blogs - profil & sejarah

Mengejutkan! Inilah Sejarah Samsung yang Tidak Banyak Diketahui

10 Nov 09, 2020
Mengejutkan! Inilah Sejarah Samsung yang Tidak Banyak Diketahui

Nama Samsung pastilah tak asing di telinga Anda. Saat ini, Samsung menduduki peringkat sebagai salah satu perusahaan elektronik terbesar di dunia. Tidak hanya dikenal dengan produk gadget Samsung Galaxy maupun Samsung Note, perusahaan ini juga meluncurkan berbagai produk kebutuhan rumah tangga. Contohnya, seperti televisi, kulkas, dan lain sebagainya. Walaupun dikenal sebagai salah satu raksasa di industri elektronik, perjalanan Samsung sebagai perusahaan besar tidaklah mudah. Pendiri Samsung harus mengalami jatuh-bangun berkali-kali hingga akhirnya mampu mengantarkan perusahaan ini mencapai puncak kejayaannya. Berikut adalah sejarah Samsung yang menarik untuk diketahui.

Awal-Mula Munculnya Samsung

Dalam sejarah Samsung, pastinya Anda tidak menyangka bahwa perusahaan besar tersebut awalnya dimulai dari usaha penjualan bahan-bahan kebutuhan pokok? Pendiri Samsung yaitu Lee Byung-Chul adalah seorang pemilik usaha penggilingan padi dan transportasi di kawasan Masan. Namun, ia terpaksa memindahkan seluruh bisnisnya ke Kota Taegu yang terletak tepat di daerah Timur Laut Korea pada tahun 1937. Kala itu, Korea Selatan memang terhimpit di tengah-tengah peperangan antara China dan Jepang. Untuk menambah biaya hidup, Lee Byung-Chul juga membuka usaha toko sayur, buah-buahan dan ikan kering.

Lee Byung-Chul

Lee Byung-Chul

Seiring dengan berjalannya waktu, Lee Byung-Chul berhasil mengumpulkan modal sebesar 30.000 won. Modal tersebut juga ia dapatkan dari keluarga dan hasil meminjam dari bank Jepang. Modal yang didapatkan tersebut ia gunakan kembali untuk membuka usaha toko serba ada. Saat itu, ia menamakan tokonya dengan nama “Samsung”. Dalam bahasa Korea, “Samsung” memiliki arti harfiah bintang tiga. Lee Byung-Chul berharap bahwa usaha yang ia geluti saat itu akan tumbuh menjadi perusahaan yang besar, kuat, dan mampu tetap bersinar terang layaknya bintang di langit luas. Kondisi perang yang seharusnya membuat orang putus asa, justru mengobarkan semangat Lee Byung-Chul. Ia memanfaatkan kondisi perang tersebut untuk mengekspor produk-produk yang dijualnya ke kawasan kota Manchuria. 

Selama masa Perang Dunia ke-II merupakan momen dimana Lee Byung-Chul benar-benar menunjukkan kepiawaiannya dalam berdagang. Tidak hanya menjual dan mengekspor produk-produk yang ia jual ke lintas negara Asia, ia juga pandai dalam mengenal pasar. Kemampuan observasinya yang tajam memungkinkan Lee Byung-Chul untuk mempelajari para zaibatsu (konglomerat Jepang) menjalankan perusahaan yang mereka dirikan di Korea Selatan. 

Perkembangan Samsung dari Masa ke Masa

Setelah Lee Byung-Chul menjalankan ilmu yang ia pelajari, Samsung di bawah kepemimpinannya melesat bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya. Dalam jangka waktu 1 dekade saja, Samsung sudah tumbuh menjadi pabrik yang memproduksi tepung. Yang lebih luar biasa lagi, mereka juga memproduksi mesinnya sendiri. Bahkan, Samsung juga memiliki aktivitas manufaktur dan kegiatan penjualannya sendiri. Ini tentunya menjadi saat yang membanggakan bagi Lee Byung-Chul selaku bapak pendiri. Antara tahun 1945 – 1948, Lee Byung-Chul mulai berani memboyong Samsung ke ibukota Seoul dan membuka pusat bisnisnya di sana. Tak berhenti di situ saja, ia juga mendirikan perusahaan Samsung Trading Corporation di tahun yang sama. Dalam jangka waktu yang cukup singkat, Lee Byung-Chul berhasil mendirikan perusahaan Samsung di 3 kota yang berbeda, yaitu Masan, Daegu, dan Seoul.

