Cara Kerja Crawler Google: Pelajari Cara Optimasinya untuk Website Affiliatemu

Cara Kerja Crawler Google: Pelajari Cara Optimasinya untuk Website Affiliatemu

Admin
search engine optimization Mar 07, 2024
SHARE ON
1709787620_crawler-google-bot.jpg

Salah satu bagian penting dari SEO adalah memastikan situs web kamu dirayapi oleh Google. Jika kamu baru mengenal hal ini, kamu mungkin bertanya, apa yang dimaksud dengan crawler? Secara sederhana, crawler adalah proses dimana Google menjelajahi dan menganalisis situs web kamu.

Kamu juga mungkin bertanya, apa pengaruh web crawler kepada SEO? Proses crawler adalah langkah pertama untuk membuat situs web affiliate kamu terlihat di hasil pencarian Google. Jika sebuah situs web tidak dirayapi dengan baik oleh Google, maka Google tidak dapat menampilkannya kepada pengguna.

Oleh karena itu, memahami cara kerja crawler Google dan mengoptimalkan situs web kamu agar lebih mudah dirayapi oleh Google menjadi kunci dalam strategi SEO, terutama bagi kamu pemilik situs web affiliate yang ingin meningkatkan visibilitas dan kinerja situs webnya.

Jadi, mari selami lebih dalam artikel kami dibawah ini untuk memahami cara mendorong Google agar merayapi situs web affiliate kamu secara efektif.

Apa itu Website Crawler?

Dalam konteks SEO, website crawler adalah proses dimana bot search engine secara sistematis menemukan konten di situs web kamu. Proses ini melibatkan pencarian konten dalam format, seperti teks, gambar, video, atau jenis file lainnya yang dapat diakses oleh bot. Penting dicatat bahwa apapun formatnya, konten hanya dapat ditemukan melalui link (tautan) yang tersedia di dalam situs web affiliate kamu.

Bagaimana Crawler Bekerja?

Crawler bekerja dengan cara menemukan URL dan mengunduh konten halaman dari situs web kamu. Selama proses ini, bot mungkin akan meneruskan konten ke indeks mesin pencari dan mengekstrak link (tautan) ke halaman web lain.

Links (tautan-tautan) yang ditemukan ini akan masuk ke dalam kategori yang berbeda, antara lain:

  • URL baru yang tidak diketahui mesin pencari.
  • URL dikenal namun tidak memberikan petunjuk tentang perayapan akan secara berkala diperiksa kembali untuk menentukan apakah ada perubahan yang dilakukan pada konten halaman, sehingga indeks mesin pencari perlu diperbarui.
  • URL dikenal dan telah diperbarui serta memberikan petunjuk yang jelas. Mereka harus dirayapi ulang dan diindeks ulang, seperti melalui tanda waktu tanggal modifikasi terakhir XML sitemap.
  • URL dikenal namun tidak diperbarui dan memberikan petunjuk yang jelas. Mereka tidak harus dirayapi ulang atau diindeks ulang, seperti header respons HTTP 304 Not Modified.
  • URL tidak dapat diakses atau tidak boleh diikuti, misalnya URL yang berada di balik formulir login atau tautan yang diblokir oleh tag robot "nofollow".
  • URL tidak diizinkan yang bot mesin pencari tidak akan merayapi, misalnya URL yang diblokir oleh file robots.txt.

Semua URL yang diizinkan akan ditambahkan ke daftar halaman yang akan dikunjungi di masa depan, yang dikenal sebagai crawl queue (antrian perayapan). Namun, URL tersebut akan diberikan tingkat prioritas yang berbeda. Hal tersebut tergantung pada kategorisasi link (tautan) dan sejumlah faktor lainnya yang menentukan kepentingan relatif setiap halaman di mata setiap mesin pencari.

Sebagian besar mesin pencari populer memiliki bot mereka sendiri yang menggunakan algoritma spesifik untuk menentukan hal apa yang akan mereka rayapi dan kapan. Ini berarti tidak semua bot mesin pencari melakukan perayapan yang sama. Googlebot berperilaku berbeda dari Bingbot, DuckDuckBot, Yandex Bot, atau Yahoo Slurp.

Pentingnya Website Ditemukan oleh Crawler

Pentingnya situs web ditemukan oleh crawler tidak dapat diabaikan, karena proses perayapan ini menjadi fondasi utama dalam menentukan visibilitas situs web kamu di mesin pencari. Jika suatu halaman tidak diindeks oleh crawler, maka kemungkinan besar hal tersebut tidak akan muncul dalam hasil pencarian.

Namun, dampaknya tidak hanya sebatas pada aspek visibilitas tersebut. Saat diindeks mesin pencari juga memungkinkan konten situs web affiliate kamu untuk dipertimbangkan dan diakses oleh pengguna yang melakukan pencarian terkait topik tertentu.

Lebih jauh lagi, proses perayapan oleh crawler memungkinkan situs web kamu untuk terus diperbarui dan ditingkatkan dalam hal relevansi dan kualitas konten. Pikirkanlah perayapan oleh crawler sebagai fondasi dari SEO, karena visibilitas organik sepenuhnya tergantung pada perayapan yang baik di sebuah situs web.

Baca juga: Cara Buat Blog Gratis dan Hasilkan Uang Tanpa Adsense

Cara agar Website Ditemukan oleh Crawler Google

Berikut adalah 8 cara yang dapat kamu gunakan untuk membuat Google menemukan dan merayapi situs web affiliate kamu. Namun, kamu perlu menyadari bahwa baik perayapan maupun pengindeksan tidak dijamin oleh Google.

Dengan melakukan hal-hal yang dijelaskan di bawah ini, kamu hanya akan mengajak Google untuk menemukan dan merayapi situs web kamu, tetapi pada akhirnya, keputusan untuk merayapi atau mengindeks tergantung pada Google.

1. Gunakan Google Search Console

Salah satu cara agar situs web kamu ditemukan oleh crawler Google adalah dengan menggunakan Google Search Console (GSC). GSC mendukung perayapan manual dengan mengizinkan pengguna untuk men-submit URL secara langsung.

Sebagian besar URL yang di submit dengan cara ini akan diindeks dalam waktu kurang dari satu jam. Namun, ada batasan kuota submit sebanyak 10 URL dalam 24 jam, sehingga masalah utama dari taktik ini adalah masalah skala.

Meskipun demikian, hal ini tidak boleh kamu abaikan begitu saja. Kamu dapat mengoptimalkan submit URL yang dianggap prioritas melalui scripting, yang meniru tindakan pengguna untuk mempercepat proses perayapan dan pengindeksan pada URL yang dipilih tersebut.

Terakhir, perlu diingat bahwa mengklik tombol “Validate fix” pada pengecualian “discovered currently not indexed” akan memicu perayapan, namun dalam pengujian, hal ini tidak berpengaruh pada percepatan perayapan sebuah situs web.

2. Manfaatkan Fitur Inspect pada Google Search Console

Salah satu cara lain untuk memastikan situs web kamu dapat ditemukan oleh crawler Google adalah dengan memanfaatkan fitur inspection pada Google Search Console (GSC). Alat inspeksi URL di GSC adalah alat yang tepat untuk memeriksa status URL dengan cepat.

Berikut adalah panduan cara menggunakan fitur inspection pada GSC:

  1. Masuk ke akun GSC kamu dan pilih properti (situs web) yang ingin kamu periksa.
  2. Di sidebar kiri, klik “URL inspection (inspeksi URL)”.
  3. Masukkan URL yang ingin kamu periksa.
  4. Setelah menjalankan inspeksi, kamu akan melihat status URL kamu. Jika belum di crawler, klik “Request indexing (minta pengindeksan)”.

