Tips Membuat Headline dengan Copywriting yang Menarik, ada Contohnya

Tips Membuat Headline dengan Copywriting yang Menarik, ada Contohnya

Admin
Apr 16, 2024
SHARE ON
1713251142_tips-membuat-headline.jpg

Headline atau judul konten di Instagram merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi, “Apakah audience akan membaca atau melewati konten mu?” kamu pasti ingin kalau konten kamu dibaca oleh audience kamu, kan?

Nah, headline ini lah yang berfungsi untuk menarik perhatian audiences. Alasannya headline menjadi gambaran awal mengenai isi atau konteks pembahasan suatu konten.

Walau isi suatu konten sangat bagus, tetapi headline kurang menarik, audience bisa saja melewati konten kamu. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan dalam membuat headline di Instagram.

Bagaimana tips untuk membuat headline copywriting yang efektif?

Ada 7 cara menulis headline instagram. Kamu bisa coba terapkan cara-cara tersebut dengan membaca penjelasan berikut.

1. Melakukan Brainstorming

Brainstorming adalah proses mengumpulkan ide judul sebanyak-banyaknya. Maksud arti sebanyak-banyaknya berati kamu keluarkan semua ide kreatif tanpa dibatasi.

Kenapa? Alasannya karena proses ini bukan proses untuk mencari ide konten terbaik. Namun, proses ini adalah proses melahirkan banyak ide kreatif.

Nah setelah banyak ide yang terkumpul, kamu baru bisa memilih ide yang cocok dan bagus.

2. Tulis Sesederhana Mungkin

Berdasarkan penelitian Conshedule.com, judul headline sebaiknya sekitar 6-7 kata saja. Alasannya karena audiences cenderung hanya membaca 3 kata di awal dan 3 kata akhir pada sebuah headline.

Oleh karena itu, buatlah headline yang menarik agar audiens tertarik walaupun headline-nya singkat dan padat.

Berikut contohnya, headline konten-konten-nya rata-rata terdiri 5-6 kata saja. Walaupun singkat, tetapi headlinenya sudah powerful untuk menarik perhatian audience.

Sumber: Instagram kita.haulyuk

Baca Juga: 4 Cara Nulis Caption untuk Afiliasi di Social Media

3. Gunakan Angka atau Data

Headline yang menggunakan angka lebih mudah menarik perhatian audiences. Alasannya karena angka akan terlihat berbeda sendiri di antara susunan huruf.

Selain itu, penggunaan angka bisa mendorong rasa penasaran. Lalu, audiences mungkin saja akan berpikir, “Apa benar?”.Nah, rasa penasaran ini lah yang mendorong mereka untuk mencari tahu info lebih lanjut.

Yuk lihat contoh postingan berikut. Bagaimana reaksimu ketika melihat angka 14.543.000?

Sumber: Instagram areathetic

Kamu juga mungkin akan berpikir, “Kok biayanya bisa mahal banget?”Lalu, kamu akan penasaran. Nah, rasa penasaran tersebut lah yang mendorong kamu untuk membaca konten tersebut.

4. Menulis Headline yang Unik dan Menarik

Headline yang unik dan menarik tentu akan menarik perhatian audiences. Di sisi lain, headline yang terkesan template atau mirip dengan kompetitor tentu terlihat membosankan.

Lalu bagaimana membuat headline yang unik dan menarik?

A. Gunakan istilah yang sedang trend

Penggunaan bahasa yang sedang trend ini bisa menarik perhatian, terutama kalangan anak muda.

Kalau kamu perhatikan, ada beberapa istilah yang sempat trend, seperti cuan, POV,, mundur wir, menyala abangku, dan lain-lain.

Contohnya posting Accesstrade berikut yang menggunakan istilah “Cuan” pada headline-nya.

Jadi, istilah-istilah tersebut bisa kamu gunakan untuk membuat headline. Namun, kamu juga perlu menyesuaikan dengan karakter target audiences.

B. Berikan sentuhan komedi

Rata-rata orang membuka media social bertujuan untuk mencari hiburan. Oleh karena itu, kamu bisa memberikan sentuhan komedi pada headline konten mu

Walaupun konten mu bersifat edukasi yang cenderung serius, sentuhan komedi pada headline bisa membuat konten kamu menjadi lebih ringan. Hal ini mungkin salah satu cara untuk menarik perhatian audience.

Mari kita lihat contoh dari blubybcadigital ini. Konteks konten ini sebenarnya ingin mempromosikan salah satu fitur blu terkait dengan data pendukung laporan SPT. Namun, headline-nya sangat kreatif dan menarik dengan unsur komedi, “ Hati-hati kepleset…”

Sumber: Instagram blubybcadigital

Namun, kamu perlu menyesuaikan gaya komedinya dengan target audience. Gaya komedi anak generasi Z tentu akan berbeda dengan gaya komedi baby boomers.

Baca juga: Panduan Membuat Content Brief Blog Affiliate Untuk Writer

5. Berikan Sentuhan Emosi

Headline ini sering disebut headline emosional. Headline yang menggunakan kata-kata dengan sentuhan emosi yang bisa berdampak pada respon emosional audiences.

Maksud sentuhan emosi dan emosional di sini bukanlah hanya sebatas emosi marah, tetapi berbagai emosi lain, seperti bahagia, sedih, kecewa, dan lain-lain.

Nah, respon emosional ini lah yang mendorong audience untuk lanjut membaca tulisan di postingan kamu.

Lalu, gimana sih contoh headline emosional itu? Mari kita lihat contoh dari areathetic di bawah ini.

Sumber: Instagram areathetic

Headline di atas mengandung unsur emosional di bagian mualaf dan rutin baca Quran setelah subuh. Headline tersebut seolah ingin menyampaik sisi emosional bahwa seorang mualaf bisa rutin baca quran setelah subuh selama 11 tahun.

6. Tunjukan Urgensi pada Headline

Urgensi adalah suatu hal yang mendesak sehingga hal tersebut menjadi penting. Nah, maksud mendesak di sini tidak selalu diartikan sebagai suatu hal yang diburu-burukan. Namun, hal mendesak ini bisa berupa suatu hal yang benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat bagi audiences.

Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui masalah dan kebutuhan audiences agar kamu bisa membuat headline ini.

Mari kita lihat headline Accesstrade dengan unsur urgensi. Urgensinya adalah informasi share link affiliate bagi affiliate marketer yang tidak sempat membuat konten.

Dalam hal ini, Accesstrade mengetahui masalah yang dihadapi audience, yaitu audience-nya tidak sempat bikin konten tetapi kami ingin para publisher  share link affiliate mereka. Oleh karena itu, hal headline ini terdapat urgensi yang bermanfaat bagi audience-nya.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Perlu Perhatikan Tone Saat Menulis

7. Gunakan Kalimat Aktif

Apa bedanya kalimat “Seorang content creator membuat konten Instagram” dengan kalimat “konten Instagram dibuat oleh seorang content creator?”

Yap, benar, kalimat pertama adalah kalimat aktif, sedangkan kalimat kedua adalah kalimat pasif. Kalimat aktif adalah kalimat yang memiliki struktur Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan K (Keterangan).

Struktur ini dikenal dengan SPOK. Kalimat jenis ini merupakan kalimat yang mudah dipahami sehingga kalimat aktif cocok untuk headline.

Mari lihat contoh penggunaan kalimat aktif untuk headline Instagram. Wanita ini (S), rekam (P), momen diomeli mertua (O).

Sumber: Instagram areathetic

References:

  • https://www.cyndizaweski.com/articles/how-to-write-instagram-headlines
  • https://dibimbing.id/blog/detail/tips-jitu-menulis-headline-copywriting-mudah
  • https://www.constantcontact.com/blog/how-to-write-better-headlines/
  • https://kreativv.com/headline-instagram/
  • https://glints.com/id/lowongan/jenis-headline/
  • https://whello.id/tips-digital-marketing/tips-membuat-headline-konten/
  • https://kumparan.com/journal-dewina/menarik-perhatian-user-melalui-headline-dalam-hitungan-detik-1507193549876
  • https://penerbitdeepublish.com/menulis-judul-yang-menarik-untuk-dibaca/
Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait