Pentingnya Membuat Editorial Content untuk Blog Affiliate, Simak Langkahnya Di Sini!

Admin
1707294042_editorial-content-untuk-blog-affiliate.png

Tahukah kamu kalau ada content strategy yang tidak mengarahkan pada penjualan langsung, tetapi konten ini bisa mendatangkan penjualan? “ Emang ada ya?” Ada dong, content strategy ini disebut dengan editorial content. Apa itu editorial content? Yuk, kita pahami editorial content di artikel ini.

Daftar Isi

Apa itu Editorial Content?

Editorial content adalah konten yang tidak menunjukkan penjualan atau hard selling secara langsung. Konten ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan para audience mengenai topik tertentu. Oleh karena itu, konten ini bersifat edukasi, informatif, dan entertain.

Contohnya adalah konten dari salah satu artikel Accesstrade Panduan Lengkap Membuat Content Brief Pada Blog Affiliate Untuk Writer. Artikel tersebut merupakan salah satu editorial content yang bersifat edukasi.

Konten edukasi tersebut memberikan informasi dan pengetahuan mengenai cara membuat content brief untuk penulis pada blog affiliate marketing. Edukasi ini relevan dengan bidang yang dipegang oleh Accesstrade, yaitu affiliate marketing. .

Kenapa Editorial Content Penting untuk Affiliate Marketing?

Berikut beberapa alasan editorial content menjadi penting bagi affiliate marketing blog.

1. Meningkatkan kredibilitas pada konten yang dibuat

Editorial content bisa meningkatkan kredibilitas karena editorial content bersifat edukasi, informatif, dan entertain. Konten-konten ini akan memberikan informasi menarik dan bermanfaat bagi audiences.

Konten yang bermanfaat bisa menjadi solusi bagi permasalahan audiences. Di sisi lain, konten menarik adalah konten yang menghibur dan relate dengan audiences.

Jika kamu rutin meng-upload konten ini, kamu dapat membangun topical authority dimata user dan search engine karena audiences akan melihat dan menilai bahwa kamu paham di topik atau bidang tersebut. Kenapa demikian?

Alasannya karena pembuatan konten edukasi, informatif, dan entertain membutuhkan orang yang punya pengetahuan, kemampuan, pengalaman, dan paham terhadap topik dan bidang tertentu. Hal ini menjadi langkah awal membangun trustworthiness audiences hingga kredibilitas konten dan website.

Contohnya adalah konten-konten artikel di blog Accesstrade. Accesstrade adalah perusahaan yang bergerak di bidang affiliate marketing. Accestrade rutin meng-upload artikel seputar affiliate marketing, SEO, social media, digital marketing, dan e-commerce.

Topik-topik tersebut relevan dengan bidang bisnis Accesstrade. Selain itu, artikel-artikel tersebut merupakan editorial content yang bersifat edukasi dan informasi. Lalu, apa pendapatmu ketika melihat kumpulan artikel di blog Accesstrade?

Anggap kamu adalah seorang yang tertarik dan ingin mempelajari affiliate marketing. Kamu mungkin akan berpikir bahwa kamu bisa belajar secara gratis karena ada banyak materi dan informasi seputar affiliate di sana.

Banyaknya konten edukasi di sana, kamu mungkin akan berpikir bahwa Accesstrade adalah sumber edukasi affiliate marketing yang terpercaya. Alhasil, website dan konten Accesstrade memiliki kredibilitas di bidang affiliate marketing.

2. Meningkatkan visibilitas website

Google sangat menghargai website yang meng-upload editorial content secara rutin. Hal ini bisa membantu suatu bisnis untuk mendatang kunjungan atau leads baru di website bersangkutan. Bagaimana bisa? Simak penjelasan berikut

Audiences ingin mencari informasi tertentu untuk mengatasi masalah mereka. Lalu, mereka menemukan artikel edukasi yang tepat. Otomatis, mereka akan berkunjung ke suatu website untuk membaca artikel tersebut. Nah, situasi ini lah yang membuat audiences akan melihat dan sadar terhadap eksistensi suatu website.

Nah, hal inilah yang disebut visibilitas website. Orang-orang awalnya tidak mengetahui suatu website dan bisnis. Namun, editorial content bisa menarik orang-orang untuk berkunjung hingga mengetahui suatu website.

3. Memperluas jangkauan audience

Apakah kamu pernah mendengar bahwa target audience setiap marketing funnel bisa berbeda-beda? Yap, audience di tahap awareness mungkin berbeda dengan audience di tahap consideration.

Namun, kamu bisa menjangkau berbagai jenis target audience dari berbagai tahap funnel marketing Caranya gimana? Caranya adalah menggunakan editorial content. Editorial content bisa cocok untuk berbagai jenis target audiences karena setiap orang menyukai informasi yang bermanfaat bagi mereka, apalagi gratis.

Alhasil, content editorial bisa menjangkau audience yang lebih luas.