Namun, dalam sejarah Samsung, perusahaan tersebut juga pernah hampir jatuh ke jurang kebangkrutan. Samsung hampir menutup usahanya sekitar tahun 1946. Namun, Presiden Syngman Rhee yang kala itu menjabat memberikan dukungan politik terhadap perusahaan dagang tersebut. Sehingga, nama Samsung pun kembali melambung tinggi. Lee Byung-Chul juga tidak membuang-buang momentum kebangkitan tersebut. Ia dengan mengembangkan sayapnya dengan menjangkau bisnis di sektor perbankan, asuransi, semen, pupuk, dan keamanan di akhir tahun 1950. 

Pada tahun 1951, Lee Byung-Chul secara resmi mendirikan perusahaan Samsung Moolsan. Perusahaan ini didirikan untuk menjalankan aktivitas ekspor dan impor berbagai macam produk pokok, pupuk tanaman, dan produk militer selama masa Perang Korea. Perusahaan Samsung Moolsan inilah yang nanti akan menjadi cikal bakal dari Samsung Corporation.

Pada tahun 1963, Lee Byung-Chul tersandung kasus yang menjerat perusahaan pupuk Hankuk Fertilizer yang merupakan anak perusahaan dari Samsung. Lee Byung-Chul pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai Chairman perusahaan Samsung. Ia meninggalkan posisi strategisnya di tahun 1967. Namun, ia kembali menjabat posisi yang sama setelah 2 tahun. Samsung kembali menunjukkan geliatnya sebagai salah satu perusahaan yang paling diperhitungkan saat sang pendiri kembali menduduki tampuk jabatannya. 

Sepak Terjang Samsung di Dunia Elektronik

Kapankah Samsung merambah ke bidang elektronik? Sejarah Samsung sebagai perusahaan elektronik dimulai pada tahun 1970. Saat itu, Samsung memutuskan untuk lebih berfokus dalam memperkuat lini bisnis elektronik dan semi-konduktor. Untuk itu, Lee Byung-Chul turut menggandeng beberapa perusahaan elektronik di Jepang. Salah satunya, adalah perusahaan Sanyo. Hasil kolaborasi antara Samsung dan Sanyo kala itu berhasil menghasilkan televisi pertama dengan merek Samsung di tahun 1970. Produk elektronik rumah tangga Samsung ini pun meraih perhatian yang besar dari masyarakat luas. Perkembangan Samsung sebagai perusahaan elektronik pun semakin pesat. Hingga, pada pertengahan tahun 1980, perusahaan tersebut berhasil mendominasi seluruh sektor ekonomi di Korea Selatan. Sepeninggal Lee Byung-Chul di tahun 1987, Lee Kun-hee yang merupakan anak ketiganya membawa Samsung menjadi sebuah perusahaan transnasional yang diperhitungkan oleh dunia.

Di bawah kepemimpinan Lee Kun-hee, Samsung semakin gencar memproduksi berbagai macam produk elektronik yang aman digunakan di rumah tangga. Samsung Electronics, salah satu anak perusahaan Samsung yang didirikan Lee Byung-Chul setelah menjabat kembali menjadi Chairman, berubah menjadi perusahaan inti yang kemudian memiliki sejumlah anak perusahaan. Untuk mempermudah pengelolaan, Lee Kun-hee pun memutuskan untuk memecah perusahaan besar Samsung menjadi 6 perusahaan dengan fokus produksi yang berbeda-beda. 6 perusahaan tersebut adalah Samsung, Saehan, Hansol, Shinsaegae, JoongAng Ilbo, dan CJ. Di antara 6 perusahaan pecahan tersebut, Samsung menunjukkan perkembangan yang lebih pesat. Perusahaan tersebut kini tidak hanya memproduksi berbagai produk rumah tangga. Perusahaan Samsung juga memproduksi berbagai produk smartphone Samsung Galaxy dan Samsung Note yang hingga kini banyak digunakan oleh penduduk dunia.

Laju Samsung yang Mendahului Sony

Beberapa dekade yang lalu, Sony merupakan perusahaan yang menjadi panutan bagi perusahaan-perusahaan lainnya di Korea. Samsung bahkan juga mengambil inspirasi dari perusahaan besar tersebut. Namun, siapa yang menyangka? Bahwa dalam jangka waktu 1 dekade, Samsung berhasil menyalip Sony dengan perkembangannya yang pesat. Tentu saja, hal tersebut tidak terlepas dari peran aktif sang direktur marketing global dari Samsung Electronics yaitu Erick Kim. Erick Kim menyatakan bahwa Samsung akan berusaha meningkatkan tingkat ekuitas hingga merek tersebut mampu mencapai skala yang sama dengan Sony. Hal ini dibuktikan dengan perkembangan Samsung yang tak terduga. Pada tahun 2005 saja, Samsung berhasil menduduki peringkat ke-20 di dalam Daftar 100 Perusahaan Top. Di tahun 2015, Samsung tercatat berada di peringkat ke-7 dengan jumlah kekayaan mencapai $45,3 milyar.