Perbandingan Biaya & Konversi: FB Ads vs. Google Ads vs. TikTok Ads

Perbandingan Biaya & Konversi: FB Ads vs. Google Ads vs. TikTok Ads

Admin
Oct 26, 2025
SHARE ON
1762410598_accesstrade-oktober-google-ads-untuk-affiliate-search-vs-display-mana-campaign-yang-tepat.jpg

Ingin tahu platform mana yang paling cepat memutar uang iklan jadi konversi? Apakah Meta/FB Ads, Google Ads, atau TikTok Ads. Mengetahui besaran biaya dan ROI dari campaign yang dijalankan menjadi faktor untuk untuk memilih platform advertising mana yang akan digunakan, khususnya bagi affiliator.

Biaya-biaya (CPC/CPM/CPA), dan konversi (CVR/ROAS), serta kapan memilih Facebook/Instagram Ads (Meta), Google Ads, serta TikTok Ads perlu kamu ketahui. Berikut simulasi anggaran yang dipengaruhi industri, audiens, kualitas kreatif, seasonality, dan kompetisi (terakhir diperbarui: Oktober 2025).

Tabel 1. Perbandingan cost vs platform

Platform

CPC (perkiraan)

CPM (perkiraan)

CVR Lead / Purchase

  1. CPA*

Catatan Budget

Google Ads – Search

  1. 000–Rp5.000

3–8% / 2–5%

Kompetitif meski CPC tinggi

Unggul saat intent jelas

Google Ads – Display

  1. 000–Rp60.000

0,5–2% / 0,3–1%

Lebih murah di remarketing

Bangun frekuensi

Meta (FB/IG)

Rp500–Rp3.000

  1. 000–Rp50.000

1–4% / 0,5–2%

Stabil di retargeting

Sangat sensitif kreatif

TikTok Ads

Rp300–Rp2.000

  1. 500–Rp40.000

0,8–3% / 0,4–1,5%

Efisien untuk impulse

Rotasi kreatif cepat

*Est. CPA = estimasi biaya per akuisisi; bergantung CTR, CVR, dan strategi bidding.

Dari tabel diatas, perlu kamu pahami bahwa:

  • Angka ditulis sebagai range indikatif, bukan patokan absolut.
  • Cocokkan dengan tujuan (lead vs purchase), industri, dan kesiapan kreatif.
  • Untuk memahami dasar strategi dan pemilihan kata kunci, pelajari Memahami Search Intent.

Dapat disimpulkan, jika kamu sudah memiliki intent yang jelas maka Search Ads bisa digunakan. Selain itu, kamu juga bisa kombinasi dengan Display Ads untuk remarketing.

Jika kamu kuat di creative atau design, maka Meta Ads bisa kamu gunakan, dan TikTok Ads jika kamu memiliki iklan-iklan yang impulsif dengan hook tiga detik di video yang kamu iklankan.

Dalam hal budget, khususnya untuk CVR atau conversion rate memiliki nilai yang bervariasi, namun Google Ads memiliki tingkat konversi yang tinggi namun kompetitif. Secara keseluruhan dapat kamu baca di tabel berikut.

Baca juga:  Cara Monetisasi TikTok, Ide Konten TikTok Paling Diminati

Evaluasi Dari Biaya ke Konversi

Untuk menghitung bagaimana biaya dan ROI (konversi) yang dihasilkan, kamu bisa menggunakan rumus praktis berikut:

  • CPA = CPC ÷ CVR
    Contoh: CPA = Rp1.500 ÷ 0,02 = Rp75.000 = Rp75.000.

  • ROAS = (CVR × AOV) ÷ CPC (ROAS = (Tingkat Konversi × Nilai Pesanan 
    • CVR = 2% (0,02)
    • AOV = Rp120.000
    • CPC = Rp1.500
    • ROAS = (0,02 × 120.000) ÷ 1.500 = 2.400 ÷ 1.500 = 1.6x

Dapat disimpulkan jika platform “murah” di CPC/CPM belum tentu murah di CPA. CTR dan CVR adalah pedal gas konversi.

Tabel 2. Kesimpulan penggunaan platform advertising.

Platform

Kapan digunakan?

Biaya & Konversi

Eksekusi

Google Ads

  1. Pencarian dengan intent jelas: “beli serum retinol”, “jasa desain logo”.
  2. Produk/jasa harga menengah–tinggi (B2B, layanan profesional, elektronik).
  3. Lead-gen yang mengutamakan kualitas.

Search: CPC relatif mahal, tetapi CVR cenderung stabil → CPA kompetitif.

Display: efektif untuk remarketing; jangan mengandalkan purchase tinggi untuk prospecting murni.

  1. Mulai dari brand & high-intent non-brand (exact/phrase).
  2. Tambah remarketing Display untuk pengunjung hangat.
  3. Rapi dalam memilih query.

Meta Ads

  1. Produk visual & lifestyle, lead ringan (newsletter, lead magnet), katalog e-commerce.
  2. Cocok untuk top–mid funnel: jangkau luas sambil belajar audiens.

CPC/CPM kompetitif, CVR sangat tergantung kreatif (hook, CTA, relevansi).


Retargeting konsisten performanya; kombinasikan catalog & dynamic product ads.