TIPS: Buka “Page indexing (pengindeksan halaman)” untuk mengetahui kapan Google terakhir kali mengindeks situs web kamu. Kamu akan melihat informasi tersebut di bagian “Last crawl (perayapan terakhir)”.

Tombol tersebut akan mengirimkan undangan kepada Googlebot untuk datang dan merayapi halaman situs web kamu. Namun, perlu diingat bahwa ini hanya sebuah permintaan. Kunjungan Googlebot tidak dijamin.

Meskipun demikian, dengan memanfaatkan fitur inspection pada GSC, kamu dapat memantau dan memastikan bahwa halaman-halaman penting dalam situs web affiliate kamu telah diindeks oleh Google, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan untuk muncul dalam hasil pencarian.

3. Submit Sitemap pada Google Search Console

Submit XML sitemap melalui GSC seperti memberikan peta situs web kamu kepada Googlebot. Peta situs ini mencantumkan semua halaman penting di situs web kamu, sehingga memudahkan Googlebot untuk menemukan dan merayapinya. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Siapkan sitemap XML kamu. Pastikan mengikuti protokol yang ditetapkan oleh sitemaps.org.
  2. Masuk ke akun GSC kamu dan pilih properti situs web kamu.
  3. Di sidebar kiri, klik “Sitemap”.
  4. Di kotak “Add a new sitemap (tambahkan sitemap baru)”, masukkan URL sitemap kamu dan klik “Submit (kirim)”.

Langkah tersebut memberitahu Google tentang sitemap (peta situs) kamu dan mendorongnya untuk merayapi halaman-halaman yang tercantum di dalamnya. Pastikan untuk selalu memperbarui sitemap kamu dengan halaman baru apapun yang kamu ingin Google merayapinya.

4. Manfaatkan Robots.txt

File robots.txt kamu ibarat seorang pengatur traffic (lalu lintas), memberikan petunjuk kepada Googlebot tentang halaman mana saja yang boleh dan tidak boleh diakses di situs web affiliate kamu. Penting untuk memastikan bahwa kamu tidak memblokir halaman-halaman yang ingin diindeks dan dirayapi oleh Google.

Selain itu, pertimbangkan untuk memblokir sumber daya yang mungkin memboroskan crawl budget (anggaran perayapan), terutama untuk situs web yang besar. Dengan mengoptimalkan robots.txt, kamu dapat memastikan bahwa Google merayapi halaman-halaman yang paling penting, sehingga meningkatkan visibilitas dan kinerja SEO situs web kamu.

Baca Juga: 16 Syarat Pada Blog Agar Dapat Menghasilkan Uang

5. Perhatikan Struktur Website

Struktur situs web yang terorganisir dan jelas tidak hanya user-friendly (ramah pengguna), tetapi juga crawler-friendly (ramah perayapan). Pastikan situs web affiliate kamu terorganisir secara logis, seperti dengan navigasi dan tautan internal yang jelas.

Hal tersebut sangat penting terutama untuk situs web besar, dimana struktur yang tepat dapat membantu Googlebot merayapi halaman-halaman kamu secara efisien. Dengan memperhatikan struktur situs web, kamu tidak hanya membuat pengalaman pengguna menjadi lebih baik, tetapi juga memudahkan crawler Google untuk menemukan dan mengindeks konten situs web kamu.

6. Prioritaskan Website untuk Mobile Version

Sejak Google beralih ke mobile-first indexing untuk semua situs, sangat penting untuk memastikan bahwa situs web affiliate kamu termasuk mobile-friendly (ramah seluler). Ini berarti versi mobile situs web kamu harus komprehensif (menyeluruh) dan ramah pengguna seperti versi desktopnya.

Dengan memprioritaskan versi mobile dari situs web, kamu tidak hanya memenuhi persyaratan Google untuk mobile-first indexing, tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna bagi pengunjung yang mengakses situs web kamu melalui perangkat seluler.

7. Update Konten Secara Berkala

Pembaruan konten secara rutin memberi sinyal kepada Google bahwa situs web affiliate kamu masih aktif dan relevan. Baik itu pembaruan pada posting blog, penambahan produk baru, atau perubahan pada halaman-halaman yang sudah ada, menjaga konten kamu tetap up-to-date sangatlah penting.

Dengan melakukan pembaruan konten secara berkala, kamu tidak hanya membantu mempertahankan minat pengguna, tetapi juga meningkatkan peluang untuk ditemukan oleh crawler Google. Google cenderung lebih memberikan prioritas pada situs web yang secara konsisten menyediakan konten baru dan relevan dalam hasil pencarian mereka.

8. Perhatikan Teknikal SEO yang Perlu Diperbaiki

Kesalahan teknikal SEO yang signifikan, seperti redirect loops (pengalihan loop) atau 404 errors, dapat mencegah Google untuk merayapi situs web affiliate kamu. Lakukan audit secara teratur pada situs web kamu untuk menemukan kesalahan teknis dan segera perbaiki.

TIPS: Alat seperti Semrush, SE Ranking, atau JetOctopus dapat membantu kamu melakukan audit pada situs web dan menemukan beberapa masalah teknis sebelum Google menyadarinya.

Dengan memperhatikan aspek teknis SEO yang perlu diperbaiki secara teratur, kamu dapat memastikan bahwa situs web kamu dapat diakses dengan baik oleh Googlebot, sehingga memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan peringkat dalam hasil pencarian Google.

Kesimpulan

Dari berbagai cara agar situs web ditemukan oleh crawler Google yang telah dibahas di atas, dapat disimpulkan bahwa pemahaman tentang cara kerja dan optimisasi untuk crawler Google merupakan langkah penting dalam meningkatkan visibilitas dan kinerja situs web affiliate kamu.

Dengan melakukan strategi seperti penggunaan GSC, memanfaatkan fitur inspect, submit sitemap, memanfaatkan robots.txt, memperhatikan struktur situs web, memprioritaskan situs web versi mobile, melakukan pembaruan konten secara berkala, dan memperbaiki kesalahan teknis SEO, kamu sebagai pemilik situs dapat memastikan bahwa situs web kamu dapat dirayapi dengan baik oleh Google.

Melalui upaya-upaya tersebut, situs web affiliate kamu dapat lebih mudah ditemukan oleh pengguna, meningkatkan organic traffic, dan meningkatkan visibilitas konten-konten kamu dalam hasil pencarian Google, sehingga dapat memberikan dampak yang positif untuk mencapai tujuan affiliate marketing kamu.

Jika kamu ingin memperoleh lebih banyak informasi, panduan, atau tips seputar SEO lainnya, affiliate marketing, content writing, digital marketing, e-commerce, yang bermanfaat bagi kamu, pastikan untuk membaca artikel-artikel ACCESSTRADE lain di website kami.

Selain itu, ACCESSTRADE Indonesia juga memiliki grup Telegram yang menjadi wadah bagi para affiliator untuk mendapatkan informasi terkini seputar SEO dan affiliate marketing. Yuk, jangan lewatkan kesempatan bergabung dengan komunitas kami, langsung klik tautan di bawah ini ya!

Gabung Grup Telegram Kami Disini!

Referensi Artikel:

  • SB Infowaves LinkedIn: Understand How Search Engines Crawl and Index Your Website – Discover It Now! Diakses pada Februari 2024, dari https://www.linkedin.com/pulse/understand-how-search-engines-crawl-index-your-website-discover-?trk=pulse-article
  • Search Engine Journal: Website Crawling: The What, Why & How To Optimize. Diakses pada Februari 2024, dari https://www.searchenginejournal.com/website-crawling/485275/
  • Seosly: How To Get Your Site Crawled By Google. Diakses pada Februari 2024, dari https://seosly.com/blog/how-to-get-your-site-crawled-by-google/
Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait