Langkah Meningkatkan Konversi pada Strategy Blog untuk Affiliate Marketing

Langkah Meningkatkan Konversi pada Strategy Blog untuk Affiliate Marketing

Admin
search engine optimization Feb 26, 2024
SHARE ON
1708936731_cara-meningkatkan-konversi-penjualan.jpg

Meningkatkan traffic adalah salah satu langkah agar suatu website memiliki peluang konversi yang lebih baik daripada periode sebelumnya. Dibutuhkan strategi dan pemahaman terhadap funnel conversion yang menggambarkan perjalanan users kamu untuk melakukan konversi atau penjualan. Lantas bagaimana caranya? Berikut adalah tips untuk meningkatkan konversi secara organik melalui peningkatan organic traffic.

Bagaimana Anda dapat meningkatkan tingkat konversi?

Berikut adalah berbagai cara yang dapat kamu lakukan untuk dapat meningkatkan konversi pada blog atau konten affiliate marketing yang kamu buat:

A. Memahami Funnel Conversion

Pertama, kamu harus memahami funnel konversi sehingga kamu dapat menggambarkan perjalanan users dari tahap awal yaitu kesadaran (awareness) hingga tahap konversi atau pembelian (conversion). Funnel ini membantu bisnis memahami bagaimana prospek atau users bergerak melalui berbagai tahap sebelum mengambil tindakan yang diinginkan.

Funnel konversi umumnya terbagi menjadi tiga tahap utama: awareness (kesadaran), consideration (pertimbangan), dan conversion (konversi). Setiap funnel akan membantu kamu dalam menentukan konten seperti apa yang akan dibuat, internal link apa yang perlu disertakan, dan banner seperti apa yang cocok sehingga mampu menarik users berada di website kamu.

Setelah menarik atensi dari users, pastinya setiap affiliate memiliki tujuan untuk meningkatkan CRO atau Conversion Rate Optimisation, dimana semakin tinggi CRO dari suatu website maka persentase users yang melakukan konversi juga tinggi. Hal ini pasti berpengaruh dengan pendapatan dari affiliate kamu, bukan? Nah, berikut langkah yang perlu kamu pahami.

B. Optimasi Konversi dengan Metode Search Intent

Terdapat empat jenis dari search intent atau niat pencarian, tentu kamu sudah memahami akan hal ini bukan? Mulai dari informational, commercial, transactional, dan navigational. Setiap search intent memiliki tujuannya dan funnel konversinya masing-masing.

Misalkan kamu ingin mengetahui tentang ‘Apa itu affiliate?’, maka niat pencarian kamu adalah informasi tentang pengertian dari affiliate. Dari search intent, kamu bisa menentukan journey users dalam website kamu, dimulai dari kesadaran akan affiliate, bagaimana cara menjadi affiliate, dan meningkatkan penjualan melalui affiliate, semua ada desain users journeynya.

Untuk itu, penting kamu juga memahami hubungan antara search intent dan funnel konversi pada bagian dibawah ini, yaitu awareness, consideration, dan conversion.

1. Awareness Content

Apa itu awareness content? adalah konten yang menjadi awal dimana users mulai menyadari keberadaan website, produk, atau layanan yang kamu sediakan. Poin penting dalam awareness adalah membuat users menyadari keberadaan akan ‘sesuatu’.

Karena bertujuan untuk membuat users menyadari eksistensi ‘keberadaan’, maka semakin banyak konten yang dibaca oleh users, tentunya akan meningkatkan kesadaran mereka. Jadi, kamu perlu meningkatkan konten artikel kamu dengan berbagai jenis informasi, seperti artikel edukasi atau video informasi.

Strategy awareness content harus dirancang agar mudah dipahami, menarik, dan relevan dengan target audiens. Penting untuk terus mengukur kinerja konten dan mengadaptasinya sesuai dengan umpan balik dan tren pasar.

Beberapa variasi konten yang bisa kamu lakukan loh, mulai dari membuat infografis visual, posting di media sosial kamu, membuat konten e-book, atau artikel dengan search intent informational. Dari awareness content, kamu bisa melanjutkan ke funnel konversi selanjutnya yaitu consideration content.

2. Consideration content

Setelah awareness, funnel konversi selanjutnya adalah consideration atau pertimbangan. Pada tahap ini, konten yang kamu buat bertujuan untuk membuat users mempertimbangkan opsi-opsi yang tersedia dari produk atau layanan dari website kamu.

Misalnya, dari awareness content, seorang users mencari ‘Apa itu affiliate?’, maka di tahap consideration, users mulai mempertimbangkan untuk menjadi bagian dari program atau affiliator. Lantas, bagaimana cara agar users menjadi consider atau mempertimbangkan produk atau layanan kamu dan seperti apa contohnya?

Pada tahap consideration content, kamu bisa membuat konten edukasi namun berbeda dengan information content, disini kamu lebih menggali terkait unique selling dari layanan atau produk kamu. Misalnya, keuntungan menjadi affiliate, komunitas affiliate, cara mendapatkan uang dari blog, dan lainnya.

Edukasi itu penting karena search engine memiliki jutaan website yang tersebar di penelusuran, sehingga pastikan kamu membangun setiap konten secara terencana. Berikut beberapa referensi terkait apa saja yang perlu kamu fokuskan di konten ini, misalnya:

  • Edukasi users bahwa produk atau layanan ini mempermudah bahkan menyelesaikan masalah, seperti demo produk.
  • Edukasi users apakah produk mudah digunakan?
  • Edukasi users apakah produk ini efektif?
  • Edukasi apakah produk ini cocok untuk users kamu?

3. Conversion Content

Funnel terakhir adalah tentang conversion content atau mengambil tindakan yang diinginkan, baik melakukan pembelian produk, melakukan langganan suatu layanan atau subscribe, bahkan sekedar mengisi form personal data guna kepentingan newsletter, semua tergantung model bisnis masing-masing.

Pada tahapan ini, konten yang dibuat bertujuan untuk mengubah prospek users menjadi pelanggan atau pembeli. Lantas bagaimana conversion content itu? Kamu bisa menggunakan variasi strategi, seperti penawaran khusus atau promosi, memberikan ulasan atau review produk, komparasi dengan produk lainnya, dan rangkuman dari beberapa produk dalam satu kategori atau product round up.

Proses funnel konversi bukanlah langkah yang linear, dan users dapat bergerak maju-mundur antar tahap. Penting untuk mencatat bahwa interaksi pelanggan tidak selalu mengarah langsung ke konversi, dan beberapa pelanggan mungkin keluar dari funnel pada tahap tertentu.

Oleh karena itu, kamu perlu terus memantau, mengukur, dan mengoptimalkan setiap tahap funnel untuk meningkatkan efektivitas pemasaran dan penjualan website kamu ya! Salah satu cara mudah adalah kamu bergabung dan update dengan informasi search engine dan metode affiliate, seperti menjadi bagian dari affiliate di Accesstrade.

Baca juga: Memahami Search Intent, Kenali Jenis dan Cara Menentukannya

c. Tingkatkan Performa Loading Speed

Meningkatkan performa loading speed atau kecepatan loading situs web merupakan langkah krusial dalam memastikan pengalaman pengguna yang baik dan meminimalkan tingkat bounce rate. Apa itu loading speed? adalah lamanya waktu yang diperlukan bagi users untuk membuka sebuah halaman website.

Bayangkan jika users meng-click website kamu namun butuh waktu setidaknya 30 detik untuk menampilkan halaman website, tentu users kamu akan cepat-cepat kembali ke halaman lainnya! Inilah yang perlu kamu cegah, sebab jika website kamu tidak nyaman untuk users, besar kemungkinan traffic website kamu akan turun.

Lantas apa saja yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki masalah loading speed? Ada beberapa hal yang bisa kamu coba, seperti:

1. Kompress dan Optimalisasi Gambar

Gunakan alat kompresi gambar untuk mengurangi ukuran file gambar tanpa mengorbankan kualitas visualnya. Pastikan format gambar yang digunakan sesuai dengan kebutuhan, yaitu WEBP. Gunakan juga atribut width dan height pada tag gambar HTML untuk memastikan browser dapat merespons dengan cepat saat memuat halaman.

2. Minify CSS, JavaScript, dan HTML

Menghapus spasi, komentar, dan karakter yang tidak perlu dari file CSS, JavaScript, dan HTML dapat membantu mengurangi ukuran file dan meningkatkan kecepatan loading halaman.

3. Penggunaan Caching

Manfaatkan caching browser untuk menyimpan salinan statis dari halaman web kamu di cache pengguna. Ini akan memungkinkan halaman untuk dimuat lebih cepat saat pengguna kembali mengunjungi situs kamu.

4. Penggunaan CDN (Content Delivery Network)

Memanfaatkan CDN dapat membantu mendistribusikan konten situs kamu ke server yang berlokasi lebih dekat dengan lokasi geografis pengguna yang dapat mempercepat waktu loading halaman.

5. Menggunakan Teknik Lazy Loading

Implementasikan teknik lazy loading untuk gambar, video, dan konten lainnya yang tidak terlihat saat halaman pertama kali dimuat. Dimana gambar atau video akan muncul saat halaman sudah siap, hal Ini akan membantu mempercepat waktu loading halaman utama.

6. Optimalisasi Server

Pastikan server kamu memiliki spesifikasi yang memadai untuk menangani beban lalu lintas yang tinggi. Gunakan teknologi server caching dan kompresi untuk mempercepat pengiriman konten dari server ke pengguna.

7. Pemantauan Kinerja

Gunakan alat analisis kinerja seperti Google PageSpeed Insights untuk memantau dan menganalisis kinerja situs web kamu secara berkala. Identifikasi area yang membutuhkan perbaikan dan tindak lanjuti dengan langkah-langkah yang sesuai.

Baca juga: Jenis Konten Blog Affiliate Marketing Berdasarkan Search Intent untuk Memaksimalkan Konversi

D. Pelajari Dari Konten yang Memiliki Konversi Tinggi

Pelajari konten yang memiliki performa konversi tinggi akan memberikan insight tentang strategi dan elemen konten yang efektif dalam mendorong tindakan dari users untuk melakukan konversi. Apa saja yang bisa kamu pelajari, simak penjelasan berikut.

1. Analisis Konten

Identifikasi konten-konten tertentu di situs web kamu yang memiliki tingkat konversi yang tinggi. Ini bisa berupa halaman produk, halaman arahan, artikel blog, atau jenis konten lainnya. Evaluasi kualitas konten tersebut, termasuk keberhasilannya dalam menyajikan informasi yang berguna, menarik minat pembaca, dan menawarkan solusi atau jawaban atas kebutuhan atau masalah pengguna.

Dalam menganalisa konten. penting untuk kamu menentukan metrik yang menjadi acuan keberhasilan selain konversi, seperti tingkat klik, waktu di situs, dan tingkat interaksi. Perhatikan juga informasi demografis pengguna yang berinteraksi dengan konten tersebut.

2. Identifikasi Faktor Sukses

Tinjau faktor-faktor apa yang mungkin berkontribusi terhadap keberhasilan konten tersebut. Ini bisa meliputi judul yang menarik, gambar yang menarik, struktur konten yang jelas, penawaran yang menarik, dan banner CTA dengan sisi marketing yang baik.

Selain itu perhatikan dari keyword yang kamu gunakan, karena keyword digunakan pengguna untuk menemukan konten tersebut, kamu bisa mengidentifikasi dengan data dari Google Search Console (GSC) berdasarkan top queries dan pages.

3. Terapkan Pembelajaran ke Konten Lainnya

Terapkan pembelajaran yang kamu dapatkan dari konten yang memiliki konversi tinggi ke konten lainnya di situs website kamu. Gunakan strategi dan elemen konten yang sama untuk meningkatkan kinerja konten lainnya.

Dengan mempelajari dari konten yang memiliki konversi tinggi, kamu dapat mengidentifikasi praktik terbaik dan strategi yang efektif dalam menciptakan konten yang menghasilkan hasil yang diinginkan.

Baca juga: Manfaat Afiliasi Pemasaran yang Harus Diketahui Bagi Perusahaan dan Affiliate Marketer

E. Perkuat CTA dengan Element Design

Setelah melakukan analisa dengan konten-konten kamu, hal yang tidak boleh kamu lewatkan adalah menggunakan widget yang merupakan sebuah tools affiliate marketing untuk konten artikel dan website yang tersedia khususnya jika kamu sudah menjadi bagian publisher dari Accesstrade, seperti banner, button, dan custom link. Ini CTA yang bisa mempercantik desain konten kamu:

1. Banner

Banner adalah salah satu penempatan link iklan atau affiliate dengan menggunakan media gambar, sehingga user dapat menuju landing page yang telah ditargetkan stelah user klik gambar yang kamu pasang.

2. Button Widget

Button widget adalah fitur khusus yang dimiliki oleh ACCESSTRADE dengan menggunakan script yang dapat kamu ambil pada dashboard ACCESSTRADE. Jika kamu perlu informasi lebih lanjut, silahkan hubungi tim kami atau pelajari ulasan kami mengenai 7 Langkah Cara Memasang Affiliate di Blog dengan Tepat.

3. Custom Link

Custom link adalah salah satu cara penempatan link iklan atau affiliate dengan menggunakan hyperlink.

Contoh banner dan custom link adalah contoh dari peserta SEO Battle dan telah bergabung menjadi affiliator Accesstrade. Kamu juga akan memperoleh lebih banyak informasi, panduan, atau tips seputar content writing lainnya, affiliate marketing, digital marketing, e-commerce, yang bermanfaat bagi kamu, pastikan untuk membaca artikel-artikel ACCESSTRADE lain di website kami. Segera registrasi dan jadi bagian dari publisher kami.

Selain itu, ACCESSTRADE Indonesia juga memiliki grup Telegram yang menjadi wadah bagi para affiliator untuk mendapatkan informasi terkini seputar content writing dan affiliate marketing. Gabung sekarang dan klik link dibawah ini.

Gabung Grup Telegram Kami Disini!

Referensi:

  • https://www.semrush.com/blog/conversion-rate-optimization/
  • https://www.hotjar.com/conversion-rate-optimization/
  • https://blog.hubspot.com/marketing/conversion-rate-optimization-guide
  • https://cmlabs.co/id-id/seo-guidelines/mempercepat-loading-blog#:~:text=Adapun%20loading%20speed%20menunjukkan%20lamanya,kecepatan%20loading%20halaman%20suatu%20website
  • https://mtarget.co/blog/cara-membuat-content-marketing-berkonversi-tinggi/
Rizki Setyo
Content Author
Berpengalaman dalam Affiliate Marketing sejak tahun 2017, hingga tahun 2023 sudah menjadi tim support Affiliate Marketing untuk campaign dari lebih dari 100 brand dan lebih 20.000 publisher.
Artikel Terkait