  1. Uji Advantage+ Shopping / objective Sales.
  2. Putar UGC (testimoni, before–after) dan rotasi konten tiap 5–7 hari agar anti creative fatigue.

TikTok Ads

  1. Produk impulse serta sangat visual (beauty, fashion, aksesoris).
  2. Butuh social proof cepat via video pendek, live, atau konten kreator.

CPM sering kompetitif; CVR ditentukan 3–5 detik pertama (hook), ritme visual, dan CTA.


Rotasi kreatif cepat itu wajib; Spark Ads dan live shopping bisa memangkas jarak ke pembelian.

  1. Pakai pola problem–agitate–solve atau demo singkat + social proof.
  2. Buat kalender rotasi mingguan, 3–5 variasi hook.

Baca juga: Tips Membuat Video Review di TikTok.

Jika kamu memiliki budget sekitar 10 hingga 20 juta, berikut simulasi “orde besaran”, bukan prediksi absolut. Silakan adaptasikan dengan datamu.

Skenario A: Lead B2B (Rp10.000.000/bulan)

Pembagian: Google Search 60% (Rp6 jt), Meta 25% (Rp2,5 jt), TikTok 15% (Rp1,5 jt).

  • Google Search: CTR 3%, CVR lead 6%, CPC Rp3.000 → Est. CPA ≈ Rp50–70 ribu.
  • Meta: CTR 1,2%, CVR lead 2,5%, CPC Rp1.200 → Est. CPA ≈ Rp40–60 ribu (terbaik di remarketing).
  • TikTok: CTR 1%, CVR lead 1,5%, CPC Rp900 → Est. CPA ≈ Rp60–90 ribu.

Catatan: Google umumnya mesin volume berkualitas; Meta memperluas jangkauan dan retarget; TikTok menambah awareness + lead ringan (form singkat).
Untuk memaksimalkan closing, optimalkan materi review: Cara Menulis Review Produk untuk Affiliate.

Skenario B: E-commerce Beauty (Rp20.000.000/bulan)

Pembagian: TikTok 45% (Rp9 jt), Meta 35% (Rp7 jt), Google 20% (Rp4 jt; brand + shopping/search).

  • TikTok: CPM Rp18.000, CTR 1,2%, CVR purchase 1,2%, AOV Rp120.000 → Est. ROAS ≈ 1,6–2,1x.
  • Meta: CPM Rp22.000, CTR 1,3%, CVR purchase 1,4% → Est. ROAS ≈ 1,5–2,0x (retargeting menaikkan hasil).
  • Google (brand & high-intent): CTR 8%, CVR purchase 4%, CPC Rp2.500 → CPA kompetitif; ROAS sering tertinggi di brand.

Catatan: Pastikan catalog feed rapi, stok aman, dan bundle best seller.
Perkuat halaman dan kontenmu dengan trust signal: Pentingnya Trustworthiness.

Penting untuk memahami waktu atau kapan kamu menggunakan platform Meta, Google, atau TikTok Ads, berikut tabel yang memudahkan kamu memutuskan kapan menggunakan ketiga platform advertising tersebut:

Tabel 3. Platform advertising vs Industri

Tujuan Industri

F&B

Edukasi

Fashion/Beauty

B2B

Lead

Meta + Google (remarketing)

Google Search + Meta

Meta + TikTok (lead ringan)

Google Search + Meta

Purchase (E-com)

Meta + TikTok

Meta + Google (Shopping)

TikTok + Meta (+ Google brand)

Google + Meta (retarget)

Branding

TikTok + Meta

TikTok + Meta

TikTok + Meta

Meta + YouTube/Display

Gunakan metriks sebagai start atau awal mula. Sesuaikan dengan niche dan audiens, kamu bisa pelajari Definisi Niche Market & Cara Menentukannya.

Beberapa hal yang perlu affiliator ketahui sebelum memutuskan menggunakan platform advertising tertentu, yaitu:

  • Angka biaya/konversi disusun dari benchmark industri, praktik umum di Indonesia, serta pengalaman lapangan. Ditampilkan sebagai range agar tidak menyesatkan.
  • Konversi kurs & perhitungan disederhanakan untuk memudahkan interpretasi.
  • Variasi kinerja berasal dari audiens, usia akun, learning phase, kompetisi, musim promo, dan kualitas kreatif.

Data yang kamu peroleh dari dashboard Meta/Google/TikTok akan membantu menentukan langkah selanjutnya, maka:

Itulah hal-hal yang perlu kamu mengerti terkait biaya yang dikeluarkan dan konversi yang mungkin kamu peroleh. Jika kamu belum yakin terkait platform mana yang bisa kamu gunakan untuk campaign affiliate, maka gabung sekarang menjadi bagian dari Publisher Accesstrade.

 

.
Muhammad Harist
Affiliate Specialist
Muhammad Harist telah menjadi SEO Specialist di Accesstrade selama 1 Tahun. Spesialisasinya adalah di Research & Development, Project Management serta Data Analytics. Selain itu, dia memfokuskan pekerjaannya untuk melakukan A/B testing dan membuat study case menghasilkan konversi yang tinggi dan stabil dari campaign affiliate marketing.
Artikel Terkait