Mengenal Cara Kerja Search Engine: Crawling, Indexing, dan Ranking

Mengenal Cara Kerja Search Engine: Crawling, Indexing, dan Ranking

Admin
search engine optimization Feb 29, 2024
SHARE ON
1709195863_cara-kerja-search-engine-crawling-indexing-dan-ranking.jpg

Sebagai blogger, tentu kamu perlu memahami cara kerja search engine atau mesin penelusuran sehingga kamu bisa menyediakan lingkungan website yang sesuai dengan ketentuan search engine seperti google sehingga website kamu lebih mudah ditemukan di SERP sehingga mendapatkan traffic yang tinggi.

Tentu kamu sering mendengar terkait crawling, indexing, dan ranking, bukan? Nah, tiga tahapan itu dapat memberikan gambaran terkait cara kerja search engine membaca blog kamu. Pada artikel ini, kami akan membahas lebih dalam terkait hal tersebut sehingga bisa membantu kamu meningkatkan penjualan untuk blog affiliate.

Pengertian Crawling, Indexing, Ranking

Search engine atau mesin penelusuran, yang mana lebih dari 90% warga Indonesia menggunakan Google sebagai search engine utama dalam aktivitas teknologi sehari-hari, seperti mencari informasi di Internet, termasuk ribuan blog-blog tersedia di Google sebagai salah satu media informasi, ya blog kamu juga!

Google search engine menggunakan perangkat lunak yang dikenal sebagai perayap web (web crawlers) yang menjelajahi web secara teratur untuk menemukan halaman yang akan ditambahkan ke indeks google. Google search engine bekerja dalam tiga tahap, sayangnya tidak semua halaman berhasil melewati setiap tahap loh!

  • Crawling atau perayapan, dimana google mengunduh teks, gambar, dan video dari laman yang ditemukan di internet dengan program otomatis yang disebut perayap (crawler).
  • Indexing atau pengindeksan, Google menganalisis file teks dari metadata, gambar, dan video pada halaman, dan menyimpan informasi dalam indeks Google yang merupakan bagian dari database besar.
  • Ranking atau menampilkan hasil penelusuran dengan informasi yang relevan dengan pencarian users.

Namun perlu kamu ketahui, masalah pengindeksan menjadi masalah yang sering dialami khususnya untuk website baru. Oleh sebab itu, penting untuk kamu melakukan pengecekan rutin dan memiliki list URL dari setiap halaman yang kamu publish di blog kamu ya. Mari kita bahas secara spesifik terkait tiga tahapan ini!

Apa itu Crawling?

Langkah pertama yang dilakukan oleh Google adalah crawling, yakni mencari halaman web di internet. Penting untuk kamu ketahui bahwa Google tidak memiliki akses langsung ke semua halaman web di dunia. Oleh karena itu, Google secara teratur mencari halaman web baru dan yang telah diperbarui untuk dimasukkan ke dalam daftar halaman yang diketahui, proses ini disebut "URL discovery".

Google menggunakan sejumlah besar komputer untuk merayapi miliaran halaman di web. Program yang melakukan pengambilan disebut Googlebot (juga dikenal sebagai robot, bot, crawler atau spider). Googlebot menggunakan proses algoritmik yang kompleks untuk menentukan website mana yang akan di crawling, seberapa sering, dan berapa banyak halaman yang diambil dari setiap situs.

Meskipun Googlebot itu canggih, namun Googlebot tidak dapat merayapi semua halaman website karena beberapa kemungkinan, seperti Googlebot "dilarang" untuk melakukan crawling oleh pemilik situs, atau karena masalah teknikal SEO lainnya yang menghambat proses crawling.

Sebagian halaman web sudah dikenali karena telah dikunjungi oleh Googlebot, sementara yang lainnya ditemukan melalui link dari halaman web yang telah dikenali sebelumnya, yang dikenal dengan internal link yang menghubungkan dengan halaman lain, seperti halaman pusat, halaman kategori, link internal ke postingan blog terbaru, dan juga melalui pengiriman sitemap website melalui Google Search Console.

Umumnya, beberapa masalah yang sering dihadapi saat crawling meliputi masalah server, masalah jaringan, dan masalah pencegahan melalui file robots.txt. Jadi pastikan kamu tahu mana halaman yang perlu untuk di crawling oleh Googlebot atau tidak ya!

Baca juga: Cara Buat Blog Gratis dan Hasilkan Uang Tanpa Adsense

Apa itu Indexing?

Langkah kedua adalah indexing setelah proses crawling halaman web selesai. Pada tahap ini, Googlebot berusaha untuk memahami isi dari halaman web tersebut dengan melakukan pemrosesan dan analisis terhadap konten teks, tag, dan atribut seperti judul, deskripsi, teks alternatif gambar, gambar, video, dan lainnya.

Untuk indexing, Googlebot akan menentukan apakah halaman web tersebut merupakan salinan dari halaman web lain di dalam satu situs web atau di internet secara keseluruhan yang dikenal dengan duplicate content, atau mungkin merupakan versi utama yaitu halaman canonical.

Halaman web canonical adalah halaman web yang kemungkinan besar akan muncul dalam hasil penelusuran. Googlebot memilih halaman web canonical dengan cara mengelompokkan halaman web yang memiliki konten serupa, kemudian memilih yang paling sesuai dengan apa yang dicari oleh users.

Halaman-halaman lainnya akan menjadi alternatif jika users menggunakan perangkat yang berbeda atau mencari topik/konten yang lebih spesifik. Selain itu, Googlebot tidak hanya mengelompokkan halaman web canonical, tetapi juga mengumpulkan sejumlah sinyal (data) dan konten, karena halaman web tersebut masih memiliki peluang untuk muncul dalam hasil penelusuran.

Nah, apa saja contoh sinyal yang dipertimbangkan oleh Googlebot? Kamu perlu memperhatikan bahasa yang digunakan, negara dimana konten berasal, kegunaan halaman web, dan lainnya. Namun, perlu diingat bahwa tidak ada jaminan untuk proses indexing, sehingga kamu bisa melakukan request indexing secara manual melalui Google Search Console.

Selain itu, beberapa masalah yang sering dihadapi selama proses indexing, seperti konten berkualitas rendah.

pengaturan meta robots yang melarang indeks, dan desain situs web yang terlalu rumit.

Baca juga: Perhitungan Berapa Uang yang Dapat Dihasilkan dari Blog

Apa itu Ranking pada Search Result?

Dan terakhir adalah proses dimana Googlebot menampilkan hasil pencarian terjadi ketika users memasukkan kueri atau keywords di Google, kemudian Googlebot mencari halaman web dalam indeksnya dan menampilkan halaman web yang dianggap paling sesuai, berkualitas, dan relevan bagi users.

Dalam istilah yang lebih sederhana, proses ini disebut ranking, karena halaman yang muncul dalam peringkat teratas dianggap lebih relevan bagi users. Semakin relevan dengan intensi users, maka peluang muncul di SERP (Search Engine Result Pages) akan semakin besar.

Relevansi ini dapat diukur berdasarkan beberapa faktor, seperti lokasi users, bahasa dan perangkat yang digunakan baik desktop atau mobile.

Contohnya, jika users mencari "toko baju" akan menampilkan hasil yang berbeda bagi users yang berada di Jakarta, Indonesia, dan users yang berada di Turin, Italia. Umumnya, Googlebot akan menampilkan “toko baju” yang sesuai dengan lokasi users.

Penting untuk diketahui bahwa meskipun suatu situs web muncul dalam laporan Google Search Console, itu tidak menjamin bahwa situs tersebut akan muncul dalam hasil pencarian. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti konten yang tidak relevan dan tidak berkualitas, pembatasan meta robots, dan keywords yang tidak sesuai.

Jika website kamu berhasil muncul atau ranking di posisi teratas, maka kamu akan mendapatkan banyak manfaat loh, misalnya.

  • Meningkatkan organic traffic website karena halaman tersebut berada di peringkat teratas hasil pencarian akan mendapatkan lebih banyak klik dari users.
  • Meningkatkan brand awareness sehingga brand akan lebih mudah dikenali oleh users.
  • Meningkatkan leads dan penjualan.

Lalu, kamu juga bisa melakukan cara-cara tertentu untuk meningkatkan peluang munculnya di SERP, yaitu dengan mendapatkan backlink dari website lain yang kredibel, menggunakan social media dengan membuat link bio di Instagram untuk meningkatkan traffic organik, dan kamu juga bisa cek di Google Search Console ya.

Sekalipun terkesan mudah, tahapan ranking adalah proses yang kompleks, tetapi sangat penting untuk SEO. Dengan memahami cara kerja ranking dan tips untuk meningkatkan ranking website Anda, Anda dapat membantu website Anda mendapatkan peringkat yang lebih tinggi di search engine.

Penting untuk kamu memiliki komunitas yang berguna membantu kamu memahami terkait cara kerja search engine, cara membuat konten, dan mengoptimalisasi website kamu sehingga lebih meningkatkan penjualan atau leads dari website secara organik.

Gabung telegram accesstrade dan jadi bagian dari kami sehingga kamu makin jago ikut program affiliate di Accesstrade. Klik tombol dibawah ini sebagai cara daftar jadi affiliate di Accesstrade!

Gabung Telegram Accesstrade

References:

  • https://developers.google.com/search/docs/advanced/guidelines/how-search-works
  • https://www.dailyseo.id/umum/cara-kerja-google-search-engine/
  • https://moz.com/beginners-guide-to-seo/how-search-engines-operate
Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait