menggunakan lelucon atau sindiran yang khas. Menguasai penulisan ini bisa sulit karena sarkasme dapat dianggap kasar atau menyakitkan. Kuncinya adalah menggunakan sarkasme dengan bijaksana dan sesuai dengan situasi.

Contoh: Nah, gini nih, teman-teman. Kalau kamu suka pusing, mungkin bukan karena masalah cinta atau kerjaan, tapi karena kurang olahraga! Tapi beneran deh, olahraga itu bisa bikin pikiran jadi lebih lega dan bikin kamu gak mikirin masalah.

4. Serius

Penulisan serius mengutamakan kesan yang mendalam, kredibel, dan berwibawa. Biasanya digunakan dalam konteks seperti penelitian, artikel ilmiah, atau topik-topik yang memerlukan pendekatan yang serius.

Contoh: Dalam menghadapi tantangan kesehatan mental, penting bagi kita untuk menyadari peran penting olahraga. Studi-studi terbaru telah menunjukkan bahwa olahraga rutin dapat membantu mengurangi gejala stres, depresi, dan kecemasan.

5. Antusias

Gaya penulisan antusias mengandung energi positif dan sering digunakan untuk menginspirasi atau memotivasi pembaca. Bahasa yang digunakan sebaiknya memberikan semangat tetapi tetap realistis agar pembaca tidak merasa terbebani dengan harapan palsu yang diletakkan oleh orang lain, yang tidak mungkin dicapai oleh siapapun selain diri mereka sendiri.

Contoh: Ambil kendali masa depanmu sekarang juga! Jangan menunggu lagi dan mulailah mengambil langkah menuju tujuanmu hari ini sebelum Senin berlalu begitu saja!

Baca jugaJenis Konten Blog Affiliate Marketing Berdasarkan Search Intent untuk Memaksimalkan Konversi

Tips Menentukan Tone saat Menulis Artikel

Mencari tone yang ideal bisa terasa membingungkan. Baik kamu sedang menyusun artikel affiliate atau menulis email marketing, menemukan keseimbangan antara tone yang ramah dan profesional adalah hal yang penting untuk memastikan pesanmu disampaikan dengan jelas.

Tips yang dibagikan dalam artikel ini akan membantumu memilih tone yang efektif untuk menyampaikan pesanmu.

1. Memahami Target Audiens

Penting untuk memahami siapa target pembaca Kamu. Cara identifikasi target audiens dapat dengan mertimbangkan faktor seperti usia, pendidikan, interest, dan background mereka. Apakah mereka lebih suka bahasa yang formal atau informal? Apakah mereka menginginkan informasi yang sangat teknis atau lebih umum? Dengan memahami audiens, Kamu dapat menyesuaikan tone artikel agar sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

2. Melihat Kompetitor Kamu

Perhatikan tone yang digunakan oleh kompetitor dalam artikel mereka. Apakah mereka menggunakan tone yang serius dan profesional, atau lebih santai dan ramah? Dengan memahami tone yang digunakan oleh kompetitor, Kamu dapat menentukan apakah Kamu perlu mengikuti tren yang ada atau mengambil pendekatan yang berbeda untuk membedakan diri Kamu. Yuuk simak ulasan kami mengenai Panduan Lengkap Riset Kompetitor untuk Pemula agar kamu bisa lebih banyak mendapatkan insight dari kompetitor bisnis kamu.

3. Menemukan Style yang Cocok

Setiap penulis memiliki gaya penulisan yang unik. Cobalah untuk menemukan gaya Kamu sendiri yang mencerminkan kepribadian dan tujuan Kamu sebagai penulis. Apakah Kamu lebih suka menggunakan humor atau lebih suka tetap serius dan informatif? Apakah Kamu ingin terdengar akrab dan ramah, atau lebih profesional? Menemukan gaya penulisan yang sesuai dengan kepribadian Kamu akan membuat artikel Kamu terasa lebih otentik dan menarik.

4. Variasikan Tone Sesuai Kebutuhan

Tidak semua artikel memerlukan tone yang sama. Misalnya, artikel yang bersifat informatif mungkin memerlukan tone yang lebih serius dan objektif, sementara artikel yang bersifat opini atau hiburan dapat menggunakan tone yang lebih santai dan subjektif. Selain itu, Kamu juga perlu mempertimbangkan konteks dan topik artikel. Misalnya, sebuah artikel tentang masalah serius mungkin memerlukan tone yang lebih serius dan penuh empati, sementara artikel yang bersifat ringan dan menghibur dapat menggunakan tone yang lebih ceria dan santai. Dengan memvariasikan tone sesuai dengan kebutuhan, Kamu dapat membuat artikel Kamu lebih relevan dan efektif dalam menyampaikan pesan Kamu kepada pembaca.

Jika Kamu tertarik mencari tips dan trik seputar menulis artikel untuk affiliate marketing, silakan bergabung ke channel Telegram Accesstrade untuk mendapatkan artikel terbaru setiap minggunya. Namun, jika Kamu ingin menjadi publisher di Accesstrade, Kamu dapat mendaftar sekarang dengan mengklik tautan di bawah ini!

Gabung Menjadi Publisher!

Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait