blogs - profil & sejarah

Intip Sejarah Perusahaan Apple yang Berawal dari Garasi

10 Sep 20, 2020
Intip Sejarah Perusahaan Apple yang Berawal dari Garasi

Apple merupakan salah satu perusahaan teknologi yang sangat populer. Saking populernya, Apple juga disebut-sebut sebagai perusahaan terkaya yang ada di dunia, lho. Perusahaan satu ini didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak pada tahun 1976 lalu, tepatnya tanggal 1 April. Hingga saat ini, Apple sudah berusia 44 tahun dan masih tetap eksis. Eksistensi Apple hingga saat ini membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai sejarah dari perusahaan yang satu ini. Jika Anda juga penasaran dengan sejarah perusahaan Apple, simak ulasan berikut.

Awalnya Merupakan Perusahaan Perangkat Lunak Komputer

Pada awal berdirinya, perusahaan ini memproduksi komputer desktop dengan motherboard tunggal. Tidak membutuhkan waktu yang lama, satu tahun kemudian Apple merilis produk terbarunya yakni Apple II yang mengalami peningkatan di beberapa aspek, diantaranya seperti keyboard, slot ekspansi, dan masih banyak lagi. Kemudian pada tahun 1984, Apple baru memperkenalkan komputer yang telah dilengkapi dengan mouse bawaan dan juga layar. Berbagai macam inovasi dan pembaharuan tidak henti-hentinya dilakukan oleh Apple untuk membuat produk komputernya bisa memenuhi kebutuhan para pengguna. 

Sejak awal kemunculannya, Apple sudah hadir dengan iklan produk yang sangat menarik perhatian. Bahkan, banyak orang yang memuji iklan produk buatan Apple kala itu. Meski harga yang diusung oleh Apple sempat menjadi kontroversi karena harganya yang mahal, hal itu tidak membuat kepopuleran Apple merosot begitu saja. Percaya tidak percaya, semua produk yang dirilis pada awal berdirinya Apple ini berkantor di sebuah garasi rumah yang terbilang kecil.

Setelah sukses dengan produk PCnya, barulah Apple mulai berinovasi untuk memproduksi beberapa produk yang menjadi unggulan mereka. Diantaranya seperti perilisan iMac pada tahun 1977 dan perilisan iPod pertama kali pada tahun 2001. Pemutar musik portable dari Apple ini memungkinkan Anda menyimpan ribuan lagu sekaligus. Tidak heran jika produk iPod ini begitu populer pada masanya. Kemudian pada tahun 2007, Apple merilis seri iPhone yang pertama. Meski tidak dirilis secara global, kemunculan iPhone pada saat itu mampu menarik perhatian masyarakat di seluruh dunia. Melalui produk iPhone inilah keuntungan Apple begitu tinggi setiap tahunnya.

Hampir Mengalami Kebangkrutan

Tahukah Anda bahwa Apple juga hampir mengalami kebangkrutan pada tahun 1996. Hal itu dikarenakan produk Apple dianggap biasa saja tanpa memiliki keunikan dibandingkan dengan perusahaan komputer lainnya. Kebangkrutan Apple juga dipicu oleh perilisan dari Windows 85 oleh pihak Microsoft. Di mana perilisan Windows terbaru pada saat itu sontak membuat Apple seakan-akan tersingkirkan hari mengalami penyusutan pangsa pasar.

Namun, bukan Apple jika hanya diam saja sembari menunggu kebangkrutannya tiba. Langkah awal yang dilakukan Jobs dan Wozniak untuk menyelamatkan Apple yakni dengan mengintegrasikan sistem operasi Mac OS dengan UNIX-based NeXTstep. Proses pengintegrasian inilah yang membuat Apple kemudian merilis iMac pada tahun 1998. Produk terbaru dari Apple tersebut menyasar pengguna komputer pada sektor pendidikan dan penggunaan pribadi.

Filosofi Logo Apple

Filosofi Logo Apple

Awalnya, logo Apple bukanlah buah apel tergigit yang telah Anda ketahui saat ini. Meski masih mengusung buah apel, namun awalnya logo Apple lebih complicated. Di mana Ronald Wayne ditunjuk sebagai orang yang menggambar logo apel untuk pertama kalinya. Pada gambar pertama tersebut, Wayne menggambarkan sosok Newton yang sedang duduk di bawah pohon apel. Kemunculan sosok Newton pada logo awal tersebut dikarenakan Steve Jobs terinspirasi oleh kisah buah apel yang jatuh di atas kepala Newton. Tidak heran, jika sosok Newton muncul pada logo tersebut.

Namun, setelah diperhatikan dengan lebih seksama lagi, Jobs memutuskan untuk mengganti logo Apple pada tahun 1977. Penggantian logo ini dikarenakan Steve Jobs mengaku bahwa logo Apple tersebut terlalu detail dan tidak mudah diingat oleh masyarakat luas nantinya. Alasan inilah yang kemudian membuat Steve Jobs memutuskan untuk menjadikan buah apel yang tergigit sebagai logo mutlak mereka hingga saat ini. 

Logo Apple dengan gigitan tersebjt kemudian dibuat oleh Rob Janoff yang merupakan seorang art director di perusahaan ternama. Setelah ditunjuk untuk membuat ilustrasi dari logo Apple, Janoff kemudian menawarkan beberapa pilihan warna yang bisa dipilih oleh Steve Jobs. Diantara beberapa opsi logo tersebut, Jobs lebih memilih logo Apple dengan warna pelangi tak berurutan di bagian buahnya. Pemilihan warna ini bukanlah tanpa alasan, melalui warna yang tak berurutan tersebut Jobs ingin menyiratkan bahwa produk Apple ini begitu kreatif, unik, dan bebas.

Bagaimana arti dari logo Apple tersebut juga masih senada dengan slogan yang dipilih oleh Apple, yakni "Think Different". Berdasarkan slogan tersebut, tidak mengherankan jika setiap produk Apple hadir dengan software serta hardware yang berbeda dan eksklusif.  Hal inilah yang juga membuat produk Apple berbeda dari produk Windows dan Android.