4. Meningkatkan konversi affiliate

Editorial content memang bukan konten hard selling yang bisa menjual produk secara langsung. Namun, editorial content bisa dibilang sebagai soft selling melalui konten bersifat edukasi, informasi, dan entertain. Konten ini lah yang dapat meningkatan kepercayaan audiences hingga kredibilitas website.

Nah, kepercayaan dan kredibilitas tersebutlah yang dapat mendorong orang-orang untuk membeli produk yang ditawarkan di sebuah platform. Mari kita lihat contoh dari platform dalam bentuk website berikut.

Sumber: firdaskincarejourney.com

Firda adalah salah satu blogger affiliate marketing di bidang kecantikan. Ia sudah aktif membuat artikel sejak tahun 2017. Salah satu artikelnya adalah editorial content berupa review dan rekomendasi produk.

Konten review dan rekomendasi produk ini memberikan informasi seputar produk kecantikan. Dari artikel tersebut, Firda bisa mempengaruhi dan mengarahkan pembacanya secara soft selling untuk membeli produk melalui referral link.

Kamu mungkin bertanya, bagaimana dia bisa mempengaruhi audiences-nya? Jawabannya karena Firda menulis artikel berdasarkan experience langsung dalam menggunakan produk. Konten ini lah yang bisa membangun kepercayaan audiences hingga kredibilitas Firda sebagai seorang yang berpengalaman di bidang kecantikan.

Alhasil, setiap Firda memasarkan produk, audiences-nya akan percaya hingga terpengaruh untuk membeli produk melalui referral link-nya.

Langkah Pembuatan Editorial Content pada Blog Affiliate

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ikuti dalam pembuatan editorial content untuk blog affiliate:

1. Lengkapi identitas penulis

Lengkapi informasi mengenai identitas penulis pada setiap halaman artikel di blog atau website. Informasi ini bertujuan untuk menunjukan bahwa artikel dibuat oleh penulis yang ahli atau berpengalaman di bidangnya.

Hal ini tentu berpengaruh terhadap kepercayaan pembaca terhadap suatu artikel . Sebagaimana kita ketahui, salah satu artikel editorial content adalah edukasi.

Konten edukasi membutuhkan seorang yang ahli, paham, dan berpengalaman untuk menjelaskan suatu topik di artikel. Tujuannya agar konten tersebut tidak berisi informasi yang menyesatkan bagi pembaca.

Selain itu, informasi mengenai identitas penulis untuk memberi sinyal ke Google. Sinyal agar Google mengetahui bahwa artikel atau website blog tersebut dibuat oleh orang yang memiliki expertise dan experience di bidang tertentu.

Google sangat mengharga konten dan website yang seperti itu.

Mari kita lihat contoh berikut agar kamu lebih paham. Contohnya adalah artikel editorial content dari Accesstrade “Pengertian Affiliate Marketing Pada Blog dan Cara Memanfaatkannya”. Bagian bawah artikel ada informasi singkat mengenai penulis.

Nah, bio singkat ini membuktikan bahwa artikel tersebut memang ditulis oleh orang yang ahli dan experience langsung di dunia affiliate marketing.

2. Tentukan tujuan konten

Setiap konten harus dibuat sesuai dengan tujuan konten tersebut. “Mengapa suatu konten itu dibuat?”

Ada berbagai macam tujuan pembuatan konten, yaitu untuk hiburan, untuk mengedukasi, untuk engage dengan konsumen, dan lain-lain

Penentuan tujuan setiap konten ini bertujuan untuk membedakan fungsi konten yang satu dengan yang lain. Contohnya konten A berfungsi untuk edukasi, sedangkan konten B berfungsi untuk hiburan.

Selain itu, penentuan tujuan konten ini sebagai guidance untuk kamu dalam proses pembuatan konten atau menulis artikel.

3. Tentukan jenis konten

Kamu mungkin akan bertanya-tanya apa jenis konten untuk blog atau website. “Bukannya jenis kontennya cuma satu ya, yaitu dalam bentuk artikel?”. Ya, benar sekali jenis konten untuk sebuah website atau blog hanya satu jenis konten, yaitu artikel.

Namun, jenis konten artikel ini juga memiliki berbagai jenis. Jenis-jenis konten artikel yaitu:

  • Artikel tutorial
  • Artikel infografis
  • Artikel listicles
  • Artikel review
  • Artikel rekomendasi
  • Artikel case study
  • Artikel story telling
  • Dan lain-lain

Oleh karena itu, variasikan lah jenis artikel pada website atau blog-mu. Tujuannya agar pembaca atau audience tidak bosan dengan konten-konten mu.

Jadi, penentuan jenis konten artikel ini tentu menjadi arah bagi penulis dalam menulis artikel. Cara menulis artikel review mungkin akan berbeda dengan cara menulis artikel rekomendasi.

4. Jelaskan proses review konten

Jelaskan bahwa konten dari suatu artikel sudah melalui proses review dan diedit oleh seseorang. Seseorang ini adalah orang yang dipercaya memiliki keahlian atau pengalamanan atau authority di bidang tertentu.

Penjelasan mengenai proses review content ini penting bagi blog atau website yang membahas konten YMYL, seperti kesehatan. Tujuannya agar audience yakin dan percaya bahwa konten tersebut valid.

Apakah kamu percaya dengan artikel kesehatan yang ditulis oleh orang dari background non kesehatan? Kamu mungkin tidak akan percaya. Kamu akan lebih percaya dengan artikel-artikel yang ditulis oleh dokter atau orang-orang di bidang kesehatan.

Namun, ada juga artikel yang ditulis oleh writer, tetapi ada proses review dan edit oleh expertise yang experiences. Artikel ini tentu juga lebih dipercaya oleh audiences.

Contohnya adalah blog kesehatan Verrywell Family. Mereka menjelaskan bahwa konten mereka ditinjau oleh ahli kesehatan dan dokter bersertifikasi.

Lalu, bagaimana dengan blog atau website dengan artikel yang non YMYL? Apakah pemilik blog atau website perlu menjelaskan proses review konten? Yap, kamu juga perlu menjelaskannya bahwa artikel tersebut ditulis berdasarkan pengalaman langsung.

Contohnya adalah artikel di blog kecantikan. Kamu perlu menjelaskan bahwa kamu adalah seorang beauty enthusiast. Lalu, jelaskan juga bahwa setiap artikel review produk dan rekomendasi produk berdasarkan pengalaman langsung dalam penggunaan produk.

Contohnya blog kecantikan milik Firda. Ia menjelaskan bahwa blog tersebut merupakan perjalanan kulitnya dalam menggunakan produk kecantikan. Informasi ini membuktikan bahwa artikel ditulis berdasarkan pengalamannya langsung. Hal ini tentu akan membangun kepercayaan pembaca.

Kesimpulan

Salah satu content strategy yang diperlukan dalam membuat konten artikel di website atau blog adalah editorial content. Konten-konten seperti edukasi, informasi, dan entertain yang sifatnya tidak hard selling.

Tujuannya agar audience tidak jenuh dengan konten-konten yang sifatnya penawaran atau promosi produk. Audience juga membutuhkan konten-konten yang bermanfaat dan menarik. Konten bermanfaat bisa menjadi solusi atas permasalahan mereka. Di sisi lain, konten menarik adalah konten yang menghibur yang relevan dengan mereka.

Selain itu, siapa sih yang tidak mau informasi dan edukasi secara gratis? Pasti banyak yang menginginkannya. Oleh karena itu editorial content itu dapat menarik banyak audience. Audience yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dengan keberadaan suatu website.

Dalam jangka pendek, editorial content memang tidak bisa menjual produk secara langsung. Namun, dalam jangka panjang, editorial content bisa membangun kepercayaan audience. Nah, kepercayaan tersebut lah yang bisa digunakan affiliate marketer untuk mempengaruhi audiences dalam membeli produk. Tentunya, hal ini akan mendatangkan konversi dan penjualan.

Nah, kamu mau jadi penulis atau publisher blog yang menghasilkan cuan? Gampang, kamu bisa saja menulis blog secara mandiri. Namun, kamu butuh strategi agar tulisan dan blog kamu bisa mendatangkan konversi hingga cuan. Caranya adalah bergabung di telegram di bawah ini untuk mendapatkan edukasi, tips, dan informasi update terkait publisher blog dan affiliate marketing.

https://t.me/accesstradeindonesi

References:

https://www.casted.us/blog/editorial-content-what-it-is-and-why-it-is-important
https://nytlicensing.com/latest/marketing/editorial-content-and-how-use-it-content-marketing/
https://claspo.io/blog/what-is-editorial-content-how-is-it-used/ .
https://contendr.co.id/blog/pentingnya-editorial-plan-dalam-pemasaran-konten
https://ngalup.co/artikel/editorial-plan/
https://www.seputarmarketing.com/jenis-konten-artikel/
https://kontenesia.com/jenis-artikel-konten/

Rizki Setyo

Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.

Artikel Terkait
Sulit mendapatkan uang dari Adsense Youtube? Ada cara lain untuk mendapatkan uang dari Youtube. Berikut 6cara dapat uang dari youtube selain adsense
search engine optimization
Cara Kerja Search Engine yaitu dengan melewati beberapa tahapan proses seperti Crawling, Indexing dan Ranking. Simak ulasan lengkapnya disini!
Spesifikasi video tiktok yaitu memiliki dimensi dan resolusi 1080 x 1920, ukuran max file 287-an mb (ios) dan 72 mb (android), format video .mp4 dan .mov
Kesalahan yang perlu dihindari saat menjadi influencer affiliate yaitu fokus pada jumlah followers, tidak ada content plan dan simak ulasan lengkapnya disini!
Panduan mengenai berapa ukuran rasio dan resolusi untuk feed, reels, IGTV, dan stories pada instagram serta tipsnya. Simak ulasan lengkapnya disini!
search engine optimization
Berikut ulasan mengenai pentingnya memperhatikan tone saat menulis artikel affiliate beserta tips dan jenis tone penulisan. Simak ulasan lengkapnya disini!